Agresif atau Selow, Kita Tipe Investor yang Mana?

Bareksa • 10 Jan 2019

an image
Ilustrasi investor pria karyawan pekerja kantoran duduk tersenyum sambil membayangkan hasil investasi saham reksadana obligasi surat utang dengan latar belakang grafik dan layar komputer.

Secara umum, tipe investor di pasar modal dapat dibagi menjadi tiga berdasarkan tingkat toleransi risiko

Bareksa.com - Pernahkah kita berpikir mengapa banyak jenis investasi yang beraneka ragam jenisnya. Tentu saja perkembangan ini disebabkan oleh perbedaan permintaan (demand) dari masyarakat.

Jika tidak, mengapa pihak bank atau lembaga keuangan lainnya harus repot-repot membuat jenis investasi baru?

Semuanya semata-mata karena setiap manusia memiliki sifat yang berbeda. Meskipun bisa dikelompokkan berdasarkan jenis karakteristiknya, pasti preferensi dalam berinvestasinya juga berbeda.

Maka dari itu, tipe investor pun berbeda-beda. Secara umum, tipe investor di pasar modal dapat dibagi menjadi tiga tipe berdasarkan terhadap tingkat toleransi risiko dan perilakunya dalam menempatkan dana investasinya. Berikut penjelasannya.

Siapkan Pendapatan Pasifmu dengan Investasi SBN Ritel, Klik di Sini

1. Tipe Agresif (Tancap Gas)

Salah satu pertanyaan mendasar yang paling sering ditanyakan dalam investasi adalah, “Jenis investasi apa yang dapat memberikan untung besar dalam jangka waktu pendek?”

Jika hal itu termasuk salah satu yang sempat menjadi pertanyaan dalam benak kita, maka itu adalah ciri-ciri bahwa kita termasuk dalam tipe investor agresif yang senang tancap gas.

Dengan kata lain, kita tidak sabar ingin memperoleh keuntungan dan menginginkan investasi yang pergerakannya cenderung cepat. Adapun beberapa ciri dari tipe investor agresif adalah sebagai berikut:

♦ Pada umumnya tipe agresif memiliki keberanian dalam melakukan keputusan investasi dengan risiko tinggi.

♦ Mengharapkan hasil investasi yang lebih besar dengan bersedia menerima konsekuensi risiko yang lebih tinggi pula.

♦ Cenderung untuk memilih mengalokasikan dananya kepada instrumen pasar yang berisiko tinggi.

Pemodal agresif yang mempunyai toleransi risiko yang paling tinggi, bisa mengalokasikan dana 80 persen pada instrumen saham atau valuta asing (forex)., dan 20 persen pada instrumen instrumen obligasi (ORI, Sukuk, SUN), reksadana pendapatan tetap, reksadana terproteksi.

Beberapa jenis instrumen investasi yang paling cocok bagi tipe agresif antara lain saham, reksadana saham, hingga forex.

2. Tipe Moderat (Main Aman)

Jenis investor yang kedua yaitu mereka yang moderat atau yang suka main aman. Main aman di sini bukan berarti buruk lho, karena terkadang investasi lebih baik dijalankan dengan kepala dingin.

Mereka tidak fokus pada kemenangan-kemenangan karena sebuah keberuntungan, luck atau hoki, maka mereka selalu fokus untuk belajar dan menjadi seorang investor profesional.

Dengan kata lain, tipe moderat biasanya lebih sabar dalam memperoleh keuntungan dan mementingkan investasi yang lebih aman, tidak terburu-buru dalam mengejar untung yang terlalu tinggi.

Investasi Aman dan Cuan di Reksadana, Klik di Sini

Adapun beberapa ciri dari tipe investor moderat adalah sebagai berikut:

♦ Tidak terlalu berani mengambil risiko seperti investor bertipe agresif.

♦ Mempertimbangkan secara hati-hati jenis investasi, serta membatasi jumlah dana yang akan diinvestasikannya ke dalam instrumen berisiko dalam porsi tertentu.

Pemodal moderat umumnya mengalokasikan dana 60 persen pada instrumen obligasi (ORI, Sukuk, SUN), reksa dana pendapatan tetap atau reksadana terproteksi dan 40 persen selebihnya pada saham atau reksadana saham.

Beberapa jenis instrumen investasi yang paling cocok bagi tipe moderat antara lain obligasi, reksadana pendapatan tetap, hingga reksadana campuran.

3. Tipe Konservatif (Selow)

Jenis investor yang ketiga adalah mereka yang tidak terburu-buru dan memiliki modal yang merupakan uang dingin (idle money). Daripada uangnya nganggur, uang tersebut umumnya akan mereka investasikan tanpa mengharapkan banyak imbal hasil dan lebih mengutamakan likuiditas.

Yang terpenting dari mereka adalah instrumen investasinya aman dengan risiko sangat rendah. Adapun beberapa ciri dari investor yang konservatif alias selow ini adalah sebagai berikut:

♦ Tidak berani menghadapi risiko dan ketidakpastian.

♦ Cenderung untuk memilih produk aman yang memiliki tingkat risiko rendah, seperti ORI, Sukuk, Reksadana pendapatan tetap.

♦ Mengutamakan keamanan dalam berinvestasi, daripada memperoleh keuntungan besar tapi berisiko.

Biasanya, untuk investor konservatif akan diarahkan untuk mengalokasikan dana 80 persen pada instrumen pendapatan tetap dan pasar uang, yaitu obligasi (ORI, Sukuk, SUN), reksa dana pendapatan tetap atau reksadana terproteksi dan 20 persen selebihnya pada saham atau reksadana saham.

Beberapa jenis instrumen investasi yang paling cocok bagi tipe konservatif antara lain emas, deposito, reksadana pasar uang, ORI, Sukuk, hingga reksadana pendapatan tetap.

Demikian tipe investor berdasarkan profil risikonya. Kalau kita sudah mengerti profil kita, sekarang waktunya pilih investasi yang cocok dengan karakteristik kita. (KA01/hm)

Segera Investasi Emas Sekarang, Klik di Sini

***

Tertarik investasi reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.