Bareksa Insight: Yield Sukuk Stabil, RD Pasar Uang Syariah, RD USD & Emas Jadi Pilihan

Hanum Kusuma Dewi • 03 Jul 2026

an image
Ilustrasi investasi di reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap. (Photo by Towfiqu Barbhuiya: Pexels)

Yield benchmark sukuk negara (PBS) bergerak stabil di kisaran 7,2%, menunjukkan pasar obligasi syariah mulai kondusif

Bareksa - Yield benchmark sukuk negara (PBS) bergerak stabil di kisaran 7,2%, menunjukkan pasar obligasi syariah mulai kondusif. Kondisi ini dapat menjadi momentum akumulasi pada reksa dana pendapatan tetap syariah.

Reksa Dana Pendapatan Tetap Manfaatkan Potensi Pasar Sukuk

Seiring dengan stabilnya pasar obligasi dan sukuk negara, reksa dana pendapatan tetap syariah yang memiliki underlying aset ini berpotensi diuntungkan. 

Pilihan Reksa Dana Pendapatan Tetap Syariah

Produk
Return 1 Bulan
Trimegah Dana Tetap Syariah Kelas A 
+0,62%
Sucorinvest Sharia Sukuk Fund Kelas A 
+0,30%

Sumber: Bareksa, data per 2 Juli 2026

Reksa Dana Pasar Uang Jaga Likuiditas

Reksa dana pasar uang bisa menjadi pilihan menjaga likuiditas sementara mengelola nilai investasi dengan risiko relatif rendah. 

Pilihan Reksa Dana Pasar Uang Syariah

Produk
Return 1 Bulan
Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia
+0,27%
Insight Money Syariah 
+0,33%

Sumber: Bareksa, data per 2 Juli 2026

Reksadana USD Sebagai Alternatif Diversifikasi

Bagi investor yang ingin memiliki eksposur terhadap aset berbasis dolar AS, reksa dana USD bisa menjadi pilihan. Pilihan pasar uang untuk parkir dana dengan tetap memperoleh potensi imbal hasil. 

Reksa Dana Pasar Uang USD 
Return 1 Bulan
BRI Seruni Likuid Dolar
+0,24%
Bahana Liquid USD 
+0,23%

Sumber: Bareksa, data per 2 Juli 2026

Sementara itu, reksa dana pendapatan tetap USD menawarkan peluang return yang lebih menarik, seperti STAR Fixed Income Neo AI Dollar. Produk ini menawarkan diversifikasi melalui instrumen obligasi berdenominasi dolar AS dengan pendekatan AI-Managed, sehingga berpotensi memperoleh manfaat dari pertumbuhan saham-saham teknologi Amerika Serikat.

Reksa Dana Pendapatan Tetap USD
Return 3 Bulan
STAR Fixed Income Neo AI Dollar
+4,71%

Sumber: Bareksa, data per 2 Juli 2026

Harga Emas Melemah, Peluang Menambah Alokasi Bertahap

Koreksi harga emas di bawah US$4.000 per troy ounce dapat menjadi peluang bagi investor jangka panjang untuk melakukan akumulasi secara bertahap (buy on weakness).

Harga beli emas digital per 2 Juli 2026:

Platform
Harga/gram

Treasury

Rp2.450.007

Pegadaian

Rp2.538.638

Indogold

Rp2.538.638

Sumber: fitur Bareksa Emas

Emas tetap menjadi salah satu aset lindung nilai (safe haven) yang dapat melengkapi portofolio investasi, terutama ketika ketidakpastian global masih tinggi.

ORI030 Mulai Ditawarkan 6 Juli

Selain Reksadana Pasar Uang, investor juga dapat mulai menyiapkan dana untuk Obligasi Negara Ritel ORI030 yang akan memasuki masa penawaran pekan depan. ORI030 layak dicermati karena menawarkan kupon tetap hingga jatuh tempo, dijamin pemerintah, pajak kupon lebih rendah dibanding deposito, serta berpotensi memberikan capital gain di pasar sekunder. ORI030 berpeluang menawarkan kupon menarik karena ditawarkan saat suku bunga sedang tinggi dengan BI Rate di level 5,75%, dan diprediksi menawarkan imbal hasil tertinggi sejak 2019.

Jadwal ORI030 (tentatif):

3 Juli 2026: Pengumuman kupon

6-30 Juli 2026: Masa penawaran

6 Agustus 2026: Setelmen

15 September 2026: Kupon pertama

Strategi Investasi Hari Ini

Instrumen
Pandangan

RD Pasar Uang

Menjaga likuiditas dengan potensi imbal hasil yang kompetitif

RD Pendapatan Tetap USD

Diversifikasi aset berbasis dolar AS

Emas

Peluang akumulasi bertahap setelah koreksi harga

Sumber: Tim Analis Bareksa

Investor tetap disarankan menyesuaikan pilihan investasi dengan tujuan keuangan, profil risiko, dan jangka waktu investasi masing-masing.

Key Takeaways

  • Yield obligasi syariah/sukuk Indonesia stabil di sekitar 7,2%.
  • Rupiah masih tertekan sehingga aset berbasis USD patut dicermati.
  • RD Pasar Uang tetap menarik untuk menjaga likuiditas.
  • RD Pendapatan Tetap USD dapat menjadi pilihan diversifikasi.
  • Pelemahan harga emas membuka peluang akumulasi bertahap bagi investor jangka panjang.

Kesimpulan

Yield obligasi syariah atau sukuk Indonesia yang mulai stabil di kisaran 7,2% dan penguatan dolar AS sekitar 8,02% YTD terhadap rupiah membuat strategi defensif masih relevan. Reksa Dana Pasar Uang Syariah dapat menjadi pilihan untuk menjaga likuiditas, sementara Reksa Dana Pendapatan Tetap USD menawarkan alternatif diversifikasi aset berbasis dolar AS. Di sisi lain, koreksi harga emas dapat dimanfaatkan investor jangka panjang untuk melakukan akumulasi secara bertahap sesuai profil risiko dan tujuan investasi.

Investasi di Aplikasi Reksadana Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksadana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksadana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.

Beli Reksadana di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/Ni Putu Kurniasari/hm)

Tentang Penulis

Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.

Pertanyaan Umum

Mengapa RD Pasar Uang Syariah menarik saat ini?

Karena cocok untuk menjaga likuiditas dengan risiko relatif rendah di tengah pasar yang masih berfluktuasi dan harga sukuk negara terbilang stabil.


Mengapa mempertimbangkan investasi berbasis USD?

Penguatan dolar AS sekitar 8,02% YTD membuat instrumen berbasis USD layak dicermati sebagai bagian dari diversifikasi portofolio.


Apakah saat ini waktu yang tepat membeli emas?

Koreksi harga emas dapat menjadi peluang akumulasi bertahap bagi investor dengan horizon investasi jangka panjang.

Profil Penulis

Hanum Kusuma Dewi

Hanum Kusuma Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi termasuk reksa dana, saham, SBN hingga emas. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang mena