
Bareksa - Yield benchmark sukuk negara (PBS) bergerak stabil di kisaran 7,2%, menunjukkan pasar obligasi syariah mulai kondusif. Kondisi ini dapat menjadi momentum akumulasi pada reksa dana pendapatan tetap syariah.
Seiring dengan stabilnya pasar obligasi dan sukuk negara, reksa dana pendapatan tetap syariah yang memiliki underlying aset ini berpotensi diuntungkan.
Pilihan Reksa Dana Pendapatan Tetap Syariah
Produk | Return 1 Bulan |
|---|---|
Trimegah Dana Tetap Syariah Kelas A | +0,62% |
Sucorinvest Sharia Sukuk Fund Kelas A | +0,30% |
Sumber: Bareksa, data per 2 Juli 2026
Reksa dana pasar uang bisa menjadi pilihan menjaga likuiditas sementara mengelola nilai investasi dengan risiko relatif rendah.
Pilihan Reksa Dana Pasar Uang Syariah
Produk | Return 1 Bulan |
|---|---|
Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia | +0,27% |
Insight Money Syariah | +0,33% |
Sumber: Bareksa, data per 2 Juli 2026
Bagi investor yang ingin memiliki eksposur terhadap aset berbasis dolar AS, reksa dana USD bisa menjadi pilihan. Pilihan pasar uang untuk parkir dana dengan tetap memperoleh potensi imbal hasil.
Reksa Dana Pasar Uang USD | Return 1 Bulan |
|---|---|
BRI Seruni Likuid Dolar | +0,24% |
Bahana Liquid USD | +0,23% |
Sumber: Bareksa, data per 2 Juli 2026
Sementara itu, reksa dana pendapatan tetap USD menawarkan peluang return yang lebih menarik, seperti STAR Fixed Income Neo AI Dollar. Produk ini menawarkan diversifikasi melalui instrumen obligasi berdenominasi dolar AS dengan pendekatan AI-Managed, sehingga berpotensi memperoleh manfaat dari pertumbuhan saham-saham teknologi Amerika Serikat.
Reksa Dana Pendapatan Tetap USD | Return 3 Bulan |
|---|---|
STAR Fixed Income Neo AI Dollar | +4,71% |
Sumber: Bareksa, data per 2 Juli 2026
Koreksi harga emas di bawah US$4.000 per troy ounce dapat menjadi peluang bagi investor jangka panjang untuk melakukan akumulasi secara bertahap (buy on weakness).
Harga beli emas digital per 2 Juli 2026:
Platform | Harga/gram |
|---|---|
Treasury | Rp2.450.007 |
Pegadaian | Rp2.538.638 |
Indogold | Rp2.538.638 |
Sumber: fitur Bareksa Emas
Emas tetap menjadi salah satu aset lindung nilai (safe haven) yang dapat melengkapi portofolio investasi, terutama ketika ketidakpastian global masih tinggi.
Selain Reksadana Pasar Uang, investor juga dapat mulai menyiapkan dana untuk Obligasi Negara Ritel ORI030 yang akan memasuki masa penawaran pekan depan. ORI030 layak dicermati karena menawarkan kupon tetap hingga jatuh tempo, dijamin pemerintah, pajak kupon lebih rendah dibanding deposito, serta berpotensi memberikan capital gain di pasar sekunder. ORI030 berpeluang menawarkan kupon menarik karena ditawarkan saat suku bunga sedang tinggi dengan BI Rate di level 5,75%, dan diprediksi menawarkan imbal hasil tertinggi sejak 2019.
Jadwal ORI030 (tentatif):
3 Juli 2026: Pengumuman kupon
6-30 Juli 2026: Masa penawaran
6 Agustus 2026: Setelmen
15 September 2026: Kupon pertama
Instrumen | Pandangan |
|---|---|
RD Pasar Uang | Menjaga likuiditas dengan potensi imbal hasil yang kompetitif |
RD Pendapatan Tetap USD | Diversifikasi aset berbasis dolar AS |
Emas | Peluang akumulasi bertahap setelah koreksi harga |
Sumber: Tim Analis Bareksa
Investor tetap disarankan menyesuaikan pilihan investasi dengan tujuan keuangan, profil risiko, dan jangka waktu investasi masing-masing.
Yield obligasi syariah atau sukuk Indonesia yang mulai stabil di kisaran 7,2% dan penguatan dolar AS sekitar 8,02% YTD terhadap rupiah membuat strategi defensif masih relevan. Reksa Dana Pasar Uang Syariah dapat menjadi pilihan untuk menjaga likuiditas, sementara Reksa Dana Pendapatan Tetap USD menawarkan alternatif diversifikasi aset berbasis dolar AS. Di sisi lain, koreksi harga emas dapat dimanfaatkan investor jangka panjang untuk melakukan akumulasi secara bertahap sesuai profil risiko dan tujuan investasi.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksadana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksadana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Ni Putu Kurniasari/hm)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
***
DISCLAIMER
Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.
Karena cocok untuk menjaga likuiditas dengan risiko relatif rendah di tengah pasar yang masih berfluktuasi dan harga sukuk negara terbilang stabil.
Penguatan dolar AS sekitar 8,02% YTD membuat instrumen berbasis USD layak dicermati sebagai bagian dari diversifikasi portofolio.
Koreksi harga emas dapat menjadi peluang akumulasi bertahap bagi investor dengan horizon investasi jangka panjang.