Asing Borong SBN Seiring New Normal, Kinerja Reksadana Pendapatan Tetap Moncer

Enam reksadana pendapatan tetap di Bareksa berhasil meraih return 0,03 persen hingga 0,24 persen sehari kemarin
Jumat, 05 Juni 2020 11:51:40 WIB Abdul Malik
Image
Ilustrasi investor sedang merencanakan investasinya di reksadana pendapatan tetap (shutterstock)

Bareksa.com - Harga obligasi rupiah Pemerintah Indonesia pada Rabu (3/6/2020) naik signifikan didorong oleh minat investor asing masuk ke pasar keuangan Tanah Air jelang dibukanya tatanan normal baru (new normal).

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan yang dilansir CNBC Indonesia, tercatat nilai outstanding atau posisi kepemilikan investor asing (non-resident) mencapai Rp932,41 triliun hingga 2 Juni 2020. Angka tersebut sekitar 30,56 persen dari total nilai SBN yang tercatat di DJPPR yang sebesar Rp3.050,74 triliun.

Kepemilikan asing tersebut berkurang Rp107,24 triliun, jika dibandingkan dengan nilai outstanding kepemilikan asing pada SBN sebelum Maret 2020 kepemilikan asing mencapai Rp1.039,65 triliun. Kemudian pada 2 April kepemilikan asing mencapai Rp931,88, sementara 4 Mei kepemilikan asing Rp924,99 triliun (2 Mei bertepatan dengan Sabtu).

Mengacu data tersebut, sejak Maret lalu kepemilikan asing memang cenderung turun, namun per Juni ini asing kembali masuk ke pasar SBN. Minat investor terhadap SBN sangat menggembirakan, hal ini juga tercermin dari permintaan yang masuk pada lelang Selasa lalu yang mencapai Rp105,27 triliun. Angka penawaran ini merupakan rekor baru sejak 18 Februari 2020 lalu, kala mencapai Rp127,12 triliun atau merupakan penawaran terbesar kedua sepanjang 2020.

Apresiasi di pasar SBN ini terdorong oleh sentimen positif dari new normal atau singkatnya menjalankan kehidupan dengan protokol kesehatan yang ketat di tengah pandemi penyakit virus corona (Covid-19) mulai dilakukan di seluruh belahan bumi ini. Dengan demikian, roda bisnis perlahan kembali berputar dan berpeluang terlepas dari ancaman resesi global.

Selain itu, yang jadi faktor pendukung juga karena kebijakan yang dilakukan oleh BI, pemerintah serta otoritas terkait dalam menangani pandemi virus corona. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memastikan koordinasi erat akan tetap dilakukan dengan pemerintah serta otoritas terkait dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Di mana kebijakan moneter BI disinergikan dengan kebijakan fiskal pemerintah agar sampai ke sektor riil.

Seiring menguatnya pasar SBN, bagaimana kinerja reksadana pendapatan tetap?

Berdasarkan data reksadana yang tersedia di Bareksa, tercatat ada enam produk reksadana yang berhasil membukukan imbal hasil positif dalam sehari kemarin (4 Juni 2020). Enam reksadana pendapatan tetap itu berhasil meraih return 0,03 persen hingga 0,24 persen.

Enam produk itu ialah Medali Dua return 0,24 persen, BNP Paribas Prima USD Kelas RK1 (0,19 persen), Schroder USD Bond Fund (0,19 persen), Manulife USD Fixed Income (0,16 persen), Manulife Obligasi Negara Indonesia II Kelas A (0,08 persen) serta Syailendra Pendapatan Tetap Premium (0,03 persen).

Top 6 Reksadana Pendapatan Tetap Sehari (4 Juni 2020)


Sumber : Bareksa

Sepekan terakhir (per 4 Juni 2020), top 10 reksadana pendapatan tetap berhasil membukukan imbal hasil 1,55 persen hingga 2,46 persen. Posisi 5 besar yakni Manulife Obligasi Negara Indonesia II Kelas A return 2,46 persen, Cipta Bond (2,38 persen), Medali Dua (2,3 persen), Syailendra Fixed Income Fund (1,76 persen) dan Majoris Obligasi Utama Indonesia (1,74 persen).

Top 10 Reksadana Pendapatan Tetap Sepekan (per 4 Juni 2020)


Sumber : Bareksa

Dalam sebulan terakhir (per 4 Juni 2020), top 10 reksadana yang berbasiskan aset fixed income di Bareksa berhasil meraih imbal hasil 4,4 persen hingga 5,35 persen. Top 5 di antaranya Cipta Bond return 5,35 persen, Victoria Obligasi Negara (5,31 persen), Medali Dua (5,28 persen), Schroder Dana Mantap Plus II (5,03 persen) dan Syailendra Fixed Income Fund (4,9 persen).

Top 10 Reksadana Pendapatan Tetap 1 Bulan (per 4 Juni 2020)


Sumber : Bareksa

Secara year to date (per 4 Juni 2020), rekadana pendapatan tetap membukukan imbal hasil 2,38 persen hingga 4,61 persen. Top 5 di antaranya Manulife Obligasi Unggulan Kelas A return 4,61 persen, Mega Asset Mantap Plus (4,38 persen), Manulife Obligasi Negara Indonesia II Kelas A (3,9 persen), Cipta Bond (3,66 persen) dan Medali Dua (3,63 persen. 

Top 10 Reksadana YtD 2020 (per 4 Juni)


Sumber : Bareksa

Reksadana ialah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Reksadana juga diartikan, sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi.

Sebagaimana dikutip dari Bursa Efek Indonesia (BEI), reksadana dirancang sebagai sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal, mempunyai keinginan untuk melakukan investasi, namun hanya memiliki waktu dan pengetahuan yang terbatas. Selain itu, reksadana juga diharapkan dapat meningkatkan peran pemodal lokal untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Reksadana memberikan imbal hasil (return) dari pertumbuhan nilai aset-aset yang ada dalam portofolionya. Imbal hasil ini potensinya lebih tinggi dibandingkan dengan deposito atau tabungan bank.

Sebaiknya, jenis reksadana yang dipilih bisa disesuaikan dengan karakter kita apakah seorang high-risk taker, medium-risk taker atau low-risk taker. Jika kita kurang berani untuk mengambil risiko rugi, bisa memilih reksadana pasar uang.

Namun, jika kita cukup berani tapi masih jaga-jaga untuk tidak terlalu rugi, bisa coba fixed income (reksadana pendapatan tetap) atau balanced (reksadana campuran). Sementara jika kita cukup berani ambil risiko, bisa berinvestasi di reksadana saham (equity).

Selalu sesuaikan instrumen investasi dengan profil risiko dan target investasi kamu.

***

Ingin berinvestasi yang aman di reksadana dan diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER