Taralite, P2P Lending Grup OVO Kantongi Lisensi OJK

Layanan pinjaman seperti ini bisa mengembangkan potensi dan usaha bisnis termasuk dalam upaya pemulihan kegiatan ekonomi
Rabu, 03 Juni 2020 18:18:10 WIB Martina Priyanti
Image
Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki (kedua kanan), Co-Founder dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya (kanan) dan President Director OVO Karaniya Dharmasaputra (kiri) berbincang di sela-sela peluncuran Gerakan Warung Pintar. (dok. OVO)

Bareksa.com - Penyelenggara layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi, Taralite besutan PT Indonusa Bara Sejahtera, mengumumkan telah mendapatkan lisensi resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Lisensi dimaksud tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-19/D.05/2020 tertanggal 19 Mei 2020, yang menyebutkan Taralite yang sebelumnya berstatus "terdaftar" di OJK, kini meningkat menjadi perusahaan P2P Lending berlisensi resmi.

Adapun Taralite adalah perusahaan peer to peer (P2P) lending milik Grup OVO. Dengan terbitnya lisensi dari OJK, maka Taralite bersama OVO (PT Visionet Internasional) akan terus mendukung upaya pemerintah merealisasikan visi dan misi ekonomi digital Indonesia, khususnya membawa masyarakat lebih dekat ke berbagai layanan keuangan digital, termasuk sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Direktur Utama Taralite, Sharly Rungkat menyampaikan melalui layanan Taralite dan OVO, pengguna dan juga pelaku UMKM akan memperoleh keluasan akses ke layanan yang belum dimanfaatkan, termasuk pinjaman konsumen dan bisnis, khususnya dari sektor UMKM.

"Layanan pinjaman seperti ini bisa mengembangkan potensi dan usaha bisnis, termasuk dalam upaya pemulihan kegiatan ekonomi serta bisnis di era new normal," ujar Direktur Utama Taralite Sharly Rungkat dalam keterangan tertulis seperti dikutip Kontan, Rabu (3/6/2020).

Karaniya Dharmasaputra, Presiden Direktur OVO  menambahkan, "kami menyambut baik kolaborasi strategis dengan Taralite sebagai bagian dari ekosistem OVO untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Kolaborasi ini akan menjadi solusi untuk mendukung kebutuhan usaha mereka dari sisi modal usaha UMKM."

Data Badan Pusat Statistik, kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 60 persen, serta menyerap 97,22 persen tenaga kerja nasional. Hanya saja, kurang dari 15 persen UMKM memiliki akses terhadap produk pembiayaan.

Bersama dengan OVO, menjelang awal 2020, Taralite mengeluarkan DanaTara sebagai pengelolaan arus kas dan solusi tambahan modal usaha bagi pelaku UMKM Indonesia.

Layanan Taralite telah tersedia bagi para pelaku UMKM yang tergabung dalam platform e-commerce seperti Tokopedia, Lazada, Shopee, dan BukaLapak. Diharapkan, dapat mendukung kebutuhan UMKM untuk memperoleh pembiayaan modal usaha dengan cara yang jauh lebih mudah dan sederhana.

Pembiayaan bagi UMKM secara online yang disedikan Taralite sampai dengan Rp500 juta dengan status pengajuan yang diproses dalam 2 hari hingga 5 hari kerja dan tenornya sampai dengan 12 bulan. Pinjaman yang disalurkan Taralite mengalami pertumbuhan 50 persen dari awal 2020 sejauh ini dan telah ada 500 ribu pegiat UMKM tergabung dalam ekosistem OVO.

Karaniya mengatakan sebagai pelaku industri teknologi finansial (tekfin), OVO mengemban tanggung jawab untuk mempercepat inklusi keuangan melalui layanan yang aman dan merangkul masyarakat, termasuk pegiat UMKM.

"Saat ini, OVO tengah melaksanakan implementasi QRIS sesuai arahan Bank Indonesia dan kami percaya bahwa inovasi sistem pembayaran merupakan langkah awal pemanfaatan teknologi bagi perkembangan UMKM,” kata Karaniya.

Terkait upaya meningkatkan pembiayaan bagi UMKM, OVO bekerja sama dengan Tokopedia melalui Mitra Tokopedia dan Warung Pintar, menginisiasi Festival Gerakan Warung Nasional pada akhir tahun lalu dalam rangka memajukan ekosistem warung sekaligus mengakselerasi pemerataan ekonomi digital di Tanah Air.

OVO hadir sebagai mitra strategis untuk memberikan edukasi mengenai pembayaran dan layanan keuangan digital bagi pelaku UMKM nasional. Turut hadir dalam acara dimaksud, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki, Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra, CEO dan Founder Tokopedia William Tanuwijaya, CEO dan Co-Founder Warung Pintar Agung Bezharie Hadinegoro, dan Ketua Umum Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia Sharmila.

OVO saat ini memang sedang gencar ekspansi dan memperluas bisnisnya di jasa keuangan. Selain pijaman, OVO juga akan ekspansi ke bisnis asuransi. Bekerja sama dengan Bareksa sebagai agen penjual reksadana resmi yang telah mendapat lisensi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), OVO akan segera meluncurkan produk reksadana pasar uang dalam platformnya.

Awal Oktober tahun lalu, OVO dinyatakan bergabung di jajaran unicorn asal Indonesia, sebagai perusahaan pembayaran dan layanan keuangan digital pertama. Dalam laporan CB Insights bertajuk The Global Unicorn Club disebutkan OVO memiliki valuasi US$2,9 miliar atau setara Rp40,6 triliun.

(AM)



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER