Pemerintah akan Terbitkan SBN Rp990,1 Triliun pada Juni-Desember 2020

Penerbitan surat utang akan melalui lelang di pasar domestik, private placement dan SBN skema khusus dengan BI
Rabu, 27 Mei 2020 17:00:24 WIB Martina Priyanti
Image
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Luky Alfirman. (Bareksa/AM)

Bareksa.com - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan, berencana menerbitkan Surat Utang Negara (SBN) senilai Rp990,1 triliun, untuk menutupi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020. Demikian bagian draf kajian Kementerian Keuangan berjudul Skema Pemulihan Ekonomi seperti dikutip Kontan.co.id, Rabu (27/5/2020).

Pemerintah memperkirakan defisit APBN 2020 akan mencapai Rp1.028,5 triliun atau setara 6,27 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Di sisi lain, total utang baru tersebut berupa penerbitan Surat Berhaga Negara (SBN) untuk kebutuhan periode Juni-Desember 2020. Sementara itu, hingga 20 Mei 2020 realisasi SBN mencapai Rp420,8 triliun.

Sisa target penerbitan SBN senilai Rp990,1 triliun sendiri, rencananya akan dipenuhi melalui penerbitan surat utang melalui lelang di pasar domestik, private placement, dan SBN skema khusus dengan Bank Indonesia (BI). Sementara itu, penerbitan SBN ritel direncanakan senilai Rp40 triliun hingga Rp50 triliun. Sedangkan penerbitan SBN valas, diperkirakan akan sekitar US$4 miliar sampai US$7 miliar.

Direktur Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman menyampaikan dari total utang baru tersebut sudah termasuk pembiyaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Hanya saja, ia mengaku belum memastikan berapa porsi SBN untuk program PEN.

Tapi, Kementerian Keuangan telah mematok total anggaran program PEN Rp641,17 triliun. Program itu di antaranya akan didanai lewat belanja negara senilai Rp427 triliun dan lainnya yakni senilai Rp133,51 triliun dari pembiayaan.

Luky menjelaskan skema SBN khusus untuk pembiayaan program PEN yang akan diatur dalam bentuk Surat Keputuhan Bersama (SKB) antara Pemerintah dan Bank Indonesia (BI). Nah, saat ini skema maupun scoping dimaksud, masih terus didiskusikan secara intensif.

"Jika sudah disepakati pasti akan kita umumkan," kata Luky.

Apa yang disampaikan Luky tersebut, terkait isi Pasal 21 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional dalam Rangka Mendukung Kebijakan Keuangan Negara untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan atau Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomuan Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan serta Penyelamatan Ekonomi Nasional.

(AM)

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Pemerintah membuka masa penawaran Sukuk Ritel seri SR012 mulai 24 Februari 2020 dan telah berakhir pada 18 Maret 2020. Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi SBN seri selanjutnya? Segera daftar di sbn.bareksa.com sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP. Baca panduannya di sini.

Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di sbn.bareksa.com untuk memesan SBN seri berikutnya.

Bila sudah memiliki akun Bareksa untuk reksadana sebelumnya, segera lengkapi data Anda berupa NPWP dan rekening bank yang dimiliki.

Kalau belum punya NPWP, tapi mau beli SBN? Kita juga bisa meminjam NPWP punya orang tua atau suami.

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER