Inilah Top 20 MI Juara AUM Reksadana Pendapatan Tetap April 2020

Berbeda dari bulan lalu, Avrist AM masuk dalam daftar top 20 MI juara AUM reksadana pendapatan tetap
Jumat, 15 Mei 2020 16:18:01 WIB Martina Priyanti
Image
Ilustrasi investor sedang merencanakan investasinya di reksadana pendapatan tetap (shutterstock)

Bareksa.com - Reksadana pendapatan tetap (fixed income) pada April 2020 kembali mengalami pertumbuhan minus pada pertumbuhan dana kelolaan (AUM). Namun, koreksi dana kelolaan reksadana pendapatan tetap pada bulan lalu, tidak sebesar dibandingkan Maret 2020 yang mencapai minus 5,91 persen secara year to date (YtD).

Pada April 2020, dana kelolaan reksadana fixed income secara year to date (YtD), mengalami pertumbuhan minus 5,67 persen menjadi Rp115,13 triliun. Sebelumnya pada Maret 2020, dana kelolaan reksadana pendapatan tetap tercatat Rp114,84 triliun.

Meski begitu, secara bulanan atau month on month/MoM, AUM reksadana pendapatan tetap bertambah atau naik tipis Rp33 miliar dari Rp14,8 triliun pada Maret 2020 jadi Rp115,13 triliun pada April 2020. Artinya gejolak pasar modal mulai mereda, dan investor kembali menananmkan investasinya di reksadana.

Nilai AUM reksadana pendapatan tetap Maret 2020 anjlok signifikan dibandingkan Desember 2019 yang sebesar Rp122 triliun.


Sumber : Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report April 2020

Di sisi lain laporan Bareksa : Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report April 2020 mencatat, jumlah unit reksadana pendapatan tetap pada April 2020 sebesar 75,4 juta unit.

Meski terdapat koreksi pada pertumbuhan dana kelolaan maupun pertumbuhan unit pada reksadana pendapatan tetap, kinerja sejumlah Manajer Investasi (MI) tercatat masih ada yang mencatatkan kinerja positif baik secara year to date (YtD) maupun year on year (YoY).

Berikut Top 5 Manajer Investasi dengan dana kelolaan reksadana pendapatan tetap terbesar April 2020 :

1. Sinarmas AM

Seperti halnya pada Maret 2020, Sinarmas AM masih menjadi juara pertama manajer investasi dengan perolehan dana kelolaan atau AUM reksadana pendapatan tetap. Pada April 2020, Sinarmas AM membukukan dana kelolaan pendapatan tetap Rp14,16 triliun.

Sinarmas AM yang menguasai market share reksadana pendapatan tetap 12 persen, mengalami pertumbuhan dana kelolaan 2 persen secara year to date (YtD) dan 5 persen secara year on year (YoY).

2. Batavia PAM

Ranking kedua dana kelolaan reksadana pendapatan terbesar pada April 2020 pun masih ditempati oleh PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (Batavia PAM). Dana kelolaan reksadana pendapatan tetap Batavia PAM pada April senilai Rp11,29 triliun dan penguasaan pangsa pasar 10 persen.

AUM reksadana pendapatan tetap Batavia PAM pada Maret berhasil tumbuh 7 persen secara tahunan (YoY) tapi secara year to date (YtD) minus 1 persen.

3. Bahana TCW

Posisi ketiga MI dengan dana kelolaan reksadana pendapatan tetap terbesar pada April 2020, ditempati juara yang sama pada Maret 2020 yakni PT Bahana TCW Investment Management. AUM reksadana pendapatan tetap Bahana TCW pada April 2020 tercatat Rp11,01 triliun.

Dibandingkan Maret 2020, Bahana TCW berhasil menaikan pangsa pasarnya 1 persen menjadi 10 persen pada April 2020.


Sumber : Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report April 2020

4. Manulife AM

PT Manulife Aset Manajemen Indonesia berada di posisi sama seperti Maret 2020, yakni menempati urutan keempat MI dengan perolehan dana reksadana pendapatan tetap terbesar. Pada April 2020, AUM reksadana pendapatan tetap Manulife AM tercatat Rp10,87 triliun dan market share 9 persen.

Manulife berhasil mencetak kenaikan dana kelolaan reksadana pendapatan tetap 20 persen secara year on year (YoY) dan 1 persen secara bulanan.

5. Mandiri Investasi

Posisi lima MI dengan perolehan dana kelolaan reksadana pendapatan tetap terbesar pada April 2020, juga masih ditempati jawara kelima pada bulan sebelumnya yakni PT Mandiri Manejemen Investasi (MMI). Dana kelolaan reksadana pendapatan tetap Mandiri Investasi pada April 2020 senilai Rp7,52 triliun dan market share 7 persen.

Top 20 MI

Pertumbuhan dana kelolaan reksadana pendapatan tetap pada April 2020 terbesar secara bulanan (MoM), ditorehkan Sequis AM. Sequis AM yang berada pada posisi ke-19 Manajer Investasi dengan dana kelolaan reksadana pendapatan tetap terbesar pada April 2020, tercatat mengalami pertumbuhan AUM sebesar 4 persen secara bulanan.  

Sedangkan Ashmore yang berada pada posisi ke-10 Manajer Investasi dengan dana kelolaan reksadana pendapatan tetap terbesar pada April 2020, tercatat sebagai manajer investasi yang mengalami pertumbuhan AUM paling besar secara year to date (YtD) yakni 16 persen dan secara tahunan/YoY sebesar 108 persen.   

Sementara itu, dibandingkan Maret 2020, terdapat nama baru dalam daftar 20 Manajer Investasi dengan dana kelolaan reksadana pendapatan tetap terbesar pada April 2020 yakni Avrist pada posisi ke-20. Avrist berhasil membukukan dana kelolaan reksadana pendapatan tetap Rp1,19 triliun pada April 2020.

Secara tahunan atau year on year (YoY), dana kelolaan reksadana pendapatan tetap Avrist tumbuh 60 persen dan 1 persen secara bulanan, meski secara year to date (YtD) minus 1 persen.


Sumber : Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report April 2020

Sebagai informasi, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Sementara reksadana pendapatan tetap adalah jenis reksadana yang menginvestasikan sekurang-kurangnya 80 persen dari asetnya dalam bentuk efek utang atau obligasi. Obligasi atau surat utang ini bisa yang diterbitkan oleh perusahaan (korporasi) maupun obligasi pemerintah.

Tujuannya untuk menghasilkan tingkat pengembalian yang stabil. Risikonya relatif lebih besar daripada reksadana pasar uang tetapi lebih moderat dibandingkan saham sehingga cocok untuk jangka waktu 1 sampai 3 tahun.

Sesuai dengan karakternya, reksadana pendapatan tetap ini memiliki tingkat pengembalian hasil yang stabil karena memiliki aset surat utang atau obligasi yang memberikan keuntungan berupa kupon secara rutin.

Dalam jangka pendek dan menengah, nilai aktiva bersih (NAB) dari reksa dana pendapatan tetap cenderung naik stabil dan tidak banyak berfluktuasi (naik-turun). Karena itu, reksadana ini cocok untuk investor bertipe konservatif (risk averse).

Sebagai informasi tambahan, sebagian isi artikel ini merupakan cuplikan dari laporan bulanan Industri reksadana Bareksa: Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report April 2020. Untuk berlangganan laporan ini silakan hubungi marketing@bareksa.com (cc: data@bareksa.com).

(AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER