Lima Tips Aman Investasi Reksadana Online di Rumah Aja

Dana reksadana aman disimpan Bank Kustodian dan transaksi menggunakan keamanan berlapis
Kamis, 07 Mei 2020 11:14:29 WIB Hanum Kusuma Dewi
Image
Berkaitan dengan keamanan dana investasi di reksadana, investor tidak perlu khawatir karena dana tersimpan aman di Bank Kustodian, yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengawasi dan menjaga aset reksadana dari manajer investasi.

Bareksa.com - Pandemi virus corona atau Covid-19 memaksa kita tinggal di rumah saja. Kondisi ini membuat kita semakin sering melakukan aktivitas secara online, termasuk bertransaksi untuk berinvestasi.

Berkaitan dengan keamanan dana investasi di reksadana, investor tidak perlu khawatir karena dana tersimpan aman di Bank Kustodian, yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengawasi dan menjaga aset reksadana dari manajer investasi.

Bank Kustodian hanya dapat mengeluarkan efek atau dana yang tercatat pada rekening efek atas perintah tertulis dari pemegang rekening atau pihak yang diberi wewenang untuk bertindak atas namanya.

Selain itu, demi kenyamanan berinvestasi secara online ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar semua berjalan aman. Sehingga, risiko-risiko kejahatan dunia maya (cyber crime) bisa kita hindari.

Berikut lima tips aman untuk bertransaksi reksadana secara online, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan

1. Pastikan Situs Aman

Selalu akses situs investasi yang aman dan terpercaya. Untuk memastikannya, kita bisa melihat simbol gembok di sebelah kiri dari alamat atau URL situs, yang menandakan situs itu aman (secured).

Sebagai contoh, halaman transaksi reksadana di marketplace investasi Bareksa sudah terlindungi (secured), yang terlihat dari alamatnya yakni https://www.bareksa.com/.

Hal ini juga berlaku untuk situs-situs e-commerce partner Bareksa yang menjadi gerai penjualan reksadana, seperti Tokopedia dan Bukalapak.

2. Gunakan Jaringan Pribadi

Perhatikan penggunaan tempat dan jaringan untuk mengakses situs reksadana online. Sebisa mungkin jangan menggunakan komputer umum untuk masuk dan mengakses situs saat akan mulai berinvestasi.

Jika terpaksa memakai perangkat umum atau pinjaman, segera logout dan bersihkan history serta clear cookies/cache browser.

Selain itu, hindari pula jaringan WiFi di tempat-tempat publik untuk keperluan transaksi. Hal ini sangat rawan bisa menjadi “pintu masuk” bagi pelaku cyber crime.

Yang paling mudah adalah kita menggunakan aplikasi yang ada di dalam smartphone atau handset kita pribadi. Aplikasi ini biasanya menggunakan keamanan berlapis, seperti kata sandi, pindai sidik jari, dan verifikasi nomor handphone.

3. Ganti Password Berkala

Gantilah password atau kata sandi untuk masuk (login) ke situs atau aplikasi tempat investasi kita secara berkala. Kita juga perlu mengganti password untuk e-mail kita untuk mencegah hal-hal tidak diinginkan.

Untuk mengganti password ini di Bareksa, caranya adalah dengan login, lalu buka menu Profil. Kemudian pilih menu Ganti Password.

Di situs e-commerce rekanan Bareksa seperti Tokopedia dan Bukalapak, kita juga bisa mengganti password dengan mengakses menu Akun. Kemudian pilih pengaturan dan ganti kata sandi.

4. Rahasiakan OTP

Transaksi di Bareksa atau di gerai e-commerce rekanan seperti Tokopedia dan Bukalapak menggunakan keamanan berlapis, termasuk menggunakan OTP (One Time Password) atau kata sandi sekali pakai yang hanya dapat diakses secara real time oleh pemilik akun.

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, Bank Kustodian harus memastikan order atau instruksi reksadana datang dari pemilik rekening itu sendiri untuk pencairan reksadana. Maka, OTP ini secara khusus digunakan dalam pencairan reksadana untuk verifikasi yang langsung diterima oleh pemilik rekening melalui nomor telepon terdaftar.

Bila kita tidak melakukan transaksi apapun tetapi mendapatkan kode OTP, kita bisa mengabaikannya saja. Selain itu, jangan pernah membagikan kode OTP ini kepada orang lain dengan alasan apapun.

5. Jaga Data Pribadi

Kejahatan online yang selama ini banyak mengincar para pengguna kartu kredit bisa juga menimpa kita sebagai calon investor reksa dana. Jangan sembarangan memasukkan biodata pada laman-laman yang tidak Anda yakini keamanannya.

Juga jangan pernah memberikan data kepada pihak yang mengaku dari Bareksa atau rekanannya. Bila menghadapi kendala, hanya hubungi customer service Bareksa di Call Center: 021-50117000 atau e-mail cs@bareksa.com.

Pastikan informasi resmi terbaru dari Bareksa melalui media sosial resmi berikut:

Facebook Group: Bareksa Fund Academy
Facebook Fanpage: Bareksa
Twitter: @bareksacom
Instagram: @bareksa_com
LinkedIn: Bareksa.com (PT. Bareksa Portal Investasi)
Youtube: Bareksa.com

Jangan khawatir, bila kita sudah mengikuti tips di atas, bisa dipastikan bahwa data dan dana kita masih aman di reksadana. Lihat juga cara membaca keuntungan reksadana di Tokopedia Reksadana di artikel ini.

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.

 



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER