CEO Bahana TCW, Edward Lubis : Hingga Maret Dana Kelolaan Kami Rp44,75 Triliun

Disarankan khususnya kepada nasabah ritel, untuk lebih konservatif dalam mengalokasikan pada jenis-jenis reksadana
Rabu, 08 April 2020 13:15:40 WIB Martina Priyanti
Image
Edward Parlindungan Lubis, Bahana TCW Investment Management. (Humas Bahana TCW IM)

Bareksa.com - Sejak 16 Maret 2020, PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW) memberlakukan sistem kerja dari rumah (work from home) sesuai arahan pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan untuk meminimalisir penyebaran wabah corona. Meski demikian, Direktur Utama Bahana TCW, Edward Parlindungan Lubis menyatakan layanan kepada stakeholders termasuk investor Bahana TCW berjalan seperti biasa.

Pelaksanaan WFH oleh Bahana TCW dengan mempertimbangkan dua prioritas yakni pertama, kepentingan nasabah dan Kedua, keselamatan dan kesehatan para karyawan yang merupakan aset utama Bahana TCW. Menurut Edward, kedua hal itu yang menjadi roh dari upaya Bahana TCW menyiapkan business continuity plan (BCP) mengikuti arahan dari OJK.

Terkait pelaksaan WFH oleh Bahana TCW, kesempatan tanya jawab oleh Bareksa dengan Direktur Utama Bahana TCW, Edward Lubis pun dilakukan secara tertulis. Berikut petikan wawancara secara tertulis antara Bareksa dengan CEO Bahana TCW, Edward Lubis pada Rabu (8/4/2020) :

- Berapa total dana kelolaan yang sudah diperoleh Bahana TCW pada tahun ini hingga akhir Maret 2020?

Total dana kelolaan saat ini sekitar Rp44,75 triliun.

- Hingga akhir Maret 2020, berapa banyak produk reksadana baru yang diterbitkan Bahana TCW?

Sampai akhir Maret 2020, kami telah meluncurkan tiga reksadana terproteksi.

- Dari penerbitan produk tersebut, sudah berapa total dana kelolaan yang diperoleh Bahana TCW?

Total dana yang masuk sekitar Rp2,45 triliun.

- Jenis reksadana apa saja yang paling banyak diminati?

Saat ini minat masih seputar reksadana pasar uang dan ada sedikit yang masuk ke reksadana obligasi dan saham.

- Saran Bapak bagi investor reksadana di tengah situasi ekonomi saat ini, sebaiknya jenis reksadana apa yang dipilih?

Kami merekomendasikan khususnya kepada nasabah ritel, untuk lebih konservatif. Misalnya membuat komposisi berinvestasi seperti ini:
50 persen di reksadana pendapatan tetap berbasis Surat Berharga Negara (SBN) karena sudah koreksi lumayan sehingga potensi upside.
25 persen di reksadana saham yang berbasis big cap karena secara valuasi sudah murah. Alokasi masih konservatif mengingat volatilitas masih tinggi.
Sisanya 25 persen di reksadana pasar uang untuk jaga-jaga kalau ada kesempatan mau menambah alokasi di reksadana saham ke depan.

- Apa rekomendasi produk reksadana dari Bahana TCW yang bisa diprioritaskan untuk dipilih oleh investor pada saat ini?

Investor antara lain bisa memilih:
Reksadana Bahana Primavera dan RD Dana Ekuitas Prima karena ini reksadana saham yang big cap.
Reksadana Bahana Dana Likuid untuk pasar uang.
Reksadana Kehati Lestari dan RD Asian Bond Fund untuk pendapatan tetap berbasis SBN.

(AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER