Saran Manulife AM Atur Keuangan Rumah Tangga di Tengah Pandemi Covid-19

Kondisi saat ini menyadarkan kita betapa pentingnya memiliki dana darurat
Rabu, 01 April 2020 16:48:13 WIB Martina Priyanti
Image

Bareksa.com - Penyebaran COVID-19 atau virus Corona yang terus meningkat di Indonesia, membuat pemerintah Indonesia mengeluarkan imbauan untuk menghindari aktivitas di luar dan tetap di rumah. Tak ayal, sejumlah perusahaan juga telah menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (work from home/wfh) untuk karyawannya.

Di sisi lain, aktivitas di rumah saja, memunculkan permasalahan baru berupa lahirnya potensi pengeluaran ekstra yang menyebabkan keuangan rumah tangga bisa menjadi tidak teratur. Krizia Maulana, Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) atau Manulife AM, memberikan sejumlah saran supaya keuangan rumah tangga kembali normal.

Ia menyampaikan hal pertama yang patut dilakukan adalah belajar menerima keadaan. Terlebih, pandemi Corona tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga di belahan dunia lainnya. Makanya, sebagai warga negara tentunya kita harus mematuhi apa yang telah diiimbau oleh pemerintah, untuk menekan penyebaran virus Corona, salah satunya adalah dengan tinggal di rumah saja.

"Tinggal di rumah saja untuk batas waktu yang tidak ditentukan memunculkan sejumlah persoalan baru, dari mulai pengeluaran ekstra rumah tangga, hingga kondisi mental yang dipicu rasa bosan karena tidak bisa keluar kemana-mana. Untuk itu, langkah pertama yang saat ini harus dilakukan adalah siapkan mental," kata Krizia dalam keterangan tertulis yang diterima Bareksa.  

Menurutnya, setiap orang harus menerima keadaan. Saat ini adalah kondisi darurat, tinggal di rumah aaja adalah opsi terbaik demi kebaikan bersama. "Ketika kondisi mental baik, maka kita menjadi lebih siap dalam menghadapi permasalahan baru yang bisa muncul karena pandemi Corona ini," imbuhnya.

Pengeluaran Membengkak

Krizia mengatakan kebijakan tinggal di rumah saja memunculkan permasalahan baru terutama dari sisi pengeluaran yakni membengkaknya pengeluaran rumah tangga antara lain membengkaknya pengeluaran ekstra yang meliputi biaya internet (kuota), listrik, makanan (pokok dan cemilan), hingga pembelian suplemen (vitamin) yang jumlahnya tidak kecil. "Mau tidak mau kita harus menyiapkan biaya ekstra, atau mengambil dari pos lain," lanjutnya.

Nah dia mengatakan, di sinilah pentingnya memiliki dana darurat. "Kita bisa menggunakan sebagian dari dana darurat untuk menutupi pengeluaran ekstra. Namun bagaimana jika tidak memiliki dana darurat? Janganlah mengambil dari pos masa depan yang sudah kita siapkan," kata Krizia.

Menurutnya yang bisa kita lakukan adalah memantau (review) pengeluaran. Apa saja pos-pos yang bisa dialihkan untuk menutupi pengeluaran ekstra. Langkah pertama adalah membuat daftar pengeluaran rutin bulanan untuk mengetahui pos-pos mana yang bisa kita stop dan alihkan untuk menutupi pengeluaran ekstra kita.

Contohnya anggaran transportasi, dan pos gaya hidup (nonton bioskop, makan di restoran, liburan, member gym, dan lainnya) adalah biaya-biaya yang bisa dialihkan untuk menutupi pengeluaran ekstra. Alasannya, pos-pos tersebut tidak akan dikeluarkan selama kita menjalani masa di rumah saja.
 
Bijak Berbelanja

Langkah kedua, dia melanjutkan, adalah menahan nafsu belanja. Ketakutan akan berkurangnya pasokan makanan menyebabkan ada segelintir masyarakat yang melakukan panic buying dengan membeli sejumlah kebutuhan pokok. Padahal pemerintah sudah memastikan pasokan makanan dan kebutuhan rumah tangga tetap aman.

"Jangan panik dan belanja sesuai kebutuhan. Termasuk ketika berbelanja online," ucapanya.

Menurut dia, kemudahan teknologi dan terlalu lama tinggal di rumah, membuat orang merasa bosan. Akhirnya banyak juga yang mengalihkan dengan berbelanja online.

"Namun hati-hati, ini justru membuat kita menjadi keranjingan berbelanja dan menambah pengeluaran rumah tangga," katanya.

Maka, ia menyarankan bijaklah dalam berbelanja khususnya belanja online. Belanjalah sesuai kebutuhan dan manfaatkan diskon yang ditawarkan merchant-merchant online yang banyak bertebaran selama masa di rumah saja.    
 
Tetap Berinvestasi

Krizia mengatalan kondisi saat ini menyadarkan kita betapa pentingnya memiliki dana darurat. Untuk itu, langkah ketiga adalah tetaplah berinvestasi. "Ketika kita menyesuaikan anggaran rumah tangga kita untuk menutupi biaya tambahan selama masa di rumah saja, kita bisa mengurangi sedikit porsi investasi kita," ucapnya.

Ia melanjutkan setelah masa penyesuaian berakhir dan kita sudah bisa menutupi pengeluaran ekstra tersebut, sesuaikan kembali porsi investasi. "Jika memungkinkan menambah porsi untuk membuat porsi dana darurat yang sebelumnya tidak kita miliki," ujarnya lagi. (hm)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.

 

 

 

 

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER