Jangan Kaget, Empat Reksadana Bareksa Ini Terapkan Multi-Share Class per Maret

Reksadana multi-share class menawarkan beberapa tipe kelas bagi investor
Selasa, 31 Maret 2020 14:37:51 WIB Hanum Kusuma Dewi
Image
Yang membedakan satu kelas dengan kelas lainnya pada reksadana tersebut adalah fiturnya yang bersifat administratif, seperti besaran biayanya, pola distribusi hasil investasinya, dan/atau jenis mata uangnya.

Bareksa.com - Sejumlah produk reksadana tersedia di Bareksa kini telah hadir dengan lebih dari satu kelas unit penyertaan (multi-share class). Terobosan ini menjadikan sejumlah produk tersebut memiliki penambahan di belakang namanya.

Apa itu reksadana dengan multi-share class?

Reksadana dengan multi-share class menawarkan beberapa tipe kelas bagi investor. Seluruh share class memiliki kebijakan dan strategi investasi yang sama. Komposisi portofolio dan efek-efek di semua kelas juga sama.

Yang membedakan satu kelas dengan kelas lainnya pada reksadana tersebut adalah fiturnya yang bersifat administratif, seperti besaran biayanya, pola distribusi hasil investasinya, dan/atau jenis mata uangnya.

Selama ini satu manajer investasi dapat menerbitkan beberapa reksadana dengan strategi yang sama, dengan pertimbangan untuk mengakomodir kepentingan investor individu dan investor institusi yang berbeda-beda. Dengan multi-share class, efisiensi dapat terjadi dan menciptakan transparansi.

Multi-share class telah diterapkan sejak lama di luar negeri. Beberapa reksadana dengan multi-share class yang dicatatkan dan diterbitkan di Luxembourg bahkan telah didistribusikan di berbagai negara dengan denominasi yang berbeda-beda.

Sebelumnya, di industri reksadana Indonesia, multi share class pertama kali diterapkan pada produk reksadana Manulife Obligasi Unggulan yang dikelola oleh PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) dan diadministrasikan oleh Standard Chartered Bank Indonesia (Standard Chartered) sebagai bank kustodian.    

Produk di Bareksa

Dalam sebulan ini, ada empat reksadana dari dua manajer investasi, yakni MAMI dan Bahana TCW Investment Management, telah menerapkan multi-share class dalam produknya. Sehingga, produk-produk tersebut mengalami penambahan di namanya.

Tabel Nama Produk Reksadana dengan Fitur Multi-Share Class

Sumber: Bareksa.com

Director & Chief Business Development and Advisory Officer MAMI Heryadi Indrakusuma menyampaikan, bagi perusahaan manajer investasi, reksadana dengan multi-share class sangat bermanfaat dalam hal efisiensi waktu dan biaya.

“Dari segi biaya, cukup banyak komponen biaya yang dapat dihemat. Jika semula manajer investasi mengelola beberapa reksadana dengan strategi yang sama, dengan multi share class dapat disatukan dalam satu reksadana, sehingga cukup mengadministrasikan satu reksadana saja,” jelas dia.

“Sedangkan bagi investor reksadana, manfaatnya adalah mendapatkan potensi imbal hasil yang lebih optimal. Sebab, pengelolaan dana dalam satu portofolio besar akan lebih efisien daripada dalam beberapa portofolio kecil. Manfaat lainnya, investor tidak perlu dipusingkan dengan beragam nama produk, yang sebenarnya isinya sama,” ujar Heryadi.

Apa dampak perubahan ini bagi investor reksadana di Bareksa?

Secara umum, tidak ada perubahan dalam strategi pengelolaan reksadana. Seluruh fitur pada Kelas masing-masing reksadana di atas sama dengan fitur reksadana tersebut sebelum penerapan share class, sehingga tidak ada perubahan apapun pada portofolio investor.

Produk-produk tersebut masih bisa dibeli di Bareksa dengan ketentuan yang sama seperti sebelumnya untuk investor ritel, yakni nilai pembelian awal, pembelian selanjutnya, dan saldo minimum untuk masing-masing reksadana. Demikian juga biaya manajer investasi dan penerapan biaya lainnya tidak berubah bagi investor ritel.

Perubahan yang mungkin terlihat drastis adalah dari segi dana kelolaan (asset under management/AUM) sebelum dan sesudah penerapan multi-share class ini.

Contohnya, AUM reksadana Manulife Obligasi Unggulan sebelum menerapkan multi-share class sebesar Rp1,2 triliun per Oktober 2020, menurut data OJK yang diolah Bareksa. Setelah penerapan fitur ini, AUM terlihat anjlok menjadi tinggal Rp363,33 miliar per November 2020.

Perubahan drastis dari segi dana kelolaan ini terjadi karena pemisahan antara Manulife Obligasi Unggulan Kelas A, dengan kelas lainnya (Kelas I1) yang ditawarkan kepada institusi. Namun, seharusnya hal ini tidak menjadi masalah karena secara total AUM produk Manulife Obligasi Unggulan di semua kelas tidak banyak berubah, atau bahkan naik, menjadi Rp1,33 triliun.

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.

 



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER