Investor Pemula, Ini Reksadana Rekomendasi Bahana TCW di Tengah Corona

Berinvestasi di reksadana pasar uang seperti menyimpan dana di deposito bank
Selasa, 31 Maret 2020 18:14:18 WIB Martina Priyanti
Image
Investor pemula atau yang juga kerap disebut investor awam, disarankan untuk terus mewujudkan niatnya melakukan investasi meski kondisi ekonomi dalam negeri pada saat ini mengalami pelbagai tekanan risiko dampak dari pandemi COVID-19 atau virus corona.

Bareksa.com - Investor pemula atau yang juga kerap disebut investor awam, disarankan untuk terus mewujudkan niatnya melakukan investasi meski kondisi ekonomi dalam negeri pada saat ini mengalami pelbagai tekanan risiko dampak dari pandemi COVID-19 atau virus corona. Nah, berikut rekomendasi jenis investasi pada reksadana yang bisa dipilih oleh investor pemula.

"Untuk kebanyakan investor awam, saya sarankan tetap pada cash dengan reksadana pasar uang atau RDPU yang isinya deposito," ucap Chief Economist & Investment Strategy PT Bahana TCW Investment Management, Budi Hikmat kepada Bareksa, Selasa (31/3/2020).

Alasan apa yang mendasari investor tidak perlu takut berinvestasi di pasar keuangan?

Budi menyampaikan pelaku pasar modal dunia, terutama di bursa Amerika Serikat, sudah mulai menunjukkan sikap kekhawatiran yang mulai berkurang terhadap kondisi ekonomi. Hal ini bisa terlihat dalam indikator kekhawatiran (fear indicator) yang menurun dalam indeks S&P 500 (SPX) di AS.

Seperti di terlihat di dalam grafik, indeks saham SPX (garis merah) mulai merangkak naik akhir Maret ini, setelah turun tajam di titik tertingginya pada Februari. Kenaikan SPX ini seiring dengan adanya kebijakan stimulus pemerintah yang terlihat melonjak (garis hijau).

Sementara itu, bank sentral AS Federal Reserve juga telah menekan suku bunga acuan di level yang sangat rendah mendekati nol (bulatan putih). Di sisi lain, nilai jual bersih investor (panic selling) mulai berkurang, terlihat dari semakin pendeknya batang berwarna merah di bagian bawah grafik.

Sumber : Bahana TCW

Rekomendasi Produk
Nah, untuk produk reksadana pasar uang yang dapat dipilih, Budi Hikmat menyampaikan dari Bahana TCW antara lain Bahana Dana Likuid.  Salah satu produk reksadana pasar uang dari Bahana TCW ini telah diluncurkan pada 16 April 2004.


Sumber : Bahana TCW

Bahana TCW menetapkan minimum pembelian awal Bahana Dana Likuid hanya Rp100 ribu, sehingga terjangkau untuk pemodal dengan dana terbatas.

"Kami punya Bahana Dana Likuid. Namun karena pergerakan market saat ini sudah oversold dan undervalued, bisa nyicil buat investasi di saham. Fear indicator terburuk nampaknya sudah lewat," kata Budi melanjutkan.

Mengapa Reksadana Pasar Uang?

Bareksa menyimpulkan, pada reksadana pasar uang, mayoritas investasi ditempatkan di deposito perbankan dan karena itu risikonya kecil. Artinya, dengan berinvestasi di reksadana pasar uang, Anda jadi seperti menyimpan dana di deposito bank.

Maka dari itu itu, risiko yang kerap ditakutkan -- bahwa modal awal investasi Anda bisa hilang -- menjadi relatif sangat kecil karena mayoritas dana investasi reksadana jenis ini juga ditempatkan di deposito. Juga, sama seperti tabungan bank, Anda dapat menarik dana investasi di reksadana pasar uang kapan pun, dengan cara menjualnya.

Yang paling membedakan deposito bank dengan reksadana pasar uang adalah mekanisme perolehan imbal hasil (return). Jika menempatkan dana di deposito perbankan, Anda baru akan memperoleh pendapatan bunga secara periodik sebulan sekali.

Akan tetapi, pada reksa dana, return diperoleh dari kenaikan Nilai Aktiva Bersih (NAB) -- istilah harga untuk reksadana. Ini sama seperti Anda membeli emas yang keuntungannya langsung akan Anda peroleh dengan menjualnya di harga pasar saat itu.

Selain itu, jangka waktu investasi di reksadana pasar uang pun tidak dibatasi, sama seperti kita menyimpan dana di tabungan. Namun, keuntungan Anda berpeluang memperoleh return lebih tinggi dari deposito. Sedangkan pada produk deposito, ada jangka waktu minimal investasi yang dipersyaratkan, di mana dalam periode tersebut Anda tidak bisa mencairkan dana -- terkecuali dikenai penalti.

Lantas, kenapa RDPU bisa menghasilkan return lebih tinggi, meskipun mayoritas portofolio investasinya juga di deposito? Itu karena posisi tawar yang berbeda.

Jika Anda katakanlah mendepositokan dana Rp10 juta, maka bank hanya akan memberikan suku bunga normal. Tapi, karena pengelola RDPU biasanya menempatkan dana dalam jumlah belasan atau puluhan miliar rupiah, maka bank menawarkan tingkat bunga yang jauh lebih tinggi. (hm)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.
    



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER