Budi Hikmat : Cavalry of Liquidity Tiba, Cemas Mereda, Namun Stay in Cash

Penanganan wabah Covid-19 membutuhkan kerja sama pemimpin dunia untuk kepentingan bersama
Senin, 30 Maret 2020 12:32:54 WIB Abdul Malik
Image
Budi Hikmat, Director for Investment Strategy PT Bahana TCW Investment Management (kiri) bersama manajer investasi sedang diskusi perkembangan terkini pasar modal. (bahanatcw.com)

Bareksa.com - Worse news is good news. Masyarakat Amerika Serikat menjadi sangat resah setelah kasus terjangkiti Covid-19 melonjak mengalahkan China. Lebih dari 3 juta orang mendaftar jobless claim. Ini angka terburuk dalam sejarah.

Hikmahnya mempercepat kompromi politik. Setelah the Fed memangkas suku bunga 150bps dan mengguyur likuiditas quantiative easing, US$660 miliar (2,9% GDP) dalam sepekan. Presieden Amerika Serikat, Donald Trump tidak hanya menyetujui usulan stimulus masif US$2 triliun. Dia kali ini bersikap bersahabat ketika menghubungi Presiden China Xi Jinping.

Bicara hati-hati menggunakan teks. Raksasa General Motors dipaksa segera membuat ventilator untuk membantu masyarakat yang terinveksi saluran pernapasan.


Sumber : tulisan Budi Hikmat

Penanganan wabah Covid-19 membutuhkan kerja sama pemimpin dunia untuk kepentingan bersama. Setelah memaklumkan wabah Covid-19 memicu resesi global, IMF meningkatkan alokasi bantuan keuangan bagi negara yang membutuhkan.

Berbeda dengan sektor riil yang bakal terus bergulat melawan resesi, berbagai stimulus global yang ultra masif meredakan kecemasan di pasar keuangan yang karib dengan pergerakan overshoot akibat pertempuran greed and fear.

Panic selling yang mereda (lihat peraga) mengangkat indeks SPX sepekan lalu 10,3 peesen setelah fast & furious dalam 33 hari terpangkas 34 persen dari paras tertinggi. Terlihat indeks dollar DXY juga berbalik melemah 4,3 persen.


Sumber : tulisan Budi Hikmat

Stay in cash walau valuasi murah

Kami pilihkan empat peraga paling penting untuk investor awam. BFCIUS adalah indikator keseluruhan pasar keuangan AS. Sudah melewati angka terburuk tahun ini, tapi belum cukup aman. Penurunan suku bunga Libor dan pelemahan dolar AS mengakhiri rush-for-cash yang memperlemah rupiah. Indikator corporate risk juga masih dalam tren meningkat.

Sembari mentaati kebijakan pemerintah, tetaplah produktif work from home. Juga kontributif membantu masyarakat yang lebih terimbas. Perkuat mental juara. Saran saya baca buku Filosofi Teras (FT) karangan Henry Manampiring. Suatu way of life inklusif 2300 tahun lalu. Senada dengan nasehat Sunan Kalijaga, FT mengajak bukan mengejek, mencerahkan tanpa menggerahkan. Peace!

Salam investasi

***Penulis adalah Budi Hikmat, Direktur Strategi dan Kepala Makro Ekonomi PT Bahana TCW Investment Management.

 

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER