Ini Penyebab Emas Jadi Penanda Kekayaan Sejak Ribuan Tahun Lalu

Sejak ribuan tahun lalu sebelum masehi, emas sudah menjadi bahan yang melambangkan keagungan
Kamis, 26 Maret 2020 13:34:26 WIB Arief Budiman
Image
Ilustrasi investor emas. (shutterstock)

Bareksa.com - Saat berbicara mengenai kekayaan, banyak orang akan langsung mempertanyakan berapa jumlah emas yang dimiliki selain jumlah harta yang tersimpan di bank. Memang, emas telah menjadi penanda kekayaan seseorang sejak ribuan tahun yang lalu; semenjak manusia telah mengenal peradaban.

Sejak ribuan tahun lalu sebelum masehi, emas sudah menjadi bahan yang melambangkan keagungan dan kejayaan sekaligus kemakmuran. Hiasan tahta emas selalu menjadi bagian dari ornamen sebuah perangkat raja-raja dan bahkan digunakan dalam salah satu bangunan penggalan zaman dahulu.

Sedemikian berharganya emas sehingga kerap kali menimbulkan malapetaka bahkan tidak jarang juga emas menjadi pemicu sebuah perang yang didasari atas kekuasaan.

Hal tersebut cukup menarik mengingat emas sendiri tidak termasuk logam langka dan penggunaannya yang sangat jarang. Secara kimiawi sekalipun, emas tidaklah menarik karena bisa bereaksi dengan unsur lain.

Namun di luar fakta tidak istimewa soal emas, manusia telah menjadikannya sebagai target buruan investasi. Mengapa demikian?

Emas punya banyak hal yang membuatnya menguntungkan secara finansial, antara lain tidak memiliki batas waktu dan sulit dipalsukan. Kelebihan lainnya adalah emas bisa sejajar dengan uang, dalam artian :

• Dapat dengan mudah dijadikan uang tunai.
• Nilainya konsisten seiring dengan pertambahan waktu.
• Dapat dibagi-bagi jika menginginkan nilai tukar yang lebih kecil.
• Nyaman dan memungkinkan untuk dibawa dalam jumlah kecil untuk nilai yang besar.
• Sifatnya pribadi dan kerahasiannya lebih terjaga karena Anda bisa mengontrol dan mengatur siapa yang memilikinya.

Selebihnya, yang membuat emas menarik adalah karena orang tidak mungkin mencetak emas. Sebagai informasi, butuh waktu hingga sepuluh tahun bagi perusahaan atau penambang emas untuk mendapatkan untung atau memulai produksi.

Selain itu, emas juga tidak mungkin mengalami inflasi (penurunan nilai), mengingat tidak mungkin direproduksi oleh bank sentral manapun. Singkat kata, emas bernilai karena memiliki karakter intrinsik yang tidak dimiliki oleh aset lain.

Emas merupakan barang berharga yang menjadi idaman siapapun, terutama bagi mereka yang berasal dari Amerika, Asia dan Afrika. Di luar tersebarnya lokasi ditemukannya emas, pada intinya emas dipandang sebagai salah satu cara untuk membedakan status dan atau kekuasaan seseorang, baik sekarang maupun setelah yang bersangkutan meninggal dunia. Hal inilah yang membuat emas menarik di mata berbagai peradaban dunia.

Penggunaan emas di masyarakat mengalami evolusi seiring dengan pertambahan waktu, terutama sebagai basis perekonomian. Ketika mata uang suatu peradaban ada dalam bentuk koin, emas menjadi tolok ukur status dimana hanya mereka yang masuk dalam golongan berada atau bangsawan sajalah yang mampu memanfaatkannya sebagai alat tukar perdagangan sehingga terdapat wajah raja dalam mata uang emas tersebut.

Peristiwa ini menandai dikendalikannya emas oleh penguasa, dan juga awal mula mengapa emas tidak boleh dimiliki oleh orang awam. Kontrol emas oleh penguasa atau pemerintah inilah yang membuat nilai emas “turun”( dalam artian sudah bisa dimiliki oleh siapa saja) karena penetapan standar yang diberlakukan atasnya. Konsep dan praktik ini terus bergulir hingga era modern seperti dewasa ini.

(KA01/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER