Virus Corona Menyebar, Perlukah Investor Reksadana Ikut Panik?

Dua produk reksadana yang ada di Tokopedia Reksadana berjenis reksadana pasar uang
Rabu, 11 Maret 2020 10:41:30 WIB Hanum Kusuma Dewi
Image
Di tengah kondisi ini, kita sebagai investor sebaiknya tidak ikut panik. Investasi masih bisa terus dilanjutkan, dengan memilih produk yang karakternya stabil dan berisiko rendah, seperti reksadana pasar uang.

Bareksa.com - Wabah virus corona covid-19 membuat masyarakat khawatir karena sudah menyebar secara global, hingga masuk ke Indonesia. Akibat wabah ini, berbagai sektor terkena dampaknya, seperti pariwisata dan perdagangan sehingga bisa berpotensi mengganggu perekonomian.

Kekhawatiran masyarakat ini juga tercermin dalam penurunan investasi di pasar modal, yang terlihat dari penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dampaknya, reksadana yang berbasis saham seperti reksadana saham dan reksadana campuran juga ikut turun.

Namun, para manajer investasi melihat isu penyebaran virus corona ini bersifat sementara dan respon investor sejauh ini cukup berlebihan. Sebab, pemerintah telah melakukan langkah antisipasi untuk mencegah penyebaran. Selain itu, kebijakan untuk mendorong ekonomi juga akan diambil oleh regulator.

"Kondisi ini akan bersifat temporer, karena kami melihat ada peluang COVID 19 akan mulai reda mendekati akhir semester I tahun 2020. Pertumbuhan ekonomi akan lemah pada semester pertama, namun kami melihat ada peluang perbaikan di semester 2 tahun 2020, seiring dengan aktivitas ekonomi yang mulai kembali bangkit," kata Chief Executive Officer (CEO) PT Mandiri Manajemen Investasi, Alvin Pattisahusiwa dalam wawancara tertulis dengan Bareksa.

Di tengah kondisi ini, kita sebagai investor sebaiknya tidak ikut panik. Investasi masih bisa terus dilanjutkan, dengan memilih produk yang karakternya stabil dan berisiko rendah, seperti reksadana pasar uang.

Chief Research and Business Development Officer Bareksa, Ni Putu Kurniasari menilai kondisi pasar yang sedang turun saat ini bisa menjadi kesempatan untuk membeli reksadana di harga murah. Khusus untuk masyarakat yang ingin menghindari risiko, reksadana pasar uang bisa dipilih. "Reksadana jenis pasar uang yang stabil untuk pemula dan investor yang ingin menaruh dana jangka pendek," ujarnya.

Buktinya, pada perdagangan 9 Maret 2020, berdasarkan data reksadana yang dijual di marketplace Bareksa, top 10 imbal hasil (return) harian tertinggi pun semuanya ditempati oleh reksadana pasar uang. Hal ini menandakan reksadana jenis pasar uang sangat kebal terhadap gejolak di bursa saham.

Top 10 Reksadana berdasarkan Return Harian di Marketplace Bareksa per 9 Maret 2020


Sumber: Bareksa

Sekadar informasi, reksadana pasar uang ialah reksadana yang menempatkan seluruh dana kelolaan atau aset investor pada instrumen pasar uang. Instrumen pasar uang adalah efek utang yang jatuh temponya kurang dari setahun, misalnya sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito dan bisa juga obligasi selama jatuh temponya kurang dari satu tahun.

Reksadana pasar uang memiliki beberapa keunggulan yang cukup menarik. Pertama reksadana ini umumnya memiliki imbal hasil yang lebih tinggi dari deposito. Selain itu, bunga deposito terkena pajak 20 persen, sedangkan reksadana adalah instrumen yang bebas pajak.

Reksadana pasar uang juga memiliki likuiditas yang tinggi, karena subscription (pembelian unit reksadana) ataupun redemption (penjualan kembali unit reksadana) dapat dilakukan kapanpun dan tanpa biaya. Dengan karakteristik tersebut tentu investor dapat mencoba menggunakan reksadana pasar uang sebagai alternatif deposito.

Walaupun demikian, investor tidak boleh lupa bahwa reksadana adalah instrumen investasi sehingga berbeda dengan deposito yang masih dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai dengan peraturan yang berlaku. Meski reksadana pasar uang isinya sebagian besar adalah deposito, instrumen ini tidak ada yang menjamin tetapi diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Reksadana pasar uang memang cocok bagi investor pemula atau investor yang ingin menjaga nilai uangnya dalam jangka pendek (kurang dari 1 tahun).

Reksadana pasar uang juga tersedia di e-commerce terdepan Indonesia, Tokopedia, yang telah bekerja sama dengan Bareksa sebagai agen penjual reksadana. Tokopedia Reksadana memiliki keunggulan karena bisa dibeli dan dicairkan instan pada hari yang sama (T+0).

Dua produk reksadana yang ada di Tokopedia Reksadana berjenis reksadana pasar uang. Kedua produk tersebut adalah Syailendra Dana Kas dan Mandiri Pasar Uang Syariah Ekstra.

Bila dilihat berdasarkan kinerja historis, Syailendra Dana Kas memberikan imbal hasil 6,37 persen setahun dan Mandiri Pasar Uang Syariah Ekstra mencatat imbal hasil 6,06 persen setahun (per 10 Maret 2020).

Keuntungan reksadana didapat dari pertumbuhan aset-aset di dalamnya, yang tercermin dari peningkatan nilai atau harga dari reksadana dalam nilai aktiva bersih per unit penyertaan, atau disingkat NAB per Unit. Lihat juga cara membaca keuntungan reksadana di sini.

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.

 



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER