Direktur Bahana TCW, Budi Hikmat : Parasite Yield Dorong Investor Pilih SBN

Investor lebih memilih obligasi yang diterbitkan pemerintah
Rabu, 26 Februari 2020 10:31:12 WIB Martina Priyanti
Image
Budi Hikmat, Investment Management at Bahana TCW Investment Management. (Humas Bahana TCW IM)

Bareksa.com - Budi Hikmat, Director of Investment Strategy PT Bahana TCW Investment Management mengatakan Surat Berharga Negara atau SBN (dalam beragam produknya), pada tahun ini akan lebih dipilih investor termasuk oleh investor asing, dibandingkan instrumen investasi lainnya khususnya saham.

"Jika mau disederhanakan, global setting sekarang yang akan naik lebih dahulu SBN. Berbeda dengan sebagian orang lainnya yang lebih memilih saham, tapi saham itu membutuhkan dukungan laba, nah laba itu kan ekonomi lagi terganggu mulai dari perang dagang terus corona," kata Budi Hikmat kepada Bareksa, Senin (24/2).

Ia mengatakan investor lebih memilih obligasi yang diterbitkan pemerintah. Meski begitu, perlu juga tetap dilihat mengenai market yang biasanya bereaksi over shout. Makanya, "tetap kita hari terapkan valuation," kata Budi Hikmat.

Menurut Budi, perkembangan ekonomi global termasuk perkembangan yield surat utang yang diterbitkan sejumlah negara di dunia, dinilai menjadi bagian pendorong surat utang yang diterbitkan pemerintah Indonesia memiliki daya tarik.

"Parasite yield itu seperti ini, kamu rela nggak sih ongkos berutang dari Yunani itu rendah banget, negara itu kan almost collaps kan. Nah kenapa yield-nya rendah? Karena tetangganya yield minus," jelasnya.

Budi mencatat, pada pekan kedua Februari 2020, untuk pertama kali yield obligasi negara Yunani bertenor 10 tahun turun di bawah 1 persen tepatnya 0,913 persen.

Padahal, negara Maha Dewa Zeus tersebut memiliki utang sekitar 180 persen dari gross domestic product (GDP), atau terendah kedua setelah Jepang 236 persen GDP dan disusul Italia 131 persen GDP.

Tapi, kata Budi, yield Yunani masih lebih tinggi ketimbang sejumlah negara Eropa seperti Swiss, Jerman, Belanda, Perancis hingga Irlandia yang masuk dalam teritori yield negatif.

"Yunani yang mau bangkrut saja bisa berutang dengan yield rendah sekali, Indonesia kan bagus maka kalau bagus kan soon or later duit dana pensiun dari luar negeri itu akan datang dan sudah terbukti," ucapnya.

Peringkat Investasi Indonesia


Sumber: Kementerian Keuangan

Besaran yield yang ditawarkan pemerintah negara-negara Eropa itulah yang mendorong investor melakukan yield hunting.

"Mereka (investor) mencari negara mana yang relatif aman. Nah Indonesia masuk dalam radar. Jadi orang akan melihat bond dulu baru kemudian disusul oleh saham," kata Budi Hikmat.  

Yield Obligasi Pemerintah


Sumber : ibpa.co.id

"Saat ini kita (Indonesia) tuh kelihatannya jadi lebih baik. Nah di situlah kita harus masuk karena investor asing itu banyak masuk di SBN. Jadi kenapa (investor lokal) tidak lebih dahulu?," ucap Budi.

Budi menilai langkah Bank Indonesia (BI) yang secara terang-terangan memborong SBN hingga Rp61,5 triliun mlalui pasar perdana Rp2,5 triliun dan dari pasar sekunder Rp59 triliun, merupakan hal wajar. 

"BI harus masuk ke SBN lebih dulu supaya bond yield rendah, nanti kalau pemerinatah nurunin bunga, perbankan dipaksa menyalurkan kredit karena pertumbuhan kredit tahun lalu itu rendah sekali 6 persen. Pertumbuhan kredit yang rendah itupun sudah isyarat jangan dulu masuk ke saham," jelasnya.

Perkembangan pembahasan undang-undang sapu jagat atau undang-undang omnibus law, menurut Budi Hikmat akan juga berpengaruh pada saham.  

(AM)

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Pemerintah telah resmi membuka masa penawaran Sukuk Ritel seri SR012 mulai 24 Februari 2020. Masa penawaran investasi syariah itu hingga 18 Maret 2020. Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi SBN? Segera daftar di sbn.bareksa.com sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP. Baca panduannya di sini.

Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di sbn.bareksa.com untuk memesan SBN seri berikutnya.

Bila sudah memiliki akun Bareksa untuk reksadana sebelumnya, segera lengkapi data Anda berupa NPWP dan rekening bank yang dimiliki.

Kalau belum punya NPWP, tapi mau beli SBN? Kita juga bisa meminjam NPWP punya orang tua atau suami.

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER