Bahana TCW : Begini Strategi Agar Berinvestasi Secara Aman di Reksadana

Perlu diperiksa apakah portofolio investasinya, khususnya saham apakah yang memiliki likuiditas tinggi atau tidak
Rabu, 26 Februari 2020 13:36:41 WIB Martina Priyanti
Image
Direktur Pemasaran dan Produk PT Bahana TCW Investment Management, Rukmi Proborini (kiri) dan Direktur Riset dan Kepala Investasi Alternatif PT Bahana TCW Investment Management, Soni Wibowo (kedua kanan) saat berbicara dalam acara Bahana Media Forum 2020 “The Black Swan Moment”, di Jakarta Kamis (30/1). (dok Bahana)

Bareksa.com - Direktur Riset dan Kepala Investasi Alternatif PT Bahana TCW Investment Management, Soni Wibowo mengatakan isu negatif seringkali menerpa industri reksadana akhir-akhir ini.

Beberapa kasus membuat cemas para investor, salah satunya mengenai nasabah yang sulit menarik dana investasinya di beberapa perusahaan manajer investasi (MI), sebagai dampak suspensi produk reksadana maupun MI yang dilakukan regulator Otoritas Jasa Keuangan (OJK), guna mengawasi industri pasar modal.

Akan tetapi, Soni mengatakan nasabah atau investor reksadana sebaiknya tak perlu kuatir dan terburu-buru menarik dana investasi, melainkan bersikap cermat dengan produk investasi yang dimiliki.

"Ada beberapa cara untuk para investor mencermati apakah produk investasi mereka aman atau tidak," kata Soni Wibowo dalam keterangan tertulis yang diterima Bareksa, Rabu (26/2).

Pertama, lakukan diskusi dengan agen atau petugas akun (account officer) reksadana tempat nasabah menabung reksadananya. Tanyakan isi portofolio produk reksadana yang dimiliki, minimal 10 portofolio terbesar.

Terkait itu, perlu diperiksa apakah portofolio investasi, khususnya saham merupakan saham yang memiliki likuiditas yang tinggi atau tidak. Saham-saham tersebut masuk ke dalam kategori Indeks LQ45. Saham-saham LQ45 umumnya lebih mudah untuk transaksi jual beli, dibandingkan saham-saham dengan kapitalisasi kecil (small caps)

"Cermati reputasi dan pengalaman manajer investasi (MI). Siapa saja orang yang mengelola saham dan berapa tahun pengalaman dan pemahaman terhadap produk investasi, terutama saham-saham yang tercatat di bursa efek," jelas Soni.

Kedua, Soni melanjutkan yang bisa dilakukan adalah diversifikasi investor. Makanya, perlu dipahami apakah produk investasi tersebut terkonsentrasi ke sejumlah investor tertentu atau memiliki beragam investor.

"Hal yang perlu diingat dan tak kalah penting, sebelum berinvestasi itu berarti memiliki tugas untuk menelusuri terlebih dahulu isi portofolio investasi, kualitas produk reksadana, dan reputasi manajemen investasi. Sehingga Anda bisa berinvestasi dengan aman dan nyaman," kata Soni.  
 
Adapun, PT Bahana TCW Investment Management menjamin semua produk reksadana dari Bahana merupakan produk investasi yang relatif aman, baik di pasar uang, obligasi dan sukuk pemerintah, maupun saham-saham berkapitalisasi besar dan likuid.

"Nasabah juga tak perlu kuatir untuk melakukan redeem reksadana mereka," imbuhnya.

Sony melanjutkan, Bahana TCW Investment Management dapat melayani pencairan unit reksadana maksimal T+7, sesuai dengan peraturan OJK mengenai mekanisme pencairan reksadana.

Reksadana ialah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Selain itu, reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER