Reksadana Masih Favorit Investasi Asuransi Umum, Ini Datanya

Reksadana berada di urutan kedua alokasi investasi terbesar asuransi umum atau menyumbang 22,62 persen
Selasa, 25 Februari 2020 10:57:21 WIB Arief Budiman
Image
Peresmian Nama dan Logo PT Asuransi Umum BCA (16/1/2014) (ANTARA FOTO/Jodi)

Bareksa.com - Di tengah kasus yang mewarnai industri asuransi di Tanah Air, ternyata industri asuransi umum mampu mencatatkan pertumbuhan jumlah investasi.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah investasi asuransi umum di Indonesia mencapai Rp78,42 triliun per Desember 2019. Nilai tersebut meningkat Rp716,16 miliar (0,92 persen) dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar Rp77,7 triliun.

Dari jumlah investasi Rp78,42 triliun per Desember 2019 tersebut, deposito berjangka dan reksadana menjadi jenis aset yang menjadi favorit bagi asuransi umum.

Deposito berjangka menjadi aset yang paling banyak dikoleksi oleh asuransi umum dengan nilai Rp26,62 triliun atau setara 33,95 persen dari total jumlah investasi.

Investasi Asuransi Umum per Desember 2019


Sumber: OJK, diolah Bareksa

Berikutnya di urutan kedua terbesar ada reksadana dengan nilai Rp17,74 triliun (22,62 persen). Alhasil, jika kedua aset tersebut ditotal sudah menyumbang lebih dari 50 persen dari total jumlah investasi, tepatnya Rp44,6 triliun (56,57 persen).

Di urutan ketiga ada Surat Berharga yang Diterbitkan oleh Negara RI dengan nilai Rp11,36 triliun (14,48 persen), kemudian di urutan keempat ada obligasi korporasi dengan nilai Rp8,54 triliun (10,89 persen), lalu di urutan kelima ada penyertaan langsung dengan nilai Rp7,84 triliun (9,99 persen) dan di urutan keenam ada saham dengan nilai Rp4,54 triliun (5,79 persen).

Selain aset-aset tersebut, kepemilikan asuransi umum pada aset-aset lain nilainya di bawah 5 persen, atau tepatnya bisa dilihat pada tabel tersebut.

Secara umum, pengertian asuransi umum atau general insurance adalah asuransi yang memberikan manfaat berupa ganti rugi kepada tertanggung jika terjadi kerusakan, kerugian, kehilangan pada harta benda.

Dengan memiliki asuransi umum, maka Anda dapat terhindar dari kerugian atau menekan kerugian seminimal mungkin jika terjadi risiko. Ada bermacam-macam risiko kerugian yang bisa Anda hadapi, misalnya kebakaran, kerusakan, kecelakaan, kecurian, kehilangan, penerbangan yang telat, dan lain sebagainya.

Reksadana ialah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Selain itu, reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(KA01/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER