Kelebihan & Kekurangan Siapkan Biaya Umroh di Tabungan dan Reksadana Syariah

Reksadana syariah menjadi salah satu instrumen pilihan untuk mempersiapkan biaya umroh
Kamis, 20 Februari 2020 14:05:33 WIB Abdul Malik
Image
Ilustrasi keluarga Muslim yang menyiapkan tabungannya untuk biaya umroh dengan menggunakan reksadana syariah di Bareksa Umroh. (Shutterstock)

Bareksa.com - Ibadah ke Tanah Suci mungkin menjadi impian hampir sebagian besar umat Muslim. Akan tetapi tidak banyak umat Muslim yang bisa mewujudkannya karena terbatas biaya. Sebagai contoh, biaya paket umroh Barokah dalam platform Bareksa Umroh yang merupakan paket perjalanan umroh 9 hari di tahun 1441 H senilai Rp23,5 juta. Angka itu bukan jumlah kecil bagi sebagian orang.

Bila kita punya niat, pasti ada jalan. Salah satu cara yang bisa digunakan oleh umat muslim untuk mengumpulkan biaya umroh adalah melalui tabungan umroh. Tabungan umroh ini bisa dilakukan dengan menabung di tabungan atau deposito syariah di bank. Cara ini cukup populer dilakukan oleh masyarakat seiring dengan gencarnya iklan layanan masyarakat yang disebarkan oleh perbankan melalui media.

Selain itu, ada alternatif lain yang bisa dilakukan untuk mengumpulkan biaya umroh tersebut. Alternatif tersebut adalah dengan berinvestasi di reksadana. Direktur PT Panin Asset Management Rudiyanto, sebelumnya menjelaskan reksadana menjadi salah satu instrumen pilihan untuk mempersiapkan biaya umroh. "Hanya saja harus disesuaikan waktu dan profil risikonya," ujar dia kepada Bareksa.

Apabila ingin mempersiapkan umroh dalam jangka waktu kurang dari 3 tahun, maka bisa menggunakan reksadana pasar uang syariah yang tersedia dalam platform Bareksa Umroh. Platform Bareksa Umroh memberikan pilihan jangka waktu menabung hingga 3 tahun.

Sebagai instrumen investasi yang belum sepopuler menabung di bank, berinvestasi di reksadana mungkin menimbulkan banyak pertanyaan dari umat Muslim. Apalagi tujuan menabung tersebut untuk ibadah, apakah halal?.

Hukum Kehalalan Reksadana

Dalam pandangan Islam, segala sesuatu dalam muamalah (jual beli) diperbolehkan selama tidak bertentangan dengan syariah. Apalagi, kini banyak bermunculan produk reksadana syariah, yang terikat dengan dua akad yang sesuai dengan syariat Islam, yakni akad wakalah dan mudharabah.

Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) juga telah mengeluarkan fatwa No. 20/DSN-MUI/IV/2001 yang membolehkan umat Muslim untuk berinvestasi reksadana, khususnya reksadana syariah.

Berinvestasi di reksadana juga lebih menguntungkan dibandingkan menabung di deposito. Rudiyanto menjelaskan, deposito memiliki banyak kelemahan dibandingkan reksadana. Sebab meski imbal hasil deposito syariah biasanya lebih besar dibandingkan tabungan, namun nominal untuk memulai investasi deposito syariah relatif lebih besar.

. "Nominal untuk memulai deposito juga relatif lebih besar dan tidak bisa dicairkan sebelum jatuh tempo atau ada syarat ketentuannya," kata dia.

Rencana Keuangan

Perencana Keuangan Eko Endarto mengatakan generasi milenial yang ingin menunaikan ibadah umroh sejak dini, harus merencanakan pula kebutuhan tersebut sejak saat ini. Kementerian Agama menetapkan biaya referensi umroh pada 2018 adalah Rp20 juta. Dengan biaya tersebut, biro perjalanan umroh sudah bisa menyediakan standar pelayanan minimal, yakni sudah bisa menyediakan maskapai sekali transit menuju Arab Saudi.

Biaya standar umroh tersebut tentunya akan mengalami kenaikan sekitar 10 persen per tahun mempertimbangkan inflasi komponen-komponen perjalanan umroh. Penyediaan biaya sekitar Rp20-24 juta tersebut tentunya sangat tergantung oleh milenial apakah ingin melakukan umroh secara cepat atau menunggu lebih lama. “Makin panjang waktunya, maka makin sedikit dana rutin disiapkan, demikian juga sebaliknya,” ujar dia.

Dengan perhitungan waktu lama atau sebentarnya, maka milenial bisa menyediakan dana Rp20-24 juta dalam waktu 1-3 tahun atau sesuai kemampuan dan kebutuhannya. Eko mengungkapkan, untuk bisa mendapatkan dana tersebut, milenial bisa menggunakan instrumen investasi yang disesuaikan dengan waktu tersebut.

“Kalau waktunya masih panjang, cari produk dengan hasil maksimal. Kalau pendek, cari produk yang likuiditasnya maksimal,” jelas dia.

Salah satu produk investasi yang bisa digunakan, menurut Eko ialah reksadana. Sebab reksadana memiliki berbagai jenis produk yang disesuaikan dengan waktu investasi. “Kalau ingin berangkat umroh tahun depan, investasi di reksadana pasar uang atau proteksi bila ada. Kalau panjang, misalnya 5 tahun lagi bisa pakai reksadana saham atau campuran,” ucap dia.

Cara Siapkan Tabungan Umroh

Bareksa Umroh menyediakan cara menabung paling efektif di reksadana syariah yang terintegrasi dengan tujuan beribadah umroh. Ada lima keuntungan dari Bareksa Umroh yakni aman, halal, serba online, terpadu dan terpercaya.

Reksadana syariah yang dijadikan wadah menabung untuk umroh ini adalah investasi resmi yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tidak perlu takut uang akan dibawa kabur oleh travel agent, karena disimpan dalam reksadana di bank kustodian.

Ada berbagai perencanaan yang dapat kita pilih di Bareksa Umroh, sebagai perkiraan jumlah nilai reksadana yang perlu diinvestasikan. Perencanaan yang tersedia berdasarkan harga paket yang berlaku saat ini, tetapi tidak mengikat pada pembelian paket.

Jika kamu punya rencana untuk menunaikan umroh 2 tahun lagi, berapa dana yang mesti kamu siapkan untuk menabung di reksadana syariah?


Sumber : Bareksa

Katakanlah, kamu memilih paket umroh Barokah yang senilai Rp23,5 juta. Maka kamu tinggal memilih perencanaan periode menabung 24 bulan atau 2 tahun. Maka hasilnya setiap bulan kamu harus menyiapkan dana Rp979.167 atau sekitar Rp980.000 untuk ditabung di reksadana syariah dalam platfom Bareksa Umroh.

Tidak hanya itu. Karena kita menabung atau menginvestasikan dana tersebut di reksadana syariah maka berpotensi meraih imbal hasil. Tercatat ada tiga reksadana syariah yang tersedia di Bareksa Umroh, yakni reksadana pasar uang syariah Mandiri Pasar Uang Syariah Ekstra, Cipta Dana Kas Syariah dan Syailendra Sharia Money Market Fund.

Dalam 6 bulan terakhir (per 14 Februari 2020), reksadana itu memberikan imbal hasil Mandiri Pasar Uang Syariah Ekstra (2,77 persen), Cipta Dana Kas Syariah (2,23 persen) dan Syailendra Sharia Money Market Fund (3,08 persen). Dalam setahun terakhir, imbal hasilnya 5,87 persen hingga 6,34 persen atau jika dirata-ratakan 6,1 persen per tahun.


Sumber : Bareksa

Lalu kita gunakan Kalkulator Investasi Bareksa. Masukkan investasi reguler Rp979.167 per bulan dengan jangka waktu 24 bulan, serta imbal hasil investasi yang diharapkan 6,1 persen per tahun.

Sumber : Bareksa

Hasilnya dalam 24 bulan, kamu telah mengumpulkan dana pokok investasi Rp23,5 juta atau sudah cukup untuk membiayai paket umroh Barokah. Tidak hanya itu, danamu juga berpotensi meraih imbal hasil Rp1,42 juta karena dana tersebut kamu investasikan di reksadana syariah. Sehingga total dana pokok dan imbal hasil investasimu jadi Rp24,92 juta.

Sumber : Bareksa

Dengan begitu menyiapkan tabungan umroh di reksadana syariah yang ada di platform Bareksa Umroh, berpotensi lebih menguntungkan ketimbang menabung biasa dalam tabungan syariah atau deposito syariah di bank. Selain itu, juga halal dan bebas riba karena disimpan di reksadana syariah. Kenapa demikian?

Dalam kaidah pengelolaan reksadana, terdapat dua metode yang digunakan oleh manajer investasi untuk pemilihan instrumen investasinya; yaitu secara konvensional dan secara syariah.

Reksadana konvensional ialah reksadana yang dapat berinvestasi di semua jenis efek keuangan; seperti saham, obligasi, dan deposito; dengan batasan-batasan investasi sebagaimana ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan ("OJK").

Sementara itu, reksadana syariah adalah reksadana yang hanya dapat berinvestasi di efek keuangan yang sesuai dengan kaidah dan prinsip syariah, dan tentunya masih terikat dengan batasan investasi yang ditetapkan oleh OJK.

Perlu diingat, rencana yang ada di Bareksa Umroh tidak mengikat dengan harga paket karena itu hanya perkiraan (estimasi). Jangka waktu juga tidak mengikat karena kita bisa mengatur sendiri dana per bulan sesuai kemampuan.

Kalau kita melewati jangka waktu, atau lebih cepat dari rencana, tidak akan dikenakan pinalti. Justru, semakin lama menabung reksadana, semakin besar potensi imbal hasil yang didapat.

Karena uang kita ditaruh di reksadana syariah yang berpotensi memberi imbal hasil lebih tinggi daripada deposito. Reksadana adalah investasi resmi yang diawasi oleh OJK.

Selain itu, reksadana syariah halal karena dikelola berdasarkan prinsip-prinsip Islami dan sudah mendapatkan fatwa halal dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Jika uang kita di reksadana syariah sudah mencapai target, bisa menyelesaikan rencana dan membeli paket dengan dana tersebut tanpa pindah platform. Cukup mudah kan?

* * *

Ingin menabung reksadana syariah untuk umroh?

- Cara daftar jadi nasabah Bareksa Umroh, klik tautan ini
- Sudah punya akun Bareksa dan mau nabung umroh, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER