IHSG Kembali Menguat, Reksadana Indeks Ini Juara Return Harian

Total dalam tiga hari terakhir, IHSG sudah menguat 1,05 persen
Kamis, 20 Februari 2020 10:55:19 WIB Arief Budiman
Image
Pengunjung beraktivitas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (4/2/2020).(ANTARA FOTO/Reno Esnir/hp)

Bareksa.com - Bursa saham Tanah Air kembali melanjutkan tren positifnya pada pekan ini. Pada perdagangan Rabu (19/02/2020), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan 0,71 persen ke level 5.928,791. Alhasil, total dalam tiga hari terakhir IHSG sudah menguat 1,05 persen.

Perkembangan wabah virus corona atau yang disebut Covid-19 masih menjadi perhatian utama. Berdasarkan data dari satelit pemetaan ArcGis, jumlah korban meninggal kini lebih dari 2.000 orang, tepatnya 2.009 orang. Sementara jumlah yang terjangkit kini lebih dari 75.000 orang.

Jumlah tersebut meningkat drastis, hari sebelumnya korban meninggal dilaporkan sebanyak 1.875, dengan jumlah yang terjangkit lebih dari 73.000 orang.
Padahal sebelumnya penambahan jumlah kasus sudah mulai melandai. Hal tersebut sesuai seperti yang pernyataan oleh ahli imunologi dan anggota satuan tugas Covid-19 AS, Anthony Faucy mengatakan China memang melaporkan penambahan jumlah korban meninggal dan terjangkit lebih sedikit dari sebelumnya, tetapi bukan berarti wabah virus corona mulai melambat.

Meski demikian China mengirim kabar positif. Mengutip CNBC International, dilaporkan lebih dari 80 persen BUMN atau sekitar 20.000 anak perusahaan manufaktur sudah mulai beroperasi di Negeri Tirai Bambu.

Dengan mulai beroperasinya BUMN di China diharapkan mampu meredam dampak Covid-19 ke negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut.

Sementara dari dalam negeri, para pelaku pasar menanti pengumuman suku bunga dari Bank Indonesia (BI) pada Kamis hari ini.

Mengutip pooling CNBC Indonesia, pasar terbelah. Dari 11 institusi yang berpartisipasi dalam pembentukan konsensus pasar tersebut, enam di antaranya memperkirakan suku bunga acuan bertahan di level 5 persen. Sementara sisanya meramal BI 7 Day Reverse Repo Rate diturunkan 25 basis poin (bps) ke level 4,75 persen.

Sementara itu polling Reuters menunjukkan BI diprediksi memangkas suku bunga 25 basis poin ke level 4,75 persen. Pemangkasan suku bunga tentunya diharapkan akan lebih memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kemungkinan juga akan terseret pelambatan ekonomi China.

Dorong Kinerja Reksadana Indeks & ETF

Kondisi IHSG yang cemerlang karena didorong oleh saham-saham blue chips pada perdagangan kemarin, turut mendorong kinerja indeks saham lain termasuk MSCI yang dikenal memiliki komposisi saham-saham blue chips di dalamnya.

Berdasarkan data reksadana indeks & ETF yang dijual di Bareksa, Reksa Dana Indeks Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund berhasil mencatatkan kenaikan harian tertinggi dibandingkan dengan produk sejenis yang lain pada perdagangan kemarin.


Sumber: Bareksa

Reksa Dana Indeks Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund tercatat mengalami kenaikan 1,43 persen pada perdagangan kemarin,  jauh mengungguli IHSG yang hanya naik 0,71 persen di waktu yang sama.

Reksadana yang dikelola oleh PT Syailendra Capital ini, hingga Januari 2020 telah memiliki dana keloaan (asset under management/AUM) Rp748,88 miliar.

Reksa Dana Indeks Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund bertujuan untuk memberikan hasil investasi yang optimum melalui investasi pada efek bersifat ekuitas yang diterbitkan oleh korporasi yang ditawarkan melalui penawaran umum dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia yang berasal dari kumpulan efek yang terdaftar dalam MSCI Value Index serta dapat berinvestasi pada instrumen pasar uang dalam negeri dan/atau deposito, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Melansir fund fact sheet per Januari 2020, beberapa saham yang terdapat dalam portofolionya antara lain:

• PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) naik 1,82 persen
• PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) naik 1,6 persen
• PT Astra International Tbk (ASII) naik 2,46 persen
• PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) naik 0,97 persen
• PT United Tractors Tbk (UNTR) naik 0,68 persen

Melihat komposisi saham yang terdapat dalam portofolio Reksa Dana Indeks Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund yang semuanya kompak berakhir di zona hijau pada perdagangan kemarin, maka hal yang wajar jika reksadana indeks tersebut mencatatkan kenaikan yang tertinggi pada perdagangan kemarin.

Sebagai informasi, Reksa Dana Indeks Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund dapat dibeli di Bareksa dengan minimal pembelian awal Rp50.000 saja. Reksadana yang diluncurkan sejak 8 Juni 2018 ini bekerja sama dengan bank kustodian Standard Chartered Bank.

Perlu diketahui, reksadana ialah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Reksadana indeks dikelola secara pasif dan berisikan aset saham-saham dalam indeks acuannya, yang bisa berfluktuasi dalam jangka pendek. Karena itu, reksadana indeks cocok untuk investasi jangka panjang dan untuk investor bertipe agresif.

(KA01/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER