BI Akui Borong SBN Hingga Rp61,5 Triliun, Ini Alasannya

Pembelian SBN, sebagian besar, kurang lebih sekitar Rp37 triliun sejak terjadinya corona
Kamis, 20 Februari 2020 17:33:43 WIB Martina Priyanti
Image
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan pers hasil Rapat Dewan Gubernur di kantor Bank Indonesia. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.

Bareksa.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) menyatakan BI berkomitmen akan terus menjaga stabilitas nilai tukar dan kestabilan pasar keuangan. Salah satu caranya, BI ikut membeli Surat Berharga Negara (SBN) yang diterbitkan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan.

Tak tanggung-tanggung, BI bahkan membeli SBN dalam jumlah yang besar sejak awal 2020. "BI year to date sampai 19 Februari, kami telah lakukan pembelian SBN total Rp61,5 triliun. Melalui pasar perdana Rp2,5 triliun dan dari pasar sekunder Rp59 triliun," kata Perry, Kamis (20/2/2020).

Seperti dilansir CNBC Indonesia, Perry menerangkan, ada tiga intervensi BI yang dilakukan untuk menjaga nilai tukar rupiah yang sempat melemah akibat tersengat virus corona. Wujud intervensi dilakukan di pasar Domestik Non Deliverable Forward (DNDF), pasar spot, dan SBN.

"Pembelian SBN Rp59 triliun ini sebagian besar, kurang lebih sekitar Rp37 triliun itu sejak terjadinya corona. Itu adalah komitmen kami lakukan stabilisasi nilai tukar rupiah," kata Perry.

Myrdal Gunarto, Economist PT Bank Maybank Indonesia dalam keterangan tertulis yang diterima Bareksa (19/2) menyebutkan BI akan terus tetap siaga di pasar obligasi. Tujuannya tak lain untuk menstabilkan kondisi keuangan domestik.

Selain BI, ia menyatakan perbankan juga cenderung mengalihkan penggunaan dana mereka ke pasar obligasi pemerintah akhir-akhir ini. Makanya tak heran, jika pemerintah menorehkan rekor penawaran masuk pada lelang pada lelamg tujuh seri Surat Utang Negara (SUN) hingga Rp127, 11 triliun. Myrdal menilai, berlimpahnya penawaran tersebut sebagai konsekuensi dari permainan kuat investor untuk aset safe haven lokal.

Adapun ketujuh seri SUN yang dilelang pada Selasa (18/2) adalah SPN03200519 (new issuance), SPN12210205 (reopening), FR0081 (reopening), FR0082 (reopening), FR0080 (reopening), FR0083 (reopening), dan FR0076 (reopening). Lelang digelar dengan mengikuti sistem lelang Bank Indonesia (BI).

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Pemerintah berencanakan menerbitkan Sukuk Ritel seri SR012 mulai 24 Februari 2020. Masa penawaran investasi syariah itu hingga 18 Maret 2020. Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi SBN? Segera daftar di sbn.bareksa.com sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP. Baca panduannya di sini.

Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di sbn.bareksa.com untuk memesan SBN seri berikutnya.

Bila sudah memiliki akun Bareksa untuk reksadana sebelumnya, segera lengkapi data Anda berupa NPWP dan rekening bank yang dimiliki.

Kalau belum punya NPWP, tapi mau beli SBN? Kita juga bisa meminjam NPWP punya orang tua atau suami.

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER