CEO Sucor AM, Jemmy Paul : AUM RDPU Melesat di Januari, Ini Saran Buat Investor

Sucor AM mencatatkan lonjakan dana kelolaan hingga 11,5 persen pada Januari 2020 menjadi Rp11,19 triliun
Senin, 17 Februari 2020 12:03:18 WIB Abdul Malik
Image
Presiden Direktur Sucor Asset Management, Jemmy Paul Wawointana. (Bareksa/AM)

Bareksa.com - PT Sucorinvest Asset Management (Sucor AM) berhasil menjadi perusahaan manajemen investasi yang mencatatkan lonjakan dana kelolaan (asset under management/AUM) tertinggi pada Januari 2020 di tengah penurunan AUM secara industri. Sucor AM justru mencatatkan lonjakan dana kelolaan hingga 11,5 persen pada Januari 2020 menjadi Rp11,19 triliun. Sucor menjadi satu-satunya MI yang dana kelolaanya mampu tumbuh di atas Rp1 triliun bulan lalu.

Kenaikan dana kelolaan Sucor AM pada Januari di antaranya ditopang oleh bertambahnya jumlah subscription dan penambahan produk reksadana baru di bulan Januari 2020.


Sumber : Bareksa

Selain itu, lonjakan AUM Sucor AM juga ditopang bertambahnya dana kelolaan reksadana pasar uang, reksadana terproteksi dan reksadana pendapatan tetap. Meski begitu, Presiden Direktur Sucor AM, Jemmy Paul Wawointana, menyarankan agar investor mempertimbangkan reksadana saham untuk investasi jangka panjang.

Hingga akhir 2020, Sucor AM menargetkan dana kelolaan Rp15 triliun. Nilai ini meningkat dibandingkan perolehan akhir 2019 yang mencapai Rp10,8 triliun. Presiden Direktur Sucor Asset Management, Jemmy Paul Wawointana, menyatakan pihaknya mengandalkan beberapa jenis reksadana untuk menggenjot kinerja perusahaan. "Reksadana yang berkontribusi terbesar ialah reksadana pasar uang, terproteksi dan saham," ujarnya.

Jemmy menjelaskan dia optimistis bisa mencapai target AUM Rp15 triliun dengan produk reksadana saham sebagai salah satu produk andalan. Hal itu mempertimbangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diprediksi bakal bangkit dan bertumbuh tahun ini setelah sepanjang dua tahun terakhir hingga saat ini stagnan.

Seperti apa strategi strategi Sucor AM dalam mencapai target kinerja tahun ini di tengah lesunya industri pasar modal nasional akibat beragam sentimen negatif eksternal dan internal seperti wabah virus corona, hingga beberapa kasus yang menyeret manajer investasi? Berikut wawancara Bareksa dengan Jemmy, kemarin :

1. Sucor mencatatkan kenaikan AUM tertinggi pada Januari 2020 dibanding MI lain, apa penyebabnya?

Faktor yang mendorong Sucorinvest Asset Management mencatatkan kenaikan AUM tertinggi pada Januari 2020 adalah bertambahnya jumlah subscription dan juga penambahan produk reksadana baru di bulan Januari 2020.

2. Segmen produk mana saja yang menopang kenaikan AUM pada Januari 2020 dan Kenapa?

Dana kelolaan reksadana pasar uang bertambah Rp1,25 triliun merupakan penopang kenaikan AUM terbesar pada Januari 2020. Kemudian diikuti oleh reksadana terproteksi (Rp124,35 miliar), dan reksadana pendapatan tetap (Rp37,7 miliar).

Adapun kenaikan produk disebabkan oleh naiknya jumlah subscription dan penambahan reksadana baru yang didukung oleh kinerja reksadana pasar uang yang saat ini menjadi pilihan bagi investor di tengah ketidakpastian kondisi pasar modal saat ini.

3. Dengan kenaikan AUM Januari 2020, di tengah pasar sedang fluktuatif terdampak sentimen virus corona, bagaimana proyeksi kinerja perseroan untuk Februari hingga akhir 2020?

Di tengah pasar yg masih fluktuatif dan yield yang terus turun kami masih positif dapat mendulang penambahan AUM pada produk RDPU, RDPT, maupun beberapa reksadana terproteksi dan campuran baru yang telah kami persiapkan untuk terbit sepanjang tahun ini.

Kami juga masih yakin bahwa dampak virus corona ini akan mulai mereda dalam 3-6 bulan ke depan, ditambah kinerja emiten pilihan kami akan dapat mendukung kinerja reksadana campuran maupun saham kami.

4. Produk Sucor apa saja yang bakal menopang kinerja perseroan tahun ini dan produk apa saja yang menopang tahun lalu?

Kami yakin seluruh kelas aset reksadana akan menopang kinerja perseroan tahun ini. Secara year on year, seluruh reksadana Sucorinvest menyumbang kenaikan dana kelolaan perseroan, kecuali reksadana pendapatan tetap.  

5. Bagaimana strategi perusahaan bertahan dan bertumbuh di tengah kondisi pasar modal saat ini?

Dengan terus menambah pilihan solusi finansial dan menambah jangkauan kepada masyarakat luas melalui APERD kami yang memiliki jaringan di seluruh Indonesia.

6. Apa saran dan rekomendasi Sucor bagi investor untuk menghadapi kondisi saat ini?

Sejak awal tahun ini pasar saham sangat fluktuatif dengan berbagai sentimen negatif yang masih melanda pasar. Dengan bertambahnya daftar ketidakpastian yang terus membayangi perkembangan pasar disarankan bagi investor yang memiliki jangka investasi yang pendek untuk mengurangi tingkat risiko di awal tahun ini seperti menambah porsi investasi di reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana pasar uang dengan melihat bahwa ada potensi nilai rupiah yang kuat dan adanya penurunan suku bunga di tahun ini.

Namun kami juga melihat dengan adanya koreksi pasar saham di awal tahun ini, valuasi sudah kembali sangat murah terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar. Dengan level indeks saat ini, reksadana saham cukup menarik untuk investasi jangka panjang.

(*)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER