Kuasai AUM Terbesar, Ini Lima Reksadana Terpoteksi Juara Dana Kelolaan Januari

Per Januari 2020 reksadana terproteksi menguasai AUM terbesar dibandingkan dengan jenis lainnya
Jumat, 14 Februari 2020 14:30:33 WIB Arief Budiman
Image
Ilustrasi investor berinvestasi di reksadana terproteksi. (Shutterstock)

Bareksa.com - Membuka tahun 2020, industri reksadana di Indonesia mengalami sedikit koreksi pada Desember 2019. Hal itu tercermin dari menurunnya nilai dana kelolaan (asset under management/AUM).

Mengutip data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), AUM industri reksadana tercatat Rp537,28 triliun per Januari 2020, atau turun 0,9 persen dibandingkan Desember 2019 yang sebesar Rp542,18 triliun.

AUM Industri Reksadana per Januari 2020


Sumber: Bareksa Mutual Fund Industry Data Market – Monthly Report Januari 2020

Sekadar informasi, penurunan dana kelolaan yang dicatatkan pada Januari 2020, merupakan penurunan yang ketiga kali beruntun sejak bulan November 2019.

NAB Reksadana per Jenis Akhir Desember 2019–Januari 2020


Sumber: OJK, diolah Bareksa

Jika dilihat berdasarkan jenisnya, per Januari 2020 reksadana terproteksi menjadi jenis reksadana yang menguasai AUM terbesar dibandingkan dengan jenis lainnya, yakni mencapai Rp151,57 triliun atau setara 28,21 persen dari total keseluruhan AUM industri.

Nilai AUM tersebut mengalami pertumbuhan Rp801,85 miliar atau sekitar 0,53 persen jika dibandingkan dengan periode sebelumnya.


Sumber: OJK

Dari total AUM reksadana terproteksi yang sebesar Rp151,57 triliun, produk reksadana terproteksi mana saja yang mencatatkan dana kelolaan terbesar per Januari 2020?

Top 5 Reksadana Terproteksi Dana Kelolaan Terbesar (Januari 2020)


Sumber: OJK, diolah Bareksa

Mengacu pada data tersebut, saat ini terdapat 5 produk reksadana terproteksi dengan AUM terbesar. Produk SAM Dana Misbah Syariah yang dikelola oleh PT Samuel Aset Manajemen menjadi produk reksadana terproteksi dengan AUM terbesar yakni mencapai Rp1,68 triliun atau setara dengan 1,11 persen dari total AUM reksadana terproteksi.

Berikutnya di urutan kedua Reksa Dana Syariah Terproteksi BNI AM Misbah yang dikelola PT BNI Asset Management dengan AUM Rp1,63 triliun (1,08 persen), kemudian di urutan ketiga Bahana Terproteksi Misbah Syariah yang dikelola PT Bahana TCW Investment Management dengan AUM Rp1,63 triliun (1,08 persen).

Di urutan keempat Manulife Syariah Proteksi Misbah I yang dikelola PT Manulife Aset Manajemen Indonesia dengan AUM Rp1,62 triliun (1,07 persen), dan di urutan kelima PNM Misbah 4 yang dikelola olehPT PNM Investment Management dengan AUM Rp1,62 triliun (1,07 persen).

Sebagai informasi, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka. Reksadana terproteksi adalah jenis reksadana yang akan memproteksi 100 persen pokok investasi investor pada saat jatuh tempo.

Reksadana ini memiliki jangka waktu investasi yang telah ditentukan sebelumnya oleh Manajer Investasi, namun dapat dicairkan sebelum jatuh tempo tanpa jaminan adanya proteksi akan pokok investasi.

Berbeda dengan reksadana terbuka dan reksadana indeks, reksadana terproteksi memiliki masa penawaran sehingga investor hanya dapat membeli reksadana ini pada saat tertentu saja.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Sebagian isi artikel ini merupakan cuplikan dari laporan bulanan Industri reksadana Bareksa: Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report Januari 2020. Untuk berlangganan laporan ini silakan hubungi marketing@bareksa.com (cc: data@bareksa.com).

(KA01/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER