Simulasi Kupon SBR009 per Bulan untuk Investasi Rp1 Juta Hingga Rp3 Miliar

Meski kupon dihitung berupa persentase selama setahun, pembayarannya dilakukan per bulan
Kamis, 30 Januari 2020 12:35:38 WIB Hanum Kusuma Dewi
Image
Pemerintah mengenakan pajak 15 persen dari kupon yang diterima investor karena kupon ini tergolong penghasilan investasi. Perlu diketahui, besaran pajak kepada investor SBR ini lebih rendah dibandingkan pajak deposito yang ditetapkan sebesar 20 persen.

Bareksa.com - Pemerintah menawarkan investasi bagi masyarakat Indonesia dengan menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) atau Surat Utang Negara (SUN) yang dikhususkan bagi pemodal individu (ritel).

SBN bisa menjadi instrumen investasi bagi pemegangnya (investor), karena bisa memberikan keuntungan atau imbal hasil. SBN tidak memiliki risiko gagal bayar karena baik pembayaran pokok maupun kupon (imbal hasil) semuanya dijamin oleh negara 100 persen.

Terbaru, pemerintah melalui Kementerian Keuangan menerbitkan SBN berjenis Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR009. Modal untuk membeli SBR009 sangat terjangkau, mulai Rp1 juta (1 unit) saja, dan maksimal Rp3 miliar (3.000 unit) selama masa penawaran 27 Januari - 13 Februari 2020.

Imbal hasil atau kupon SBR009 ditetapkan minimal 6,30 persen, yang berasal dari suku bunga acuan Bank Indonesia, BI 7-day Reverse Repo Rate 5,0 persen ditambah spread tetap 1,30 persen. Sifat kupon ini mengambang dengan kupon minimal (floating with floor), alias bisa naik tetapi tidak bisa turun.

Meski kupon dihitung berupa persentase selama setahun, pembayarannya dilakukan per bulan dan langsung masuk ke rekening investor. Artinya, besaran yang didapat adalah kupon per tahun tersebut dibagi dengan 12 bulan.

Bagaimana cara menghitung kupon per bulan?

Jika seorang investor membeli SBR009 senilai Rp1 juta, maka investor akan memeroleh kupon kotor senilai Rp63.000 per tahun, atau setara Rp5.250 per bulan. Namun, kupon ini belum memperhitungkan potongan pajak.

Pemerintah mengenakan pajak 15 persen dari kupon yang diterima investor karena kupon ini tergolong penghasilan investasi. Perlu diketahui, besaran pajak kepada investor SBR ini lebih rendah dibandingkan pajak deposito yang ditetapkan sebesar 20 persen.

Berikut adalah simulasi perhitungan keuntungan investor.

Sumber: Kemenkeu, diolah Bareksa.com

*Perhitungan ini berdasarkan kupon per unit sesuai hitungan dalam memorandum informasi SBR009 dari Kementerian Keuangan. Jumlah pembayaran kupon telah dibulatkan dalam Rupiah penuh, dengan ketentuan apabila di bawah dan sama dengan 50 (lima puluh) sen dibulatkan menjadi nol, sedangkan di atas 50 (lima puluh) sen dibulatkan menjadi Rp1,00 (satu rupiah).

Seperti terlihat di dalam tabel, keuntungan bersih yang didapatkan investor per bulan sebesar Rp4.463 bila berinvestasi 1 unit SBR009 senilai Rp1 juta. Kemudian, menggunakan cara perhitungan tersebut, berikut ini adalah kupon per bulan bila investasi mulai dari 1 unit hingga 3000 unit.

Sumber: Kemenkeu, diolah Bareksa.com

Seperti terlihat di dalam tabel, bila kita berinvestasi dengan nilai maksimal Rp3 miliar atau 3000 unit, kita bisa mendapatkan keuntungan bersih per bulan sebesar Rp13,39 juta. Angka ini tentu lebih besar dibandingkan dengan bunga dari deposito bank.

Pembayaran Kupon Perdana

Dari pemerintah, kupon SBR009 akan dibayarkan tiap bulan setiap tanggal 10 dengan pembayaran pertama pada 10 April 2020. Bila tanggal 10 jatuh di hari libur, maka kupon akan dibayarkan pada hari kerja berikutnya tanpa tambahan biaya atau kompensasi.

Kupon SBR009 pertama kali akan diterima masyarakat pada 10 April 2020 (long coupon). Khusus untuk kupon perdana, investor dengan investasi Rp1 juta akan menerima kupon sebesar Rp8.871 sebelum pajak, atau Rp7.540 setelah pajak. Kok bisa nilainya lebih tinggi dari simulasi kita di atas?

Berdasarkan memorandum informasi dari Kemenkeu, jumlah hari kupon (day count) untuk penghitungan kupon berjalan (accrued interest) menggunakan basis jumlah hari kupon sebenarnya (actual per actual). Maksudnya, perhitungan kupon adalah 6,30 persen per tahun, dan untuk pembayaran bulanan dihitung dengan membaginya menjadi 12.

Khusus untuk pembayaran kupon perdana, yakni pada 10 April 2020, terdapat keunikan karena jangka waktu investasi setelah setelmen (19 Februari 2020) hingga pembayaran kupon lebih dari satu bulan. Oleh karena itu, kupon perdana besarannya adalah kupon sebulan penuh ditambah 20 hari.

Berikut penghitungan yang tertera dalam memorandum informasi SBR009

♦ 20/29 x 1/12 x 6,30% x Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah) = Rp3.621,00 (tiga ribu enam ratus dua puluh satu rupiah) ditambah kupon per unit untuk satu bulan penuh yaitu sebesar Rp5.250,00 (lima ribu dua ratus lima puluh rupiah).
♦ Angka 20 pada formula di atas merupakan jumlah hari dari tanggal 19 Februari 2020 (Tanggal Setelmen) sampai dengan tanggal 10 Maret 2020.
♦ Kupon satu bulan penuh untuk periode tanggal 11 Maret 2020 sampai dengan tanggal 10 April 2020 dihitung dengan menggunakan formula 1/12 x 6,30% x Rp1.000.000,00
(satu juta rupiah) = Rp5.250,00 (lima ribu dua ratus lima puluh rupiah).

Kupon per unit yang dibayar selanjutnya sampai dengan jatuh tempo dihitung dengan menggunakan formula sebagai berikut:

♦ Tingkat kupon yang berlaku x 1/12 x Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah).

Maka, untuk bulan selanjutnya, investor yang membeli SBR009 senilai Rp1 juta (1 unit), akan memperoleh keuntungan kupon bersih minimal Rp4.463 per bulannya.

Review Kupon

Tingkat kupon akan ditinjau (review) setiap tiga bulan oleh pemerintah. Untuk periode 3 bulan pertama (tanggal 19 Februari - 10 Mei 2020), berlaku kupon sebesar 6,30 persen -- dihitung berdasarkan BI 7 Days Reverse Repo Rate pada saat penetapan kupon sebesar 5 persen ditambah spread sebesar 130 bps. Spread atau selisih tetap sebesar 130 bps (1,30 persen) berlaku sampai dengan jatuh tempo.

Tingkat kupon untuk periode tiga bulan pertama sebesar 6,30 persen tersebut berlaku sebagai tingkat kupon minimal (floor). Tingkat kupon minimal tidak berubah sampai dengan SBR009 jatuh tempo.

Bila terjadi perubahan setelah peninjauan ulang terhadap kupon, kupon baru akan mulai berlaku setiap tanggal 11 Februari, 11 Mei, 11 Agustus dan 11 November setiap tahunnya

Tanggal penyesuaian kupon adalah 3 hari kerja pemerintah sebelum tanggal mulai berlakunya periode kupon. Tingkat suku bunga acuan (reference rate) yang digunakan adalah satu hari kerja sebelum tanggal penyesuaian kupon.

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

SBR009 hanya bisa dipesan selama masa penawaran 27 Januari - 13 Februari 2020. Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi SBN? Segera daftar di sbn.bareksa.com sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP. Baca panduannya di sini.

Bagi yang sudah pernah membeli SBR atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di sbn.bareksa.com untuk memesan SBN seri berikutnya.

Bila sudah memiliki akun Bareksa untuk reksadana sebelumnya, segera lengkapi data Anda berupa NPWP dan rekening bank yang dimiliki.

Kalau belum punya NPWP, tapi mau beli SBN? Kita juga bisa meminjam NPWP punya orang tua atau suami.

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER