Jangan Takut Umroh, Pemerintah RI dan Arab Saudi Sudah Antisipasi Virus Corona

Otoritas Arab Saudi telah memperketat prosedur pencegahan dan pemeriksaan bagi penerbangan dari dan ke China
Selasa, 28 Januari 2020 10:40:28 WIB Abdul Malik
Image
Penumpang menggunakan masker saat keluar dari terminal kedatangan Internasional di Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Senin (27/1/2020). Guna antisipasi penyebaran virus corona baru pihak otoritas Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara memasang thermoscan untuk penumpang. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/ama)

Bareksa.com - Menteri Kesehatan Arab Saudi, Tawfiq Al-Rabiah, menegaskan hingga saat ini belum ada kasus virus corona yang terkonfirmasi di negaranya. Otoritas telah memperketat prosedur pencegahan dan pemeriksaan bagi penerbangan yang datang langsung dari China.

Penumpang yang datang dari China dengan penerbangan tidak langsung juga diawasi secara ketat berkoordinasi dengan Otoritas Penerbangan Sipil. "Belum ada kasus infeksi virus corona yang tercatat di wilayah Kerajaan Saudi Arabia (KSA)," ujar Tawfiq dilansir Arab News (26/1/2020).

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit National (NCDC) Arab Saudi telah menyiapkan panduan dalam menghadapi kasus yang diduga virus corona. NCDC menyediakan tes laboratorium, menyiapkan mekanisme pengumpulan dan distribusi sampel ke NCDC.

Menteri Tawfiq menyatakan telah mengambil tidakan pencegahan segera setelah kasus virus tersebut muncul di China. Kementerian juga telah menerapkan peraturan kesehatan internasional dan berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk menangani situasi ini dan mengatasinya.

Langkah-langkah pencegahan termasuk memantau dengan cermat situasi epidemiologis dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan sumber lain yang tersedia dan berkoordinasi dengan Otoritas Penerbangan Sipil dalam menilai lalu lintas penerbangan langsung dan tidak langsung dari dan ke China.

Langkah itu agar ada kejelasan informasi bagi masyarakat yang berencana untuk mengunjungi lokasi terdampak dan menerapkan penilaian kesehatan dan menindaklanjuti guna memastikan keselamatan masyarakat.

Pusat Komando dan Kontrol Kesehatan Nasional sebelumnya telah menjelaskan gejala umum infeksi virus corona ialah gejala pernapasan akut seperti demam, batuk, sesak napas dan kesulitan bernapas. Pada kasus yang lebih parah, dapat menyebabkan pneumonia atau sindrom gangguan pernapasan akut.

Pemerintah Arab Saudi juga memonitor perkembangan pasar minyak global. Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (Organization of Petroleum Exporting Countries/OPEC) dan sekutunya dapat menanggapi dampak apa pun terhadap stabilitas pasar minyak jika diperlukan. Dia yakin pemerintah China dan komunitas internasional dapat mengendalikan penyebaran virus dan sepenuhnya memberantasnya.

Dari dalam negeri, calon penumpang yang diketahui meninggal secara tiba-tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, pada Ahad malam (26/1/2020). Sebelumnya calon penumpang itu diduga terkena virus corona. Namun pengelola bandara, PT Angkasa Pura II (Persero) membantah dugaan tersebut. Calon penumpang yang meninggal dikatakan adalah calon jemaah umrah, bukan korban virus corona atau penyakit menular lainnya.

Senior Manager of Branch Communication & Legal Bandara Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura II (Persero), Febri Toga Simatupang, mengatakan jika penumpang berjenis kelamin perempuan itu meninggal dunia karena gagal jantung (cardiac arrest).

"Perlu kami sampaikan bahwa foto yang beredar di masyarakat di mana ada penumpang di Bandara Soekarno-Hatta yang meninggal karena virus corona adalah tidak benar," ujar dia, Senin (27/1/2020) dikutip liputan6.com.

Penumpang itu berinisial RR (76) tersebut adalah ex penumpang GA-79 rute Bandar Lampung - Jakarta. Penumpang asal Lampung itu seharusnya melanjutkan perjalanan ke Jeddah menggunakan pesawat SV-823 rute CGK-JED. Namun, pada saat calon penumpang dan keluarganya hendak menuju Boarding Lounge Gate 2 tepatnya depan eskalator, tiba-tiba mengalami lemas dan terjatuh hingga tak sadarkan diri. Penumpang itu kemudian dilarikan ke KKP Kelas I Soekarno-Hatta.

Jenazah penumpang itu pun telah dibawa oleh pihak keluarga ke rumah duka di Kelurahan Podosari Kecamatan Pringsewu, Pringsewu, Provinsi Lampung.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta seluruh pemangku kepentingan dalam bidang transportasi dan perhubungan untuk memaksimalkan pengawasan demi mencegah penyebaran virus corona dari China. Virus corona saat ini dilaporkan telah merenggut setidaknya 81 jiwa di Wuhan, China dan diperkirakan jumlahnya akan terus bertambah, mengingat penyebaran virus ini sangat cepat.

"Menindaklanjuti imbauan dari Mensesneg, saya meminta seluruh stakeholder transportasi khususnya sektor udara dan laut untuk memperhatikan perkembangan virus corona di Wuhan, China dan melakukan upaya preventif dengan intensif," ujar Menhub, dalam keterangan resmi (27/1/2020).

Dengan segala kesiapan yang telah dilakukan pemerintah Arab Saudi dan Indonesia dalam mengantisipasi dan mencegah wabah virus corona, maka bagi kamu yang ingin menjalankan ibadah umroh sudah tidak perlu takut atau khawatir lagi.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi sebelumnya merilis data jumlah jemaah umroh sepanjang 5 bulan ini periode 1 Muharram - 22 Jummadil Awal 1441 Hijriyah (31 Agustus 2019 - 17 Januari 2020) mencapai 2,9 juta visa umroh atau tepatnya 2.913.170 .

Dilansir Saudi Gazette (18/1/2020), dari angka itu, jemaah umroh asal Indonesia mencapai 537.894 (538 ribu) atau merupakan jemaah asal luar negeri terbesar kedua setelah Pakistan. Jumlah jemaah asal Indonesia menyumbang 18,46 persen dari total visa umroh yang telah diterbitkan pemerintah Arab Saudi.

Di urutan pertama jumlah jemaah terbesar masih oleh Pakistan dengan 601.880 jemaah (20,6 persen). Urutan ketiga dan selanjutnya yakni India 307.066 jemaah, Mesir 156.492 jemaah, Malaysia 130.949 jemaah, Turki 110.389 jemaah, Bangladesh 97.767 jemaah, Algeria 94.417 jemaah, Uni Emirat Arab 57.730 jemaah, serta Yordania 52.175 jemaah.

Jumlah jemaah umroh asal Indonesia musim ini tahun 1441 Hijriyah atau 2019/2020 Masehi diprediksi bisa mencapai 1,26 juta jemaah. Direktur PT Qadr Jaya Mandiri (Travel Al-Qadri Umrah & Haji), Erri Budisurasa, menyatakan asumsi itu didasarkan pada kalkulasi perhitungan data maskapai yang mengakomodir penerbangan dari Indonesia ke Kerajaan Saudi Arabia (KSA). Tercatat ada 14 maskapai yang melayani penerbangan umroh hingga maksimal 300 kursi per penerbangan.

"Dengan jumlah sekali penerbangan mencapai 4.200 jemaah per hari, maka kami estimasikan dalam 300 hari semusim umroh atau 1 tahun bisa mencapai 1,26 juta jemaah tahun ini," ujarnya kepada Bareksa.

Menurut Erri, jika penerbangan umroh maksimal dengan asumsi kursi pesawat dipenuhi oleh jemaah umroh semua, maka maksimal bisa merealiasi 1,5 juta jemaah umroh per tahun. Namun faktanya tidak semua kursi pesawat diisi oleh jemaah umroh, sebagian juga diisi penumpang biasa.

Pada musim umroh tahun lalu atau 1440 H (2018/2019 M), jumlah jemaah umroh asal Indonesia mencapai 1 juta jiwa.

Cara Siapkan Tabungan Umroh

Bareksa Umroh menyediakan cara menabung paling efektif di reksadana syariah yang terintegrasi dengan tujuan beribadah umroh. Ada lima keuntungan dari Bareksa Umroh yakni aman, halal, serba online, terpadu dan terpercaya.

Reksadana syariah yang dijadikan wadah menabung untuk umroh ini adalah investasi resmi yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tidak perlu takut uang akan dibawa kabur oleh travel agent, karena disimpan dalam reksadana di bank kustodian.

Ada berbagai perencanaan yang dapat kita pilih di Bareksa Umroh, sebagai perkiraan jumlah nilai reksadana yang perlu diinvestasikan. Perencanaan yang tersedia berdasarkan harga paket yang berlaku saat ini, tetapi tidak mengikat pada pembelian paket.

Katakanlah kamu memilih paket Barokah untuk mewujudkan niatmu melakukan refleksi akhir tahun di Tanah Suci. Berdasarkan harga paket real berlaku saat ini di Travel Umrah dan Haji Al-Qadri, rencana paket tipe reguler selama 9 hari ini, perkiraan harganya sekitar Rp23,5 juta per orang.

Melihat rincian paket perjalanan ini, hotel yang dipilih memiliki kelas bintang 3. Kemudian, maskapai keberangkatan dan kepulangan, menggunakan penerbangan Garuda Indonesia-Saudi-Emirates.

Menggunakan rencana di Bareksa Umroh, kita bisa memperkirakan dana yang harus kita simpan tiap bulan untuk bisa berangkat umroh setahun ke depan.

Kita bisa mengetik perkiraan periode berangkat yakni 12 bulan ke depan, maka kita bisa mengalokasikan dana Rp1.958.334 per bulan atau setara dengan Rp65.227 saja per hari selama 12 bulan.


Sumber : Bareksa

Kalau ternyata kamu ingin melakukan perjalanan umroh akhir tahun dengan paket yang sama bersama pasangan terkasih, maka pada kolom peserta tinggal memilih jumlah orangnya menjadi 2. Nah, selepas itu dapat diketahui berapa dana per bulan yang disiapkan untuk diinvestasikan dalam reksadana syariah. 

Perlu diingat, rencana yang ada di Bareksa Umroh tidak mengikat dengan harga paket karena itu hanya perkiraan (estimasi). Jangka waktu juga tidak mengikat karena kita bisa mengatur sendiri dana per bulan sesuai kemampuan.

Kalau kita melewati jangka waktu, atau lebih cepat dari rencana, tidak akan dikenakan pinalti. Justru, semakin lama menabung reksadana, semakin besar potensi imbal hasil yang didapat.

Karena uang kita ditaruh di reksadana syariah yang berpotensi memberi imbal hasil lebih tinggi daripada deposito. Reksadana adalah investasi resmi yang diawasi oleh OJK.

Selain itu, reksadana syariah halal karena dikelola berdasarkan prinsip-prinsip Islami dan sudah mendapatkan fatwa halal dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Jika uang kita di reksadana syariah sudah mencapai target, bisa menyelesaikan rencana dan membeli paket dengan dana tersebut tanpa pindah platform. Cukup mudah kan?

* * *

Ingin menabung reksadana syariah untuk umroh?

- Cara daftar jadi nasabah Bareksa Umroh, klik tautan ini
- Sudah punya akun Bareksa dan mau nabung umroh, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER