Sama-sama Minim Risiko, Begini Karakter SBR009 dan Reksadana Pasar Uang

Masa penawaran SBR009 pada 27 Januari - 13 Februari 2020 dengan nilai kupon minimal 6,3 persen
Senin, 27 Januari 2020 16:46:01 WIB Arief Budiman
Image
Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman (ke-4 kanan depan) dan Direktur Surat Utang Negara Ditjen PPR Kementerian Keuangan, Loto Srinaita Ginting saat Acara peluncuran SBR007 dengan tema “Membangun Kemandirian Finansial Sejak Dini dengan Cara Investasi”, di Jakarta (11/07/2019) (Bareksa/AM)

Bareksa.com - Bagi masyarakat investor, kini sudah ada instrumen investasi yang menguntungkan dan nyaris bebas risiko bagi masyarakat, yakni Savings Bond Ritel (SBR). Namun di sisi lain juga ada reksadana jenis pasar uang yang dikelola oleh manajer investasi yang juga paling minim risiko. Hmmm, kira-kira pilih mana yang mana yaa?

Saat ini, pemerintah sedang menawarkan instrumen surat utang yang khusus untuk investor ritel berjenis Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR009, tidak hanya untuk pembiayaan anggaran tetapi juga menarik minat masyarakat untuk berpartisipasi dalam investasi yang mendukung negara. Pembelian produk investasi yang dijamin pemerintah ini hanya bisa dilakukan pada periode penawaran 27 Januari - 13 Februari 2020.

Kementerian Keuangan menetapkan tingkat kupon minimal SBR009 sebesar 6,3 persen per tahun. SBR seri terbaru ini adalah instrumen investasi aman yang dijamin pemerintah khusus untuk masyarakat ritel yang bisa dibeli secara online.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan menyatakan, nilai kupon minimal 6,3 persen tersebut yakni berasal dari suku bunga acuan Bank Indonesia, BI 7-day Reverse Repo Rate 5 persen ditambah spread tetap 1,3 persen.

SBR adalah instrumen investasi dengan risiko yang sangat rendah, karena baik pokok maupun kuponnya 100 persen dijamin oleh negara. Jadi, keuntungannya sudah pasti dan investor tidak akan rugi.

Sementara itu, reksadana adalah kumpulan dana investor yang dikelola oleh manajer investasi untuk dibelikan aset keuangan seperti saham, obligasi dan pasar uang. Reksadana jenis pasar uang mayoritas asetnya adalah deposito berjangka dan surat utang dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun.

Bagi investor yang mencari produk risiko rendah dengan tenor pendek, SBR bisa menjadi alternatif selain reksadana pasar uang, yang juga stabil dan risikonya rendah. Lantas bagaimana perbandingan antara SBR dan reksadana pasar uang?

Imbal Hasil (Return)

Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa besaran kupon SBR009 sebesar 6,3 per tahun. Namun, karena dikenai pajak kupon obligasi 15 persen, maka imbal hasil bersih yang dapat diterima nasabah menjadi 5,36 persen.

Perlu diingat, imbal hasil SBR ditetapkan floating with floor, sehingga bisa naik bila acuan naik tetapi tidak bisa turun lebih rendah daripada batas minimal.
Sementara itu, imbal hasil reksadana pasar uang tidak dikenakan pajak atau potongan lagi sehingga yang diterima oleh investor sudah bersih.

Sebagai contoh, top 5 reksadana pasar uang Bareksa dengan return tertinggi setahun terakhir bisa memberikan keuntungan 6,8 persen hingga 7,09 persen bersih tanpa dipotong pajak lagi.

Top 5 Return Reksadana Pasar Uang (1 Tahun) yang Tersedia di Bareksa (per 24 Januari 2020)


Sumber : Bareksa

Akan tetapi, return reksadana ini berfluktuasi dan tidak ada yang menjamin pasti naik terus. Karena itu, investor wajib paham dengan membaca prospektus dan fund fact sheet reksadana sebelum memutuskan berinvestasi reksadana.

Likuiditas

Likuiditas ialah seberapa cepat suatu instrumen investasi bisa dicairkan atau dijadikan uang tunai (cash). SBR009 adalah instrumen yang tidak bisa diperdagangkan (non-tradable) sehingga investor harus memegangnya hingga masa berlaku habis atau jatuh tempo pada dua tahun lagi, atau 10 Februari 2022.

Meskipun tidak bisa diperdagangkan, SBR009 memiliki opsi early redemption atau pencairan awal setelah satu tahun berinvestasi. Syaratnya, transaksi awal minimal Rp2 juta dan maksimal yang bisa dicairkan awal adalah 50 persen dari nilai awal.

Di sisi lain, reksadana dana pasar uang dapat dicairkan kapan saja dan berapa saja (tidak ada batas minimal) saat kita membutuhkan dana darurat. Maka dari itu, reksadana pasar uang bisa dibilang lebih likuid.

Kesimpulannya, kita sebagai investor dalam membeli atau memutuskan untuk mengalokasikan aset investasi tidak hanya membandingkan return yang didapat, tetapi juga harus tahu dan disiplin atas keputusan investasi yang akan diambil nantinya.

Namun yang perlu ditekankan ialah, kedua produk yang tersedia di Bareksa ini cocok bagi investor dengan profil risiko rendah (risk averse), tinggal disesuaikan saja dengan kebutuhan masing-masing.

(KA01/AM)

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Savings Bond Ritel atau SBN ritel seri SBR009 hanya bisa dipesan selama masa penawaran pada 27 Januari - 13 Februari 2020. Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi SBN? Segera daftar di sbn.bareksa.com sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP. Baca panduannya di sini.

Bagi yang sudah pernah membeli SBR atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di sbn.bareksa.com untuk memesan SBN seri berikutnya.

Bila sudah memiliki akun Bareksa untuk reksadana sebelumnya, segera lengkapi data Anda berupa NPWP dan rekening bank yang dimiliki.

Kalau belum punya NPWP, tapi mau beli SBN? Kita juga bisa meminjam NPWP punya orang tua atau suami.

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER