Cara Nabung Rp10.500 per Hari di Reksadana untuk Beli Motor Listrik Elvindo

Pemerintah mencanangkan target penjualan motor listrik mencapai 20 persen pada 2025 di pasar otomotif Indonesia
Selasa, 14 Januari 2020 11:00:11 WIB Arief Budiman
Image
Motor listrik Elvindo (olx.co.id)

Bareksa.com - Geliat kendaraan listrik di pasar Tanah Air kian diminati para pelaku industri. Pasalnya regulasi terkait hal ini sudah disetujui Pemerintah dengan menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019. Poin penting dalam regulasi ini yaitu mendorong produksi lokal untuk motor listrik.

Salah satu pelaku yang memulai tejun dalam segmen ini adalah PT Indo Jaya Motor Electric. Keseriusannya dibuktikan dengan membuka fasilitas produksi sepeda motor listrik model skuter dengan nama produk Electric Vehicle Indonesia (Elvindo).

Tak muluk-muluk, PT Indo Jaya Motor Electric menargetkan dengan menyasar konsumen menengah ke bawah. Ya, harganyapun tak menguras kantong serta suku cadang dengan harga terjangkau.

“Kita punya harga jual sangat murah berkisar Rp5 juta sampai dengan Rp13 juta. Setiap diler Elvindo wajib menyediakan suku cadang dan servis,” ujar Hengki Wijaya, Direktur Utama PT Indo Jaya Motor Electric seperti dilansir Jawa Pos.

Merek lokal ini menargetkan akan membuka jaringan penjualan di 300 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Rencananya akan menawarkan 10 jenis produk. Fasilitas perakitan unit berlokasi di Cikupa, Tangerang dan nantinya Elvindo akan diproduksi secara lokal di Subang.

Untuk diketahui, pemerintah mencanangkan target penjualan motor listrik mencapai 20 persen pada 2025 di pasar otomotif Indonesia. Ini adalah angka yang sangat besar di mana Elvindo akan ikut serta meramaikan pasar industri motor listrik tersebut.

Motor listrik Elvindo menargetkan bisa menjual sekitar 10.000 unit dalam setahun. Menurut Hengki, pihaknya berusaha menjual setidaknya 2 unit motor listrik Elvindo di setiap diler dalam sehari.

“Dengan jumlah diler yang kami miliki, diharapkan mampu mengejar target tersebut dalam setahun,” tambah Hengki.

Dalam meyakinkan masyarakat untuk beralih ke motor listrik, Hengki menegaskan bila Elvindo memberi garansi unit selama tiga tahun. Sementara itu, baterai mendapat garansi selama dua tahun.

Simulasi Reksadana

Tertarik untuk memiliki motor listrik tersebut? Kalau belum punya cukup uang jangan ngutang ya. Kamu dapat mencoba sebuah teknik sederhana dengan rutin menginvestasikan uang ke produk investasi yaitu reksadana campuran yang memberikan keuntungan cukup tinggi dengan risiko moderat.

Reksadana punya potensi imbal hasil yang lebih tinggi daripada menabung di tabungan bank atau deposito. Top 5 reksadana jenis campuran di marketplace Bareksa dalam tiga tahun terakhir (per 13 Januari 2020) bisa memberikan imbal hasil (return) mulai dari 21,48 persen hingga 46,15 persen, atau rata-rata 32,37 persen atau 10,78 persen per tahun.

Top 5 Reksadana Campuran Bareksa Return Tertinggi Tiga Tahun


Sumber: Bareksa

Dengan asumsi return tersebut, kita bisa menghitung jumlah uang yang perlu kita sisihkan untuk dibelikan reksadana rutin tiap bulannya.

Menurut Kalkulator Investasi Bareksa, kalau kita ingin mengumpulkan Rp13 juta (seharga Elvindo yang termahal) dalam 36 bulan, maka kita hanya perlu menyisihkan sekitar Rp311.140 per bulan di reksadana pasar uang atau sekitar Rp10.500 per hari.


Sumber: Bareksa

Seperti terlihat dalam grafik, dengan modal hanya Rp10.500 per hari, kita bisa mengumpulkan modal pokok Rp11,2 juta. Uang tersebut di reksadana campuran bisa tumbuh menjadi Rp13 juta dan cukup untuk membeli motor listrik impianmu.


Sumber: Bareksa

Nilai imbal hasil tersebut optimal jika dibandingkan menabung di bank. Selain itu, imbal hasil reksadana tidak dipotong pajak karena bukan merupakan objek pajak. Sedangkan imbal hasil deposito atau tabungan masih dipotong pajak 20 persen.

Jika nantinya setelah dana terkumpul kita berubah fikiran dan tidak jadi membeli motor listrik tersebut, maka bisa digunakan untuk kebutuhan lain yang lebih urgent, seperti tambahan biaya pendidikan anak atau bisa diinvestasikan kembali agar dana kita terus tumbuh berkembang.

Untuk diketahui, reksadana ialah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Sementara itu, reksadana campuran sendiri merupakan jenis reksadana yang mengalokasikan portofolionya pada saham, obligasi, dan pasar uang dengan proporsi yang berbeda dari reksadana saham, pendapatan tetap, maupun pasar uang. Biasanya, proporsi dari saham dan obligasi lebih mendominasi reksadana ini.

Reksadana campuran merupakan pilihan cocok bagi Anda yang memiliki profil risiko moderat hingga tinggi, karena bisa memberikan imbal hasil yang cukup menarik dalam jangka pendek hingga menengah dengan risiko sedang. Untuk kenyamanan berinvestasi, pastikan dulu tujuan keuangan dan profil risiko Anda.

(KA01/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER