Reksadana Indeks Bisa Jadi Pilihan Investasi, Begini Kinerjanya

Saat ini terdapat enam produk reksadana indeks yang dijual di marketplace investasi Bareksa
Senin, 13 Januari 2020 17:34:17 WIB Martina Priyanti
Image
Ilustrasi seorang investor tengah mempertimbangkan reksadana indeks untuk berinvestasi. (Shutterstock)

Bareksa.com - Bagi yang tengah mencari alternatif investasi di reksadana, reksadana indeks bisa dapat dipertimbangkan. Apa sebenarnya reksadana indeks?

Reksadana indeks ialah reksadana yang dikelola untuk mendapatkan hasil investasi yang mirip dengan suatu indeks yang dijadikan acuan, baik itu indeks obligasi maupun indeks saham.

Dalam pengertian lain, reksadana indeks juga bisa diartikan sebagai jenis reksadana yang kinerjanya mengacu pada indeks tertentu, bisa indeks saham bisa juga indeks obligasi.

Meski definisinya dapat diartikan demikian, cara kerjanya berbeda dengan reksadana konvensional yang berfokus pada saham dan obligasi. Selain itu, berbeda dengan reksadana konvensional yang berusaha mengalahkan kinerja tolok ukurnya (benchmark), justru target dari reksadana indeks adalah menyamainya.

Jadi, daripada dikelola secara aktif, pendekatan dari reksadana indeks ialah secara pasif dengan menyusun portofolio investasi menyerupai indeks acuannya.

Maka itu, karena komposisinya mirip atau bahkan sama persis dengan indeks acuannya, hasilnya juga akan mirip dengan indeks acuannya. Cara ini dikenal pula dengan strategi pengelolaan pasif atau passive management strategy.

Tak ayal, dengan pengelolaan secara pasif menghasilkan efisiensi biaya. Hal itu tak lain karena manajer investasi tidak memerlukan tenaga analis yang banyak untuk melakukan analisis perusahaan. Selain itu, biaya transaksi juga menjadi lebih kecil karena manajer investasi tidak melakukan trading jual beli secara aktif.

Makanya biaya reksadana indeks umumnya lebih kecil dibandingkan reksadana konvensional. Nah, baik buruknya kinerja reksadana ini tidak diukur dari seberapa besar imbal hasil (return), yang dihasilkan ataupun dari seberapa kecil risiko fluktuasi harga. Melainkan dari selisih antara kinerja reksadana dengan indeks acuan.

Semakin besar selisihnya, meskipun kinerja reksadana lebih baik, tetap dianggap tidak baik karena yang ideal adalah sama dengan indeks acuannya. Selisih antara reksadana dengan indeks acuan disebut juga tracking error.

Sementara itu, ketika selisih yang dihasilkan semakin kecil maka manajer investasi yang mengelolanya terbilang sukses. Seandainya selisih yang dihasilkan adalah tracking error=0, itu akan lebih bagus lagi.

Sebagai informasi, di marketplace investasi Bareksa yang merupakan agen penjual reksadana, saat ini terdapat enam produk reksadana indeks yang dijual, yakni Reksa Dana Kresna Indeks 45 (PT Kresna Asset Management), Reksa Dana Indeks BNP Paribas Sri Kehati (PT BNP Paribas Asset Management), RHB SRI SEHATI Index Fund (PT RHB Asset Management Indonesia), Reksa Dana Indeks Avrist IDX30 (PT Avrist Asset Management), Principal Index IDX30 (PT Principal Asset Management), dan Reksa Dana Indeks Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund (PT Syailendra Capital).

Reksadana Indeks yang Tersedia di Bareksa


Sumber: Bareksa

Sebagai contoh, salah satu dari enam produk reksadana indeks yang dijual Bareksa adalah Reksa Dana Kresna Indeks 45 dari diterbitkan PT Kresna Asset Management. Reksadana ini luncurkan pada 14 Oktober 2008 dan per Desember 2019, membukukan dana kelolaan Rp258 miliar.

Disebutkan, tujuan investasi Reksa Dana Kresna Indeks 45 adalah memberikan hasil investasi yang setara dengan kinerja Indeks LQ-45. Adapun Indeks LQ-45 adalah indeks yang dipublikasikan dan dihitung oleh PT Bursa Efek Indonesia dan manajer investasi Reksa Dana KRESNA INDEKS 45 telah memiliki lisensi penggunaan Indeks LQ-45.

Sementara itu kebijakan investasi yang diterapkan yaitu minimum 80 persen dan maksimum 100 persen pada efek bersifat ekuitas, serta minimum 0 persen dan maksimum 20 persen pada instrumen pasar uang.

Imbal hasil (return) yang diberikan Reksa Dana Kresna Indeks 45:

Sumber: Bareksa

Perlu diingat, reksadana indeks memiliki mayoritas portofolio yang berupa saham sehingga berfluktuasi tinggi dalam jangka waktu dekat. Maka dari itu, reksadana indeks dan ETF ini disarankan untuk investor dengan profil risiko tinggi dan sebaiknya untuk investasi jangka panjang.

Untuk kenyamanan berinvestasi, pastikan dulu tujuan keuangan dan profil risiko Anda.

Perlu diketahui, reksadana ialah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER