Dana Kelolaan Reksadana Saham pada November Anjlok 16,9 Persen YtD 2019

Secara bulanan, dana kelolaan reksadana saham merosot 5,84 persen pada November dibandingkan Oktober
Rabu, 11 Desember 2019 10:23:52 WIB Arief Budiman
Image
Karyawan beraktivitas di dekat grafik pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (2/8/2019).ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj.

Bareksa.com - Industri reksadana di Indonesia mengalami sedikit koreksi pada Oktober 2019. Hal itu tercermin dari menurunnya nilai dana keloaan (asset under management/AUM).

Mengutip data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), AUM industri reksadana tercatat Rp544,42 triliun per November 2019, atau turun 1,6 persen dibandingkan bulan Oktober 2019 yang sebesar Rp553,21 triliun.

Penurunan dana kelolaan yang dicatatkan pada November 2019, menghentikan rally yang sudah terjadi sebanyak lima kali secara beruntun sejak bulan Juni 2019.

Namun jika dibandingkan dengan posisi akhir tahun lalu yang sebesar Rp507,09 triliun, maka hingga November 2019 AUM industri reksadana Tanah Air masih tercatat tumbuh 7,36 persen.


Sumber: OJK, diolah Bareksa

Jika dilihat berdasarkan jenisnya, per November 2019 reksadana saham menjadi jenis reksadana dengan nilai AUM terbesar kedua, yakni mencapai Rp137,26 triliun atau setara dengan 25,21 persen dari total keseluruhan AUM industri.

Meski begitu secara bulanan, dana kelolaan reksadana saham merosot 5,84 persen pada November dibandingkan Oktober 2019 yang sebesar Rp145,77 triliun.

Secara year to date atau dibandingkan akhir Desember 2018 yang sebesar Rp165,23 triliun, maka AUM reksadana saham sudah anjlok 16,93 persen.

Dari total AUM reksadana saham Rp137,26 triliun tersebut, produk reksadana saham mana saja yang mencatatkan dana kelolaan terbesar per November 2019?

Top 5 Reksadana Saham Dana Kelolaan Terbesar per November 2019


Sumber: OJK, diolah Bareksa

Mengacu pada data tersebut, saat ini terdapat 5 produk reksadana saham dengan AUM terbesar. Produk Schroder Dana Prestasi Plus yang dikelola oleh PT Schroder Investment Management Indonesia menjadi produk reksadana saham dengan AUM terbesar yakni mencapai Rp14,14 triliun atau setara dengan 10,3 persen dari total AUM reksadana saham.

Berikutnya di urutan kedua Batavia Dana Saham yang dikelola oleh PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen dengan AUM Rp5,51 triliun (4,01 persen), kemudian di urutan ketiga Schroder Dana Prestasi yang dikelola oleh PT Schroder Investment Management Indonesia dengan AUM Rp5,1 triliun (3,72 persen).

Di urutan keempat, Ashmore Dana Ekuitas Nusantara yang dikelola oleh PT Ashmore Asset Management Indonesia dengan AUM Rp4,95 triliun (3,61 persen), dan di urutan kelima Mandiri Saham Atraktif yang dikelola oleh PT Mandiri Manajemen Investasi dengan AUM Rp4,33 triliun (3,15 persen).

Sebagai informasi, reksadana ialah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Reksadana saham adalah reksadana yang mayoritas aset dalam portofolionya adalah instrumen aset saham atau efek ekuitas. Reksadana jenis ini berisiko berfluktuasi dalam jangka pendek tetapi berpotensi tumbuh dalam jangka panjang.

Maka itu, reksadana saham yang agresif disarankan untuk investor dengan profil risiko tinggi dan untuk investasi jangka panjang. Demi kenyamanan berinvestasi, pastikan dulu tujuan keuangan dan profil risiko Anda.

(KA01/AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER