Manulife Aset : Antara Arisan dan Investasi, Mana yang Harus Didahulukan?

Arisan bukan investasi dan lebih cocok dikategorikan sebagai konsep menabung
Kamis, 05 Desember 2019 17:19:17 WIB Issa Almawadi
Image
Ilustrasi dua karyawati membandingkan hasil investasi dan arisan yang dilambangkan dengan pohon (shutterstock)

Bareksa.com – Sebagai bagian dari gaya hidup masa kini, banyak wanita menjadikan arisan sebagai ajang bersosialisasi. Konsep arisan yang mewajibkan peserta untuk menyetor sejumlah uang setiap bulan, untuk kemudian diundi pemenangnya, dipandang sebagian kalangan sebagai bentuk investasi. Namun Krizia Maulana, Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) punya pandangan berbeda.

Krizia menuturkan, arisan dan investasi adalah dua hal yang berbeda. Menurut Krizia, arisan lebih cocok dikategorikan dalam konsep menabung. Ini karena kita harus menyisihkan sejumlah uang ke dalam dana bersama yang akan diundi secara rutin.

“Kenapa arisan tidak dianggap sebagai investasi? Karena dana yang kita setor tidak mengalami pertambahan nilai atau tidak menerima imbal hasil. Dana kita hanya terakumulasi dengan dana dari rekan-rekan di dalam satu komunitas arisan,” tutur Krizia melalui keterangan tertulis, Kamis, 5 Desember 2019. 

Sementara, investasi adalah proses menyisihkan uang untuk membeli sebuah aset dengan tujuan aset tersebut dapat menghasilkan pendapatan atau mengalami pertambahan nilai dalam jangka panjang dan dengan harapan tingkat pengembalian hasil berada di atas tingkat inflasi. Instrumen investasi pun beragam, seperti properti, emas, atau investasi di pasar modal seperti reksadana.

Arisan sebetulnya bisa membawa manfaat yang baik. Selain sebagai ajang bersosialisasi, arisan juga dapat “memaksa” orang untuk menyisihkan sebagian uangnya secara rutin. Namun Krizia menyampaikan, perlu diingat arisan bukanlah kebutuhan utama. Krizia menjelaskan, prioritaskan apa yang memang menjadi kebutuhan utama.

“Karena itu, uang arisan sebaiknya jangan berlebihan, sesuaikan dengan kondisi keuangan,” tambah Krizia. 

Terkadang, jumlah uang arisan tidak sedikit. Karena itu, hati-hati dalam memilih komunitas arisan. Pilih komunitas arisan yang benar-benar kita kenal, supaya tidak tertipu. Zaman sekarang, banyak sekali penipuan berkedok arisan.  

Investasi Dahulu, Arisan Kemudian

Jika setiap bulan kita bisa menyisihkan uang untuk arisan, kenapa tidak menyisihkan sebagian uang yang kita miliki untuk investasi? Investasi tidak perlu dana yang besar. Investasi di reksadana sudah bisa dimulai dengan dana Rp10.000.  

Ingat rumus utama, penghasilan saat ini - gaya hidup = masa depan. Dengan penghasilan yang dimiliki saat ini, jika sebagian besar kita gunakan untuk memenuhi gaya hidup, maka hanya sedikit yang bisa disisihkan untuk digunakan di masa depan.  Demikian sebaliknya.    

Krizia menenerangkan, jika kita sudah memahami pentingnya perencanaan keuangan sejak dini, maka prioritas utama adalah mengutamakan investasi untuk pemenuhan beragam kebutuhan di masa depan. “Jika ada uang berlebih, barulah kita bisa ikut arisan. Hasil dari uang arisan juga bisa kita investasikan di reksadana. Ingat, arisan bukanlah investasi,” imbuh Krizia.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER