Jika 1 Persen Gaji Ahok Diinvestasikan Reksadana Pendapatan Tetap, Ini Hasilnya

Ahok disebut-sebut akan menerima gaji sebagai Komisaris Utama Pertamina Rp3,2 miliar per bulan
Jumat, 29 November 2019 07:55:05 WIB Issa Almawadi
Image
Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok (kiri) berjabat tangan dengan Wakil Menteri BUMN Kartiko Wiryoatmojo saat acara penyerahan surat keputusan (SK) di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (25/11/2019). Ahok menerima surat keputusan (SK) terpilihnya dia sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). ANTARA FOTO/Trisno Ardi/app/foc

Bareksa.com – Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok resmi menduduki jabatan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menggantikan Tanri Abeng.

Tapi, keputusan pemerintah sebagai pemegang saham Pertamina untuk mengangkat Ahok mengisi pucuk Komisaris Pertamina menuai keriuhan. Terutama soal gaji yang bakal diterima Ahok.

Melansir Tempo.co, Ahok disebut-sebut akan mendapat gaji dengan jumlah fantastis. Nilainya mencapai Rp3,2 miliar per bulan. Angka tersebut muncul dengan memperkirakan hitungan gaji setiap direksi dan komisari Pertamina sesuai dengan laporan tahunan 2018.

Pada laporan tahunan Pertamina 2018, kompensasi manajemen kunci dan dewan komisaris yang dibayarkan perseroan mencapai US$47,27 juta atau setara dengan Rp661,82 miliar (kurs Rp14.000 per dolar AS).

Sepanjang 2018, ada 19 orang direksi dan komisaris Pertamina. Jika dibagi rata, setiap orang akan mendapat Rp34,83 miliar atau Rp3,2 miliar per bulan.

Meski begitu, seperti dikutip Tempo.co, Direktur Pemasaran Korporat Pertamina Basuki Trikora membantah nilai tersebut. “Itu hoaks. Kami tidak tahu mengapa angka yang beredar bisa sebesar itu,” ujar Ridwan.

Terlepas benar atau tidak nilai gaji yang akan diterima Ahok, Bareksa menganalogikan sebagian dari nilai gaji tersebut jika dialokasikan untuk investasi di reksadana. Ambil saja 1 persen dari perkiraan gaji Ahok atau mencapai Rp32 juta.

Sebut saja Ahok rutin mengalokasikan Rp32 juta di reksadana dengan memilih reksadana pendapatan tetap. Reksadana pendapatan tetap cocok untuk investor berkarakter konservatif dengan jangka waktu berkisar 1-3 tahun.

Di Bareksa saat ini, reksadana pendapatan tetap dengan return tertinggi secara tahunan adalah Sucorinvest Bond Fund. Secara histori, reksadana racikan Sucorinvest Asset Management ini memberi return tahunan 13,83 persen.

Sumber: Bareksa.com

Dengan kalkulator investasi di Bareksa, kita bisa melihat perkiraan hasil investasi jika Ahok mengalokasikan Rp32 juta per bulan dalam jangka waktu 3 tahun. Hasilnya, Ahok akan memiliki dana Rp1,45 miliar.

Sumber: Bareksa.com

Hasil investasi Ahok selama 3 tahun di reksadana pendapatan tetap Sucorinvest Bond Fund terdiri dari dana investasi Rp1,18 miliar dan hasil investasi Rp262,45 juta. Fantastis bukan?

Namun perlu kita ketahui, investasi tidak bebas risiko. Seperti dalam contoh di atas, investasi dengan return yang diharapkan 13,83 persen per tahun punya risiko sedang. Artinya, kita harus siap menerima penurunan harga atau nilai aktiva bersih (NAB) reksadana yang kita miliki.

Sebagai informasi, reksadana ialah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Selain itu, reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Sementara reksadana pendapatan tetap adalah jenis reksadana yang minimal 80 persen dana kelolaannya diinvestasikan ke instrumen obligasi dan pasar uang. Reksadana jenis ini cocok untuk Anda yang memiliki profil risiko rendah-moderat serta cocok untuk tujuan jangka waktu menengah antara 1 hingga 3 tahun.

(AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER