Hari Pohon Sedunia, Tanam Investasimu untuk Masa Depan di Reksadana Bareksa

Seperti pohon yang bernilai penting, berinvestasi di reksadana juga penting untuk masa depan
Kamis, 21 November 2019 16:51:31 WIB Martina Priyanti
Image
Ilustrasi investasi di reksadana ibarat menanam pohon (Bareksa), sehingga terus tumbuh dan berkembang untuk kebutuhan masa depan. (Shutterstock)

Bareksa.com - Tahukah kamu kalau setiap tanggal 21 November diperingati sebagai Hari Pohon Sedunia atau World Tree Day. Tahun 2019 ini, tepat dirayakan pada hari ini, Kamis.

Seperti dikutip liputan6.com (21/11/2019), tanggal 21 November dipilih sebagai peringatan Hari Pohon, guna menghormati jasa J Sterling Morton, seorang pecinta alam asal Amerika, yang begitu gigih mengampanyekan gerakan menanam pohon. Sikap Morton tentu bukan tanpa alasan, siapakah makhluk hidup yang bisa hidup tanpa kontribusi dari pohon.

Hari Pohon dimunculkan untuk mengingatkan manusia akan pentingnya pohon bagi kehidupan makhluk hidup lainnya, memerangi pemanasan global, mencegah bencana alam dan melindungi tempat hidup makhluk hidup di dunia.

Ada sejumlah fakta menakjubkan dari pohon, di antaranya tiga pohon yang ditanam di sekeliling gedung dapat mengurangi pemakaian pendingin ruangan hingga 50 persen.

Pohon juga dapat meningkatkan nilai porperti. Rumah yang dikelilingi pohon-pohon bernilai 18-25 persen lebih tinggi dari yang tidak memiliki pohon. Sebuah pohon ukuran sedang mampu memproduksi cukup oksigen yang dapat digunakan satu keluarga (yang terdiri dari empat orang) untuk bernafas. Area pepohonan juga membuat kita lebih rileks dan mengurangi stres.

Investasi Reksadana di Bareksa

Bicara soal pohon, Bareksa yang berasal dari Bahasa Sansekerta berarti pohon. Harapannya, Bareksa dapat turut membuat dunia investasi nasional semakin tumbuh rindang dan berbuah lebat bagi kesejahteraan masyarakat luas.

Bareksa.com adalah marketplace investasi terintegrasi pertama di Indonesia, yang bernaung di bawah PT Bareksa Portal Investasi yang didirikan pada tanggal 17 Februari 2013. Selain menyediakan platform untuk melakukan jual-beli reksadana dan surat utang negara ritel secara online, Bareksa juga memberikan layanan data, informasi, dan alat investasi reksadana, saham, obligasi, dan lainnya untuk memudahkan masyarakat berinvestasi.

Tak hanya menabung, berinvestasi juga diperlukan untuk menunjang terjaminnya kondisi keuangan di masa depan guna memenuhi segala kebutuhan dan mencapai kesejahteraan. Semakin cepat mulai investasi, maka semakin baik. Salah satunya investasi di reksadana.

Reksadana ialah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi.

Dengan menyimpan uang di reksadana, maka uang dapat tertahan lebih lama dibandingkan menyimpannya di rekening tabungan yang bisa diakses melalui mesin ATM. Meski begitu, reksadana bisa dicairkan kapan saja dengan proses satu sampai tujuh hari kerja setelah transaksi.

Ada beberapa jenis reksadana. Reksadana yang dipilih, bisa disesuaikan dengan karakter Anda apakah seorang high-risk taker, medium-risk taker atau low-risk taker. Jika Anda kurang berani untuk mengambil risiko rugi, bisa memilih reksadana pasar uang.

Sementara jika Anda cukup berani tapi masih jaga-jaga untuk tidak terlalu rugi, bisa coba fixed income (reksadana pendapatan tetap) atau balanced (reksadana campuran). Terakhir, jika Anda cukup berani ambil risiko, bisa berinvestasi di reksadana saham (equity).

Misalkan Anda memutuskan untuk berinvestasi di reksadana campuran Shinhan Balance Fund. Reksadana ini masuk dalam daftar top 5 return tertinggi, secara historikal mengantongi return 76,27 persen dalam 5 tahun terakhir (per 20 November 2019).

Katakan Anda mampu menyisihkan dana Rp700.000 per bulan atau Rp23.333 per hari di reksadana tersebut, secara rutin selama 5 tahun.

Simulasi Investasi reksadana campuran periode 5 tahun

 


Sumber : Bareksa

 

Berdasarkan hasil simulasi, jika Anda berinvestasi Rp700 ribu per bulan, rutin selama lima tahun (20 November 2014 hingga 20 November 2019), maka dana pokok investasi Anda menjadi Rp42 juta. Tidak hanya itu, investasi tersebut berpotensi mendapatkan return Rp16.717.420.

Hasilnya total dana pokok dan imbal hasil investasi telah tumbuh jadi Rp58.717.420. Seperti halnya manfaat pohon, berinvestasi sangat penting untuk masa depan. Berinvestasi reksadana di Bareksa (pohon) bisa jadi salah satu pilihan.

Perlu diingat, reksadana campuran merupakan jenis reksadana yang portofolionya berisi instrumen aset deposito, obligasi, dan saham. Reksadana jenis ini cocok untuk tujuan jangka menengah hingga panjang dan bagi investor yang memiliki profil risiko moderat.

(AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER