Tujuh Faktor yang Perlu Diketahui Investor dalam Memilih Manajer Investasi

Kinerja manajer investasi dalam mengelola dana yang Anda miliki akan mempengaruhi kinerja reksadana
Selasa, 19 November 2019 13:20:32 WIB Arief Budiman
Image
Ilustrasi perempuan investor sedang memilih manajer investasi dan produk reksadana yang sesuai dengan tujuan investasinya (shutterstock)

Bareksa.com - Dalam sebuah investasi reksadana, peran manajer investasi menjadi sangat vital karena mereka yang akan menentukan apakah uang yang Anda titipkan atau investasikan di reksadana berhasil mengalami pertumbuhan yang Anda harapkan atau tidak.

Ketika Anda berinvestasi reksadana, maka dana yang Anda miliki akan dikelola secara profesional oleh manajer investasi. Karena itu sebelum Anda memutuskan untuk berinvestasi reksadana, wajib bagi Anda untuk memilih manajer investasi yang berkualitas.

Kinerja manajer investasi dalam mengelola dana yang Anda miliki tentunya akan mempengaruhi kinerja reksadana tersebut. Jadi, pilihlah manajer investasi yang telah terbukti memiliki kinerja yang baik dalam mengelola reksadana, sehingga di masa depan kinerja reksadana yang Anda miliki akan lebih baik dan tentunya akan menguntungkan Anda.

Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan investor dalam memilih manajer investasi antara lain :

1. Perizinan Manajer Investasi

Untuk memastikan apakah manajer investasi sudah mengantongi izin dari Otoitas Jasa Keuangan (OJK), tidak ada salahnya calon investor mengecek situs OJK di ww.ojk.go.id. Dalam situs ini dapat digali berbagai macam informasi, mulai dari peraturan pasar modal sampai perusahaan yang dibekukan izin usahanya.

2. Pengalaman Manajer Investasi

Kualitas manajer investasi dapat dilihat dari rekam jejak manajer investasi tersebut yang dapat berupa jam terbang, dan tingkat pengalaman dari para pengelola dana (fund manager) di perusahaan tersebut.

Perlu diketahui juga latar belakang kepemilikan dan manajemen perusahaan yang bersangkutan. Selain itu, perlu diperhatikan pula rekam jejak perusahaan yang mencakup berapa lama perusahaan tersebut telah mengelola reksadana di Indonesia ataupun di luar Indonesia, sejak kapan perusahaan itu didirikan dan mulai mengelola reksadana dan apakah kondisi finansialnya kuat dan sehat.

Semakin lama tentunya akan semakin baik karena hal ini menjadi indikasi bahwa perusahaan tersebut mempunyai manajemen dan sistem yang baik serta mampu mempertahankan kinerjanya secara konsisten.

3. Kinerja Historis Manajer Investasi

Calon investor dapat melihat kemampuan manajer investasi dalam mengelola reksadana dari kinerja historis reksadana yang telah dikelolanya. Perlu diperhatikan bagaimana hasil kinerja jangka panjang, tingkat konsistensi, jumlah aset yang dihimpun dan dikelola.

Manajer investasi yang handal akan mampu menjaga konsistensi kinerjanya dan memberikan imbal hasil yang mengalahkan imbal hasil benchmark-nya. Jika fluktuasi imbal hasil tinggi, artinya risikonya juga tinggi. Sebaliknya, jika fluktuasinya kecil atau kinerjanya cenderung stabil, berarti risikonya rendah. Sekalipun kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang namun sedikit banyak dapat memberikan gambaran kinerja di masa mendatang.

4. Dana kelolaan Manajer Investasi

Semakin banyak dana kelolaan (asset under management/AUM) yang dikelola, maka posisi tawar menawar manajer investasi untuk mendapatkan harga yang lebih baik saat bertransaksi akan semakin kuat. Dalam bisnis jasa pengelolaan aset, berlaku pula norma economies of scale yaitu semakin besar aset yang dikelola manajer investasi, maka akan semakin efisien pengelolaan dananya dan potensi imbal hasilnya juga akan semakin baik.

5. Jumlah Nasabah

Bisnis manajer investasi adalah bisnis kepercayaan, sehingga jumlah nasabah bisa menjadi tolok ukur tingkat kepercayaan terhadap sang manajer investasi. Selain mengelola reksadana, banyak manajer investasi yang juga mengelola portofolio nasabah secara terpisah (discretionary fund).

Nasabah discretionary fund umumnya merupakan nasabah besar seperti dana pensiun atau perusahaan asuransi atau institusi apa saja yang telah memberikan mandat kepada manajer investasi untuk mengelola dananya juga bisa mengindikasikan reputasi manajer investasi.

6. Biaya-biaya

Dalam prospektus reksadana ada uraian yang berisi alokasi biaya dan imbalan jasa reksadana. Alokasi biaya ini biasanya terbagi dalam 3 jenis, yaitu :

a. Biaya yang menjadi beban reksadana. Komponen biaya ini perlu diperhatikan karena akan menjadi pengurang dalam perhitungan nilai aktiva bersih (NAB) reksadana, sehingga mempengaruhi potensi imbal hasil reksadana.
b. Biaya yang menjadi beban manajer investasi.
c. Biaya yang menjadi beban pemegang unit penyertaan, perlu diperhatikan berapa besar biaya pembelian (subscription) dan biaya penjualan kembali (redemption).

7. Kualitas pelayanan manajer investasi

Calon investor perlu mencari informasi mengenai kualitas pelayanan manajer investasi yang dapat dilihat dari kualitas informasi dan kualitas layanan nasabah (client service).

Dalam hal kualitas informasi, periksa juga kualitas informasi yang diberikan oleh manajer investasi, dalam hal ketepatan, kemutakhiran, serta kelengkapan informasi.

Sedangkan dalam hal layanan nasabah, perhatikan apakah mereka memberi kemudahan berinteraksi, berdiskusi, serta langkah-langkah apa saja yang diambil dalam menangani masalah.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(KA01/AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER