Berita Hari Ini : Transaksi Bisnis ISEF 2019 Rp22,63 T; CPNS Capai 2,4 Juta

OJK gelar fit and proper direksi AJB Bumiputera, Kerugian investasi bodong Rp250 triliun
Senin, 18 November 2019 08:32:22 WIB Issa Almawadi
Image
Sejumlah CPNS sedang melakukan tes berbasis komputer di Kantor Walikota Jakarta Selatan. (The Jakarta Post Images/Seto Wardhana./adi/18)

Bareksa.com - Berikut adalah intisari perkembangan penting di pasar modal dan aksi korporasi, yang disarikan dari media dan laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Senin, 18 November 2019 :

ISEF 2019

Perhelatan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2019 menghasilkan kesepakatan dan transaksi bisnis senilai Rp22,63 triliun. Capaian tersebut diperoleh sepanjang ISEF 2019 pada 12-16 November 2019 di Jakarta Convention Center yang mempertemukan 30 pembeli, 163 penjual, dan 273 peserta pameran.

Seluruh pencapaian ini membuka jalan Indonesia mencapai visinya menjadi rujukan ekonomi syariah dunia. Demikian disampaikan Deputi Gubernur BI Sugeng, dalam penutupan ISEF 2019. Komitmen pengembangan usaha diperoleh dari 31 transaksi, total senilai Rp22,5 triliun yang terjadi antara pesantren dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dengan korporasi domestik dan global serta perbankan.

Komitmen tertinggi terjadi di sektor keuangan senilai Rp11,27 triliun dan di bidang infrastruktur senilai Rp10,68 triliun. Kesepakatan temu bisnis (business matching) diperoleh dari 161 transaksi total senilai Rp149,30 miliar. Kesepakatan tertinggi berasal dari sektor makanan & minuman dan sektor agrikultur. Di samping kesepakatan bisnis, ISEF 2019 juga mencatat beberapa pencapaian lainnya.

Di bidang keuangan syariah, diperoleh pembiayaan syariah dan kegiatan sektor keuangan sosial syariah melalui lelang wakaf senilai Rp2,95 miliar. Total nilai penjualan (omzet) yang dicapai dari pameran produk halal sepanjang ISEF 2019, terdiri atas makanan, minuman, pariwisata, dan busana muslim menembus angka Rp29,8 miliar.

CPNS

Memasuki hari ke-5 pendaftaran seleksi CPNS, terdata 2,4 juta pelamar telah membuat akun dalam portal Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN), namun baru 10,6 persen dari jumlah tersebut yang menuntaskan langkah pendaftaran hingga tahap ‘submit’.

“Kondisi itu diperkirakan terjadi karena banyak pelamar yang masih wait and see mencari informasi mengenai perkembangan pendaftaran,” ujar Kepala Biro Hubungan Kemasyarakatan (Humas), Badan Kepegawaian Negara (BKN) Paryono, Plt seperti dikutip Setkab.go.id.

Hingga saat ini, lanjut Paryono, dalam portal SSCN telah terunggah informasi lowongan CPNS dari 507 instansi pemerintah dari total 524 instansi yang membuka rekrutmen, sehingga sudah cukup banyak alternatif formasi jabatan yang dapat dipilih pelamar.

BKN mengimbau para pelamar yang telah menentukan pilihan instansi dan formasi yang akan dilamar, khususnya yang telah membuat akun dalam portal SSCN, untuk segera menuntaskan tahapan pendaftaran hingga ‘submit’.

AJB Bumiputera

Proses penyelamatan PT Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 terus bergulir. Berdasarkan informasi yang diperoleh Kontan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah meloloskan satu dari tiga nama yang diajukan oleh internal Bumiputera 1912. Satu nama itu lulus uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test untuk mengisi direksi Bumiputera 1912.

Tiga nama yang diajukan adalah SG Subagyo sebagai Direktur Pemasaran, Agus Sigit Kusnadi sebagai Direktur Keuangan dan Investasi, dan Joko Suwaryo sebagai Direktur Teknik dan Aktuaria. Namun regulator hanya meloloskan Joko Suwaryo. Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot mengatakan, fit and proper test setelah ada pengajuan dan persyaratan administrasi dipenuhi oleh Lembaga Jasa Keuangan (LJK).

Adapun hasilnya akan disampaikan langsung kepada LJK terkait. "Kalau sudah ada hasilnya, pasti akan disampaikan ke Lembaga Jasa Keuangan," ujar Sekar.

Jawaban lebih tegas datang dari Ketua Badan Perwakilan Anggpota (BPA), AJB Bumiputera 1912 Nurhasanah. Ia mengkonfirmasi kabar satu orang yang lolos dari tiga calon. "Iya, benar," ujarnya lewat pesan singkat, kemarin.

Namun Nurhasanah belum merinci langkah berikutnya yang akan diambil oleh BPA AJB Bumiputera 1912 setelah memenuhi permintaan OJK agar BPA mengangkat manajemen baru.

Investasi Bodong

Kerugian masyarakat akibat praktik investasi bodong mencapai Rp250 triliun dalam lima tahun terakhir yang menunjukkan tingkat literasi di sektor keuangan masih rendah. Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal I OJK Djustini Septiana mengatakan korban dari praktik investasi bodong ternyata bukan hanya mereka yang tergolong terdidik, melainkan ada yang bahkan dengan tingkat pendidikan yang sangat tinggi dengan gelar profesor.

“Ini menunjukkan bahwa masalah literasi di sektor keungan masih menjadi masalah. Ternyata inklusi keuangan yang tinggi tidak dibarengi dengan literasi keuangan yang tinggi pula,” katanya pada Sosialisasi dan Edukasi Terpadu Pasar Modal dikutip Bisnis Indonesia.

Karena itulah, peningkatan literasi masyarakat di sektor keuangan, menjadi penting. Peran media dalam memberikan literasi pada masyarakat terkait dengan sektor keungan sangat strategis. Selama Oktober 2019, OJK bersama Tim Satgas Waspada Investasi (SWI) telah menangani entitas fintech peer to peer lending ilegal sebanyak 1.477 entitas dan pergadaian swasta ilegal sebanyak 52 entitas serta telah menghentikan 27 kegiatan usaha yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dari otoritas yang berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat, yaitu 11 trading forex tanpa izin, 8 investasi crypto currency tanpa izin, 2 multi level marketing tanpa izin, 1 travel umrah tanpa izin dan 5 investasi lainnya.

Startup

Grup Telkom terus memupuk modal ke sejumlah perusahaan rintisan. Hingga November tahun ini, PT Telkom Mitra Inovasi (TMI) telah mengucurkan dana US$1 juta hingga US$3 juta kepada dua perusahaan rintisan atau startup binaan mereka. Telkom Mitra merupakan anak usaha PT Telkomsel yang bergerak di bidang strategic investment.

Telkom Mitra menyediakan dana investasi baru untuk menemukan, melakukan pendanaan strategis, kemudian bekerjasama dengan berbagai startup yang berada di tahap awal.

Telkom Mitra membidik sinergi startup melalui sejumlah kesempatan, termasuk dalam agenda Next Indonesian Unicorn International Summit (NextICorn) 2019 di Bali.

"Kami melihat startup itu dapat menjadi new source of value bagi kami. Juga bisa menghadirkan sebuah terobosan. Startup yang kami kelola, yaitu Kredivo dan PrivyID, contohnya, bisa membawa digitalisasi di ranah internal Telkomsel," jelas CEO PT Telkom Mitra Inovasi, Andi Kristianto dikutip Kontan.

(AM)



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER