Kuota Nasional Pemesanan ST006 Menipis, Ini Historikal Penerbitan Sukuk Tabungan

Masa penawaran Sukuk Tabungan ST006 ditutup pada 21 November 2019
Kamis, 14 November 2019 13:32:52 WIB Abdul Malik
Image
Ilustrasi investor Muslimah sedang melakukan transaksi pemesanan Sukuk Tabungan ST006 (shutterstock)

Bareksa.com - Kuota nasional pemesanan Green Sukuk Ritel ST006 tersisa Rp258 miliar hingga Kamis siang (14/111/2019). Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan nilai pemesanan Sukuk Tabungan seri ST006 hingga Kamis siang telah mencapai Rp742 miliar atau sekitar 74 persen dari target Rp1 triliun.

Bagi kamu yang ingin berinvestasi di instrumen yang aman, halal, dan bebas riba ini, segera lakukan pemesanan sebelum masa penawaran ditutup. Pemerintah akan menutup masa penawaran instrumen yang menawarkan imbalan 6,75 persen tersebut pada Kamis, 21 November 2019, setelah resmi dibuka sejak awal bulan ini.

Sebagai informasi, Sukuk Tabungan adalah bukti kepemilikan sebagian aset negara yang disewakan kepada pemerintah dan bukan surat utang. Bila kita membeli sukuk, artinya kita membeli aset negara. Aset ini kemudian akan kita sewakan kembali kepada pemerintah hingga saat jatuh tempo, atau masa berlakunya habis. Pada saat jatuh tempo, pemerintah akan mengembalikan uang pokok kita secara utuh dan aset negara pun kita kembalikan.

ST006 memiliki imbalan mengambang dengan batasan minimal (floating with floor) 6,75 persen per tahun yang diperoleh dari BI 7 Day Reverse Repo Rate (5 persen) + spread 175 bps (1,75 persen). Investasi ini sangat cocok bagi investor pemula ataupun investor ritel, karena modal awal untuk membeli sukuk ini sangat terjangkau, yakni mulai dari Rp1 juta (1 unit) dan maksimal Rp3 miliar (3000 unit). Tanggal setelmen pemesanan ST006 pada 28 November 2019 dengan masa jatuh tempo 2 tahun atau pada 10 November 2021.

Kemenkeu menyatakan Green Sukuk Ritel seri ST006 merupakan penerbitan Green Sukuk Ritel pertama sekaligus menunjukkan komitmen dan kontribusi pemerintah dalam mengembangkan pasar keuangan syariah dan juga dalam mengatasi perubahan iklim, yang diwujudkan melalui penerbitan instrumen pembiayaan yang inovatif dan berkelanjutan.

Melalui penerbitan Green Sukuk Ritel seri ST006, Pemerintah akan membiayai proyek ramah lingkungan di lima sektor yakni energi yang terjangkau dan bersih, pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi, inovasi dan infrastruktur industri, kota dan komunitas yang berkelanjutan, dan perubahan iklim.

"Hal ini diharapkan dapat memitigasi dampak perubahan iklim dan adaptasi atas perubahan iklim yang telah terjadi. Tujuan penerbitan ST006 secara online adalah untuk mempermudah akses masyarakat berinvestasi di SBSN ritel, menyediakan alternatif investasi bagi masyarakat, mendukung terwujudnya keuangan inklusif, serta memenuhi sebagian pembiayaan APBN 2019 sekaligus berpartisipasi dalam mendukung pembangunan nasional khususnya untuk green asset," ujar Kemenkeu dalam keterangan tertulisnya.

Tercatat sejak 2016, pemerintah Indonesia telah menerbitkan Sukuk Tabungan sebanyak 5 kali. Terakhir yang keenam adalah Sukuk Tabungan ST006 yang saat ini masih masa penawaran tersebut. Sejak Sukuk Tabungan ST002, penerbitan dilakukan menggunakan platform online (e-SBN).

Statistik Realisasi Penerbitan Sukuk Tabungan


Sumber : DJPPR Kemenkeu

 

Dari lima Sukuk Tabungan yang telah diterbitkan tersebut, Sukuk Tabungan ST002 merupakan sukuk dengan nilai pemesanan terbanyak yakni mencapai Rp4,94 triliun dengan 16.477 investor.

Imbal Hasil ST006

Jika seorang investor membeli ST006 senilai Rp1 juta, maka investor akan memeroleh imbalan kotor senilai Rp67.500 per tahun, atau setara Rp5.625 per bulan. Namun, imbalan ini belum memperhitungkan potongan pajak.

Pemerintah mengenakan pajak 15 persen dari imbalan yang diterima investor karena imbalan ini tergolong penghasilan investasi. Perlu diketahui, besaran pajak yang dikenakan kepada investor ST006 adalah 15 persen, ini lebih rendah dibandingkan dengan pajak deposito yang ditetapkan 20 persen.

Sumber: Memorandum Informasi ST006 Kemenkeu, diolah Bareksa

*Jumlah pembayaran imbalan telah dibulatkan dalam rupiah penuh, dengan ketentuan apabila di bawah dan sama dengan 50 (lima puluh) sen dibulatkan menjadi nol, sedangkan di atas 50 (lima puluh) sen dibulatkan menjadi Rp1,00 (satu rupiah).

Seperti terlihat di dalam tabel, keuntungan bersih yang didapatkan investor per bulan Rp4.781.

Simulasi Imbalan ST006 dengan Pembelian Rp1 Juta – Rp3 Miliar

*1 unit = Rp1.000.000,00

Sumber: Kemenkeu, diolah Bareksa

Seperti yang dijelaskan pada tabel, jika kita berinvestasi sebesar Rp1 juta maka kita akan mendapatkan imbalan bersih Rp4.781 per bulan. Begitupun jika kita berinvestasi Rp500 juta, maka kita akan mendapatkan imbalan bersih Rp2,39 juta per bulan.

Hingga maksimal jika kita berinvestasi Rp3 miliar, maka kita akan mendapatkan imbalan bersih Rp14,34 juta per bulan.

* * *

Ingin berinvestasi halal yang dijamin negara?

Sukuk Tabungan seri ST006 hanya bisa dibeli selama masa penawaran 1-21 November 2019. Kamu bisa mendaftar untuk memesan ST006 di Bareksa.

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi ST006? Segera daftar di sbn.bareksa.com sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP. Baca panduannya di sini.

Bila sudah memiliki akun Bareksa untuk reksadana sebelumnya, segera lengkapi data Anda berupa NPWP dan rekening bank yang dimiliki.

Bagi yang sudah pernah membeli SBR atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di sbn.bareksa.com untuk memesan ST006.

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER