Catatan AUM hingga Return Terbesar Reksadana Pendapatan Tetap

AUM reksadana pendapatan tetap naik 11,14 persen, sementara produknya ada yang memberi return hingga 13,53 persen
Selasa, 12 November 2019 12:52:57 WIB Issa Almawadi
Image
Ilustrasi investor sedang merencanakan investasinya di reksadana pendapatan tetap (shutterstock)

Bareksa.com – Reksadana pendapatan tetap sedang dalam tren baik. Selain beberapa produknya yang memberi return positif, nilai dana kelolaan atau asset under management (AUM) reksadana ini juga bertumbuh.

Mengacu data Bareksa : Mutual Fund Industry Data Market – Monthly Report October 2019, AUM reksadana pendapatan tetap mencapai Rp119,8 triliun atau naik 11,14 persen dari posisi akhir 2018 yang sebesar Rp107,8 triliun.

Dari jumlah itu, nama manajer investasi Sinarmas Asset Management memimpin perolehan tertinggi AUM reksadana pendapatan tetap. Sinarmas AM mencatat dana kelolaan Rp13,93 triliun, naik 12 persen secara year to date.

Dengan nilai itu, Sinarmas AM menguasai 12 persen pangsa pasar reksadana pendapatan tetap.

Selain Sinarmas AM, ada Bahana TCW Investment Management yang punya dana kelolaan Rp12,01 triliun. AUM reksadana pendapatan Bahana TCW turun 3 persen secara year to date, namun menguasai 10 persen dari total AUM reksadana pendapatan tetap.

Top 5 MI AUM Reksadana Pendapatan Tetap Terbesar


Sumber: Bareksa: Mutual Fund Industry Data Market – Monthly Report October 2019

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), produk reksadana pendapatan tetap dengan AUM terbesar dimiliki Sinarmas AM melalui reksadana Danamas Stabil. Produk ini memiliki AUM Rp7,52 triliun. Reksadana Danamas Stabil memberikan return 6,29 persen secara year to date.

Sementara, dari daftar reksadana yang dijual Bareksa, nama Cipta Bond menjadi reksadana pendapatan tetap dengan return tertinggi secara year to date mencapai 13,53 persen.

Produk milik Ciptadana Asset Management ini punya dana kelolaan Rp59,16 miliar.

Sebagai informasi, reksadana ialah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Sementara itu, reksadana pendapatan tetap adalah jenis reksadana yang menginvestasikan sekurang-kurangnya 80 persen dari asetnya dalam bentuk efek utang atau obligasi. Obligasi atau surat utang ini bisa yang diterbitkan oleh perusahaan (korporasi) maupun obligasi pemerintah.

Tujuannya untuk menghasilkan tingkat pengembalian yang stabil. Risikonya relatif lebih besar daripada reksadana pasar uang tetapi lebih moderat dibandingkan saham sehingga cocok untuk jangka waktu 1 sampai 3 tahun.

Karena itu, reksadana ini cocok untuk investor bertipe konservatif (risk averse), yaitu tipikal investor yang lebih menyukai instrumen investasi yang aman dan takut jika pokok investasi (modal awal) akan berkurang. Selain itu, tipe investor ini juga merasa nyaman dengan instrumen investasi yang imbal hasilnya tidak terlalu besar tetapi bergerak stabil.

Sebagian isi artikel ini merupakan cuplikan dari laporan bulanan Industri reksadana Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report October 2019. Untuk berlangganan laporan ini silakan hubungi marketing@bareksa.com (cc: data@bareksa.com).

(AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER