10 Nasihat Bijak Warren Buffett dalam Investasi

Dalam jangka 50 tahun, perusahaan investasi milik Buffett berhasil mencatat return 1.826.163 persen
Kamis, 07 November 2019 16:36:29 WIB Abdul Malik
Image
Warren Buffet (shutterstock)

Bareksa.com - Investor, pengusaha, dan filantropis asal Amerika Serikat, Warren Buffet selalu bisa menemukan nasihat atau kalimat-kalimat bijak dalam menginspirasi investor di seluruh dunia. Oracle of Omaha pemilik perusahaan investasi Berkshire Hathaway itu dijuluki sebagai investor tersukses di dunia.

Ini terbukti dari tahun 1964 hingga 2014, Berkshire berhasil mencatatkan return luar biasa hingga mencapai 1.826.163 persen. Artinya investor yang menahan investasinya di Berkshire dalam jangka 50 tahun berhasil meraih keuntungan hampir 2 juta persen. 

Dilansir Forbes, berikut daftar 10 nasihat bijak Buffett yang paling menginspirasi investor di seluruh dunia :

1. "Kami hanya berusaha menjadi takut ketika banyak orang serakah, dan menjadi serakah hanya ketika banyak orang lainnya takut"

Artinya : Jangan selalu mengikuti apa yang banyak orang lain lakukan. Ada baiknya juga bersikap berlawanan dengan menggunakan intuisi.

2. "Butuh waktu 20 tahun untuk membangun reputasi dan hanya 5 menit untuk menghancurkannya. Jika Anda memikirkan hal ini, maka Anda akan berfikir berbeda"

Artinya : Reputasi sangat penting, maka itu berfikirlah sebelum bertindak.

3. "Harga adalah apa yang Anda bayar. Nilai adalah apa yang Anda dapat"

Artinya : Harga dan nilai itu berbeda. Sebagai seorang investor, tugas Anda adalah untuk menemukan ketidakterkaitan keduanya.

4. "Seseorang bisa berteduh hari ini karena ada orang yang menanam pohon dahulu kala"

Artinya : Butuh waktu dan kesabaran untuk menikmati hasil kerja Anda. Ketika Anda merencanakan masa depan, hal-hal baik bisa terjadi"

5. "Aturan nomor 1: Jangan pernah kehilangan uang. Aturan nomor 2: Jangan pernah lupa aturan nomor 1"

Artinya : Lindungi kelemahan Anda.

6. "Risiko berasal dari ketidaktahuan atas apa yang Anda lakukan"

Artinya : Carilah informasi dan belajarlah. Anda bisa memitigasi setidaknya beberapa risiko, hanya dengan belajar lebih banyak tentang apa yang ingin Anda lakukan.

7. "Hanya ketika ombak keluar, maka Anda bisa melihat siapa yang berenang telanjang"

Artinya : Saat semuanya baik, semua orang akan tampak sebagai pemenang. Namun ketika situasi berubah maka akan membuktikan siapa yang benar-benar unggul.

 8. "Jauh lebih baik membeli perusahaan yang bagus dengan harga wajar, ketimbang membeli perusahaan wajar dengan harga luar biasa"

Artinya : Fokus pada substansi, dan nilainya akan mengalir dengan sendirinya.

9. "Periode favorit kami dalam menahan investasi adalah selamanya"

Artinya : Jika nilai bergerak cepat, maka pasar saham tidak bisa dibatasi waktu. Ketika jangka waktu investasi Anda adalah selamanya, maka Anda bisa keluar dari ombak. 

10. "Lebih baik bergaul dengan orang-orang yang lebih baik dari Anda. Pilih rekan yang berperilaku lebih baik dari Anda dan Anda akan terpengaruh mengikutinya"

Artinya : Orang-orang di sekitar Anda penting. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang lebih baik dan lebih pintar dari Anda. Maka Anda akan berkembang dengan mengagumkan.

Untuk diketahui, Warren Buffett yang merupakan orang terkaya nomor tiga dunia versi Forbes itu sebelumnya sudah menulis surat wasiat untuk keluarganya jika dia meninggal. Surat tersebut berisi mengenai rencana alokasi kekayaan Buffett.

Seperti dilansir Yahoofinance, pada 2013 silam Buffet bercerita kepada investor bahwa dirinya menulis surat wasiat kepada istrinya untuk mengalokasikan 90 persen kakayaannya pada instrumen reksadana indeks berbiaya rendah. Sementara sisanya 10 persen diinvestasikan pada obligasi pemerintah jangka pendek.

Dalam suratnya tahun 1987 kepada pemegang saham Berkshire Hathaway (NYSE: BRK.A) (NYSE: BRK.B), Buffett menjelaskan pemikirannya, yang tampaknya telah berubah sedikit selama 30 tahun terakhir.

Keluhan utama Buffett dengan obligasi jangka panjang karena tidak lebih baik dari mata uang  dolar AS. Terlebih, Buffet kurang percaya pada kemampuan dolar AS untuk mempertahankan nilainya dalam jangka panjang.

Memang, dolar membuat inflasi yang sangat tinggi dalam 10 tahun sebelum penulisan surat itu, sehingga wajar jika Buffett skeptis. Dia percaya bahwa inflasi yang signifikan tidak dapat dihindari karena besarnya utang luar negeri AS.

Buffett berpendapat, inflasi tidak bisa dihindari karena prospek jangka pendek pemerintah. Pada 30 tahun berikutnya, inflasi menurun secara persisten bahkan ketika utang luar negeri AS membengkak.

Di sisi lain, inflasi yang diukur oleh Indeks Harga Konsumen turun ke level terendah sejak awal 2000an. Sementara, inflasi harga aset selama periode sama justru meningkat, diiringi harga saham, properti dan hampir semua aset meningkat drastis.

Jadi, dengan kondisi-kondisi itu, berinvestasi pada S&P 500 selama beberapa dekade terakhir jelas lebih menguntungkan daripada mengalokasikan ke obligasi pemerintah. Dengan begitu, resep Buffett pada 1987 benar, jika tidak dalam diagnosis masalah inti.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER