Sistem Visa Baru Arab Saudi Rilis, Warga & Ekspat Bisa Tampung 3-5 Jemaah Umroh

Sistem baru ini akan tersedia beberapa hari mendatang
Kamis, 24 Oktober 2019 12:59:24 WIB Abdul Malik
Image
Jemaah umat Islam melakukan ibadah haji umroh di depan Kabah di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi. (Shutterstock)

Bareksa.com - Pemerintah Arab Saudi segera merilis sistem visa baru. Sistem ini memungkinkan warga negara Arab Saudi dan ekspatriat menampung dan mensposori orang-orang yang ingin berkunjung ke Arab Saudi hingga 90 hari. Sistem baru ini akan tersedia beberapa hari mendatang.

Direktorat Jenderal Paspor (Jawazat) bekerja sama Kementerian Haji & Umrah Arab Saudi sedang melakukan studi tentang pengenalan layanan "visa tuan rumah" (host visa) melalui portal Absher milik Kementerian Dalam Negeri.

Di bawah sistem visa ini, seorang warga negara atau ekspatriat bisa menampung mulai tiga hingga lima jamaah umroh. Menurut beberapa sumber dilansir Saudi Gazette (23/10/2019), warga negara Arab Saudi dapat menampung siapa saja yang tamu ingin mereka bawa masuk ke Arab Saudi. Sedangkan ekspatriat hanya diperbolehkan membawa kerabat mereka.

Jawazat dan Kementerian Haji & Umrah akan segera menerbitkan mekanisme yang mengatur untuk mendapatkan visa tuan rumah. Biayanya diperkirakan 500 riyal (Rp1,87 juta) per orang untuk jangka waktu 1 tahun. Orang yang sama dapat dibawa masuk ke Arab Saudi setidaknya 3 kali dalam setahun setelah penerbitan visa terpisah melalui portal Absher.

Visa ini memungkinkan tuan rumah melayani tamu mereka dengan kebebasan penuh untuk bepergian, tinggal di hotel, atau tinggal bersama di apartemen. Pemegang visa bebas bepergian ke penjuru Arab Saudi dan mengikuti segala kegiatan wisata. Data para tamu dicatat dalam catatan status sipil warga negara dan portal orang asing Absher. 

Para tamu itu akan menjadi tanggungjawab tuan rumah atau ekspatriat dalam melayani mereka, hingga mereka meninggalkan Arab Saudi.

Pemerintah Arab Saudi membuka pintu lebar bagi turis asing mulai 27 September. Arab Saudi secara resmi mengumumkan penerbitan visa yang ditujukan bagi turis. Keputusan ini akan diterapkan bagi wisatawan 49 negara di seluruh dunia, yang terdiri dari 38 negara di Eropa dan tujuh negara di Asia.

Meski begitu Indonesia tidak termasuk dalam tujuh negara di Asia tersebut. Rinciannya tujuh negara itu adalah Brunei, Singapura, Jepang, Malaysia, Korea Selatan (Korsel), Kazakhstan, dan Cina. Sementara, Amerika Serikat (AS), Australia, dan Selandia Baru akan memenuhi syarat untuk mengajukan visa tahap berikutnya.

Bagi penduduk di 49 negara penerima visa wisata tersebut dapat memperoleh visa secara daring melalui aplikasi dan diproses selama tujuh menit. Pengajuan visa juga bisa dilakukan di kios mesin atau loket khusus di salah satu dari empat bandara internasional Arab Saudi.

Pariwisata menjadi salah satu program reformasi Arab Saudi yang merupakan Visi 2030 dari Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk mempersiapkan ekonomi di negara kerajaan Islam itu pasca-minyak.

Menurut rezim visa baru ini, pengunjung dari beberapa negara memenuhi syarat untuk mendapatkan visa pada saat kedatangan sementara yang lain harus mendaftar di salah satu misi diplomatik Saudi terlebih dahulu.

Total biaya untuk beberapa visa turis yang masuk kembali adalah 440 riyal (Rp1,64 juta) untuk jangka waktu satu tahun. Ini termasuk biaya pemerintah 300 riyal (Rp1,12 juta) ditambah biaya asuransi kesehatan, pajak dan biaya transaksi.

Turis akan diizinkan untuk tinggal di Arab Saudi untuk jangka waktu maksimum 90 hari selama tahun, di mana mereka dapat memasuki Arab Saudi berkali-kali.

Punya impian untuk segera beribadah umroh ke Tanah Suci namun terkendala biaya? Tenang, kamu bisa melakukan trik sederhana untuk mengumpulkan uang dengan imbal hasil optimal namun tetap sesuai syariah dan halal.

Kamu bisa menyiapkan tabungan umrohmu dengan berinvestasi di reksadana syariah.

Cara Siapkan Tabungan Umroh

Di platform Bareksa Umroh  tersedia beberapa paket perjalanan umroh yang bisa dipilih, antara lain paket Barokah, Karomah, Kamilah, Milad, Ramadhan, hingga paket Hemat 12 Hari.

Untuk paket Hemat yang senilai Rp21,5 juta, fasilitas yang akan didapatkan :

-Tiket Pesawat Ekonomi Jakarta-Jeddah (PP)
 - Visa Umrah
- Manasik
- Akomodasi (Hotel) dan Transportasi (Bis) Sesuai Paket Selama Program
- Ziarah (Makkah, Madinah dan Jeddah)
- Pembimbing Ibadah (Muthawif)
- Air Zam-Zam 5 (Lima) Liter
- Makan 3X Sehari
- Umrah 2X
- City Tour
- Asuransi Perjalanan
- Handling & Perlengkapan


Sumber : Bareksa

Kita coba lakukan simulasi investasi di reksadana syariah dengan menggunakan kalkulator investasi Bareksa. Untuk menyiapkan dana pokok investasi Rp21,5 juta dalam jangka waktu 24 bulan misalnya, kita mesti menabung Rp895.834 per bulan atau setara Rp29.861 per hari.

Angka itu setara dengan harga sebungkus rokok yang mencapai Rp25.000 hingga Rp29.000. Dana itu kemudian kita tempatkan di reksadana syariah yang berpotensi memperoleh imbal hasil di atas 5 persen per tahun.

Saat ini di Bareksa Umroh tersedia tiga produk reksadana pasar uang syariah yang bisa dipilih. Yakni Mandiri Pasar Uang Syariah Ekstra, Cipta Dana Kas Syariah dan Syailendra Sharia Money Market Fund.

Ketiga reksadana tersebut dalam sebulan terakhir memberikan imbal hasil 0,43-0,5 persen dalam sebulan terakhir (per 9 Oktober 2019). Artinya jika disetahunkan, maka ketiga reksadana tersebut berpeluang memberikan imbal hasil antara 5,16 persen hingga 6 persen.


Sumber : Bareksa

Dalam jangka 2 tahun, maka dana pokok investasi di reksadana syariah yang senilai Rp21,5 juta sudah mencukupi biaya kita untuk umroh dengan paket Hemat 12 hari.

Tidak hanya itu, karena kita menempatkan dana di reksadana pasar uang syariah, maka berpotensi memperoleh imbal hasil. Misalkan kita masukkan potensi imbal hasil yang diharapkan 5 persen tahun, yang merupakan angka median rata-rata imbal hasil reksadana pasar uang syariah.

Dana pokok Anda selama 2 tahun di reksadana pasar uang syariah telah bertumbuh menjadi Rp22,562.403. Artinya tabungan umroh  tersebut berpotensi meraih imbal hasil Rp1,06 juta yang bisa digunakan untuk tambahan uang saku untuk membiayai perjalanan umroh kita. Nilai itu jauh lebih baik jika hanya di tabungan syariah biasa atau bahkan deposito. 

Tidak terasa bukan, hanya dengan Rp29 ribuan per hari yang setara dengan harga sebungkus rokok, kita bisa menabung untuk biaya umrah. Menabung di reksadana syariah juga halal dan bebas riba sesuai fatwa MUI.

Tertarik untuk mencoba?

Untuk diketahui, PT Bareksa Portal Investasi (Bareksa), yang mengoperasikan marketplace investasi terintegrasi Bareksa.com, pada 10 Juli 2019 secara resmi telah meluncurkan Bareksa Umroh, platform yang menawarkan layanan rencana simpanan di reksa dana syariah untuk membiayai perjalanan ibadah umrah. Informasi selengkapnya mengenai Bareksa Umroh klik tautan ini

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER