RKAT Bursa Efek Indonesia 2020, Salah Satunya Targetkan 76 Pencatatan Efek Baru

BEI fokus pengembangan penyelenggara pasar alternatif dan pengembangan produk serta layanan kebursaan
Kamis, 24 Oktober 2019 17:08:15 WIB Issa Almawadi
Image
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis (25/10)

Bareksa.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) selaku salah satu self-regulatory organization (SRO) terus berupaya untuk fokus dalam mengembangkan variasi layanan dan produk untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas perusahaan tercatat serta peran dan kapasitas anggota bursa dalam menyambut tahun 2020.

Serangkaian inisiatif akan direalisasikan oleh BEI dengan mempertimbangkan beberapa asumsi indikator makroekonomi yang disampaikan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2020 yang telah disetujui oleh pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Kamis, 24 Oktober 2019.

Fokus BEI pada tahun 2020 adalah Pengembangan Penyelenggara Pasar Alternatif (PPA) dan Pengembangan Produk serta Layanan Kebursaan. Sebagai tahap awal, BEI akan berupaya pada pengembangan perdagangan obligasi yang dikembangkan melalui platform ETP baru.

Fokus pengembangan produk meliputi optimalisasi produk derivatif (waran terstruktur, index futures, dan single stock futures) dan optimalisasi perdagangan ETF, serta pengembangan layanan kebursaan lainnya.

Beberapa rencana yang akan dilakukan BEI antara lain, dukungan pengembangan sistem penawaran umum elektronik (e-IPO) OJK; dukungan pengembangan Securities Lending and Borrowing (SLB) KPEI; pengembangan klasifikasi industri baru (Indonesia Stock Exchange Industrial Classification/IDXIC) berdasarkan produk atau eksposur pasar perusahaan tercatat untuk menggantikan klasifikasi industri saat ini (Jakarta Stock Industrial Classification/JASICA) yang masih berdasarkan aktivitas ekonomi.

Kemudian penyesuaian mekanisme pre-closing untuk mengurangi volatilitas harga saham pada saat penutupan, hingga peningkatan teknologi sistem perdagangan untuk mempercepat order routing dan kompabilitas dengan sistem pada bursa global, serta peningkatan efisiensi pengembangan sistem perdagangan.

BEI menargetkan 76 pencatatan efek baru di RKAT 2020 yang terdiri atas saham, obligasi korporasi, EBA, ETF, DIRE, dan DINFRA.

Target tersebut dicapai melalui penyelenggaraan sosialisasi, workshop, dan one-on-one meeting kepada perusahaan potensial baik dari perusahaan swasta maupun anak usaha BUMN dan BUMD, serta pengembangan regulasi dan sistem yang mendukung kemudahan pencatatan efek bagi calon perusahaan tercatat.

BEI terus mendukung penguatan anggota bursa (AB) melalui kerja sama sosialisasi publik untuk meningkatkan jumlah investor. Untuk mendukung AB dalam meningkatkan layanan bagi investor, BEI mendukung layanan SLB yang ditawarkan oleh PT KPEI, pendanaan efek bagi investor melalui PT Pendanaan Efek Indonesia, serta perluasan bisnis AB melalui Perusahaan Efek Daerah untuk dapat memperluas basis investor di daerah-daerah.

Kinerja

Pada RKAT 2020, BEI mengasumsikan rata-rata nilai transaksi harian saham (RNTH) Rp9,5 triliun atau meningkat dari asumsi RKAT 2019-Revisi Rp9,25 triliun.

Hal ini didasarkan pada dampak program-program pengembangan pasar oleh seluruh pelaku pasar modal Indonesia, di antaranya: proyek penyelesaian transaksi T+2 pada 26 November 2018, pelaksanaan sosialisasi dan edukasi pasar modal kepada masyarakat yang mencapai 5.000 kegiatan setiap tahunnya di 29 kantor perwakilan dan 434 Galeri Investasi di seluruh Indonesia.

Kemudian peningkatan perlindungan investor melalui notasi khusus pada kode saham, peningkatan kemudahan pelaporan keterbukaan informasi melalui integrasi sarana pelaporan elektronik OJK dan BEI bagi emiten dan perusahaan publik, serta peningkatan pengawasan transaksi efek di Bursa, peluncuran produk-produk baru seperti derivatif, waran terstruktur, dan indeks (IDX Value30 dan IDX Growth30), serta peningkatan kemudahan akses penggalangan dana kepada calon emiten melalui sistem e-Registration (Pencatatan Efek Elektronik), e-IPO (Penawaran Umum Elektronik), dan papan akselerasi bagi perusahaan skala kecil dan menengah untuk penggalangan dana maksimal Rp250 miliar.

Memperhatikan seluruh target dan rencana kegiatan BEI di tahun 2020, BEI memproyeksikan total pendapatan yang akan diperoleh Rp1,18 triliun atau meningkat 1,71 persen dibandingkan total pendapatan RKAT 2019-Revisi senilai Rp1,16 triliun.

Proyeksi atas biaya usaha BEI untuk tahun 2020 adalah Rp1,02 triliun sehingga laba sebelum pajak menjadi Rp160,54 miliar. Setelah dikurangi estimasi beban pajak Rp59,19 miliar maka perkiraan perolehan laba bersih BEI di tahun 2020 adalah Rp101,36 miliar.

BEI juga memproyeksikan total asetnya menjadi Rp3 triliun atau naik 17,30 persen dari RKAT 2019-revisi yang berjumlah Rp2,56 triliun. Adapun saldo akhir kas dan setara kas (termasuk investasi jangka pendek) di 2020 diproyeksikan mencapai Rp1,34 triliun.

RUPSLB BEI hari ini dihadiri oleh 105  pemegang saham dari 105 Anggota Bursa aktif atau sebanyak 100 persen dari jumlah pemegang saham yang memiliki hak suara. Selain telah disetujuinya RKAT 2020, pemegang saham juga secara aklamasi menyetujui agenda RUPSLB BEI.

(AM)



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER