Schroders : Kabinet Jokowi-Ma'ruf Disusun, Ini Saran Buat Investor Reksadana

Inflasi yang rendah dan penurunan suku bunga jadi katalis positif investasi reksadana
Senin, 21 Oktober 2019 13:45:33 WIB Issa Almawadi
Image
Adrian Maulana, Senior Vice President Intermediary Business PT Schroder Investment Management Indonesia. (Bareksa)

Bareksa.com – Joko Widodo dan Ma’ruf Amin telah sah menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia periode 2019-2024. Kini masyarakat tengah menunggu susunan kabinet pilihan Jokowi – Ma’ruf.

Susunan kabinet jelas akan memengaruhi berbagai elemen, tak terkecuali dunia investasi tanah air. Tapi Senior Vice President Intermediary Business PT Schroder Investment Management Indonesia Adrian Maulana punya pandangan berbeda.

Menurut Adrian, walaupun kemenangan Jokowi periode ini didukung banyak partai, besar harapan bahwa jabatan menteri ekonomi diisi kalangan profesional, bukan dari partai politik. Terlepas dari rencana susunan kabinet terbaru, Adrian melihat ada kecenderungan mengait-ngaitkan sesuatu terhadap sesuatu.

“Contohnya susunan kabinet dengan reksadana. Namun kalau kami menyampaikan sesuatu harus berdasarkan data. Kenyataannya kita terus mengalami defisit, khususnya perdagangan yang akan menambah bengkak defisit transaksi berjalan di kurtal 3, sehingga rupiah bisa kembali melemah,” ujar Adrian kepada Bareksa, Senin, 21 Oktober 2019.

Adrian menyampaikan, makronya harus lebih diperhatikan. “Karena kalau bicara susunan kabinet, seprofesioanal apapun tim tersebut, dampaknya baru akan dirasakan paling cepat dalam 6 bulan mendatang,” imbuh dia.

Tapi sekedar mengingatkan, Adrian menjelaskan, bahwa dengan inflasi yang rendah dan potensi penurunan suku bunga ke depannya, memberikan katalis positif untuk iklim investasi, termasuk reksadana.

“Khususnya pendapatan tetap terlebih dahulu, baru kemudian diikuti saham,” jelas Adrian.

Untuk itu, Adrian mengimbau, investor hendaknya tetap bijaksana berinvestasi sesuai tujuan dan rencana yang sudah dibuat. “Investasi terbaik perlu disesuaikan dengan risiko masing-masing investor. Berfokus pada jangka panjang. Disiplin hingga waktu atau tujuan tercapai,” imbuh dia.

Selain itu, investor harus ingat bahwa investasi bukan menggunakan dana yang akan kita gunakan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Kita berdoa semoga pemerintahan periode ini dapat membawa perbaikan terhadap ekonomi dan iklim investasi di Indonesia,” harap Adrian.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER