IHSG Menguat, Reksadana Campuran Ini Satu-satunya Cetak Return di Atas 3 Persen

IHSG mampu menguat 1,41 persen secara mingguan ke level 6.191,94
Senin, 21 Oktober 2019 11:29:59 WIB Arief Budiman
Image
Ilustrasi investasi di reksadana (shutterstock)

Bareksa.com - Mengakhiri pekan kedua di bulan Oktober 2019, kinerja pasar saham Indonesia terlihat sangat positif,di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu  menguat 1,41 persen secara mingguan ke level 6.191,94 pada penutupan perdagangan Jumat (18/10/2019).

Penguatan IHSG dalam pekan kemarin terutama didukung semakin ademnya tensi investasi pasar keuangan global dari berbagai sisi, terutama yang dipicu semakin mesranya hubungan dagang Amerika Serikat (AS) dengan China sejak pekan lalu.

Meskipun sudah semakin rekat, hubungan kedua negara belum benar-benar romantis karena sesekali masih ada ancaman-ancaman kecil baik dari Washington maupun Beijing yang masih berusaha memperkuat posisi tawar mereka di tengah perang dingin tersebut.

Terakhir, Presiden AS Donald Trump semalam menyatakan optimistis dan berharap kesepakatan dengan Beijing dapat dicapai pada pertengahan November, yang dapat menjadi poin penting dalam kelanjutan proses damai dagang.

Selain itu, sentimen positif juga datang dari semakin melunaknya pihak Inggris dan Uni Eropa dalam proses Brexit, di mana pintu probabilitas soft Brexit semakin terbuka.

Soft Brexit adalah kata lain dari lancarnya proses Inggris keluar dari Uni Eropa dengan kesepakatan-kesepakatan tertentu, yang kondisinya berbanding terbalik dengan hard Brexit di mana justru menjadi kekhawatiran pelaku pasar karena dapat menghantarkan Inggris ke gerbang resesi.

Selain faktor damai dagang dan soft Brexit, faktor positif lain adalah potensi diturunkannya suku bunga acuan AS akibat memburuknya data ekonomi AS dan China yang membuat pelaku pasar dapat sedikit bernafas lega.

Jika benar terealisasi penurunan suku bunga AS pada akhir bulan ini, maka senjata moneter itu akan dapat menjadi dopping atau obat kuat bagi lemahnya pertumbuhan ekonomi AS dan dunia.

Kondisi bursa saham domestik yang bergerak ke zona hijau, turut memberikan sentimen positif terhadap kinerja reksadana campuran,di mana indeks reksadana campurannaik 0,77 persen, dan indeks reksadana campuran syariah bertambah 0,43 persen dalam periode yang sama.


Sumber: Bareksa

Di tengah kondisi indeks reksadana campuran yang bergerak positif, tercatat ada satu produk reksadana campuran yang dijual Bareksa mampu membukukan kenaikan tertinggi dengan return 3,12 persen sepanjang pekan lalu, dan menjadikannya satu-satunya reksadana campuran dengan kenaikan di atas 3 persen. Berikut ulasannya.

Semesta Dana Maxima

Reksadana campuran yang mencatatkan imbal hasil tertinggi pada pekan lalu diraih oleh Semesta Dana Maxima dengan kenaikan 3,12 persen.


Sumber: Bareksa

Semesta Dana Maxima bertujuan untuk memperoleh hasil investasi yang optimal dengan memanfaatkan seluruh instrumen investasi di pasar modal yaitu surat utang maupun efek ekuitas dan Instrumen investasi di pasar uang.

Produk yang dikelola oleh PT Semesta Aset Manajemenini, hingga September 2019 memiliki dana kelolaan (asset under management/AUM) senilai Rp71,68 miliar.

Arah kebijakan investasinya yaitu :

• Minimum 5 persen dan maksimum 75 persen pada efek utang,
• Minimum 5 persen dan maksimum 75 persen pada efek bersifat ekuitas serta
• Minimum 5 persen dan maksimum 75 persen pada instrumen pasar uang.

Mengutip fund fact sheet per April 2019, beberapa aset yang terdapat dalam portofolio Semesta Dana Maxima antara lain :

• Obligasi korporasi
• PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)
• PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)
• PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
• PT H.M. Sampoerna Tbk

Semesta Dana Maxima dapat dibeli di Bareksa dengan minimal pembelian awal Rp100.000. Reksadana saham yang diluncurkan sejak8 Oktober 2004 ini bekerja sama dengan bank kustodian PT Bank Danamon Indonesia Tbk.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Reksadana campuran adalah reksadana yang melakukan investasi pada efek bersifat ekuitas, utang, dan/atau instrumen pasar uang dalam negeri yang masing-masing paling banyak 79 persen (tujuh puluh sembilan persen) dari nilai aktiva bersih. Dalam portofolio reksadana tersebut wajib terdapat efek bersifat ekuitas dan efek bersifat utang. Jenis Reksadana ini cocok untuk investasi dengan jangka waktu 3 - 5 tahun dan/atau cocok untuk investor dengan profil risiko moderat.

(KA01/AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER