Top 5 Reksadana Syariah Untung hingga 14,75 Persen Setahun, Begini Portofolionya

Dari 5 reksadana syariah return tertinggi setahun terakhir, 2 di antaranya ialah reksadana pendapatan tetap
Jumat, 18 Oktober 2019 16:41:17 WIB Abdul Malik
Image
Ilustrasi investor yang meraih keuntungan dari investasinya di reksadana syariah (123rf)

Bareksa.com - Lima reksadana syariah yang tersedia di Bareksa, berhasil mencatatkan keuntungan antara 13,11 persen hingga 14,75 persen dalam setahun terakhir (per 17 Oktober 2019). Keuntungan tersebut berhasil dibukukan reksadana syariah di tengah gejolak pasar modal seiring ketidakpastian ekonomi global akibat eskalasi perang dagang Amerika Serikat dengan China dan penurunan suku bunga oleh The Fed dan bank-bank sentral lain di dunia.

Menariknya dari lima reksadana syariah yang mencetak return tertinggi setahun terakhir, dua produk di antaranya ialah jenis reksadana pendapatan tetap. kemudian dua reksadana saham, dan 1 reksadana campuran. Artinya dalam setahun terakhir, imbal hasil reksadana pendapatan tetap ternyata mampu menyamai reksadana saham.

Rinciannya juara reksadana syariah return tertinggi ialah reksadana saham Sucorinvest Sharia Equity Fund dengan imbal hasil 14,75 persen. Kemudian urutan kedua ditempati reksadana campuran TRIM Syariah berimbang dengan return 14,74 persen.

Urutan ketiga dan keempat ditempati reksadana pendapatan tetap Bahana Mes Syariah Fund dan Reksa Dana Syariah Majoris Sukuk Negara Indonesia masing-masing membukukan imbal hasil 14,47 persen dan 13,17 persen. Posisi kelima ditempati reksadana saham TRIM Syariah Saham dengan return 13,11 persen.

Top 5 Reksadana Syariah 1 Tahun Terakhir (per 17 Oktober 2019)


Sumber : Bareksa

Seperti apa isi portofolio 5 reksadana tersebut? berikut ulasannya :

1. Sucorinvest Sharia Equity Fund

Reksadana saham Sucorinvest Sharia Equity Fund bertujuan untuk mengoptimalkan tingkat keuntungan dalam jangka panjang pada saham berbasis syariah dengan melakukan investasi minimum 25 persen dari net asset value (NAV) diinvestasikan pada saham-saham berkapitalisasi kecil – menengah yang memiliki pertumbuhan bisnis yang baik.

Kebijakan Investasinya minimum 80 persen dan maksimum 100 persen pada efek ekuitas - syariah, minimum 0 persen dan maksimum 20 persen pada instrumen pasar uang.

Portofolio investasi reksadana ini berdasarkan fund fact sheet per September 2019 ialah saham PT  Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astra International Tbk (ASII), PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI), PT KMI Wire & Cable Tbk (KBLI). dan PT Samindo Resources Tbk (MYOH).

Nilai dana kelolaan reksadana ini per September 2019 mencapai Rp210,49 miliar.


Sumber : Bareksa

2. TRIM Syariah Berimbang

Reksadana campuran TRIM Syariah Berimbang bertujuan untuk mempertahankan investasi awal dan memperoleh pertumbuhan nilai investasi yang optimal dalam jangka panjang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah di pasar modal melalui investasi dalam efek syariah yang tercantum dalam Daftar Efek Syariah yang ditetapkan oleh OJK dan/atau pihak lain yang diakui oleh OJK.

Kebijakan investasi reksadana ini minimum 5 persen dan maksimum 75 persen pada efek bersifat ekuitas, minimum 5 persen dan maksimum 75 persen pada efek bersifat utang, serta minimum 5 persen dan maksimum 75 persen pada instrumen pasar uang

Top holding portofolio investasi reksadana ini berdasarkan fund fact sheet per September 2019 ialah campuran saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Excelcomindo Pratama, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), SBSN Seri PBS022, dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).

Dana kelolaan reksadana ini Rp32,39 miliar.


Sumber : Bareksa

3. Bahana Mes Syariah Fund

Reksadana pendapatan tetap Bahana Mes Syariah Fund bertujuan untuk menggalang dukungan finansial dari masyarakat untuk berpartisipasi dalam program-program usaha percepatan pengembangan dan penerapan sistem ekonomi dan etika usaha yang sesuai dengan syariah Islam di Indonesia yang dijalankan oleh Perkumpulan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).

Kebijakan investasi reksadana ini minimum 80 persen dan maksimum 100 persen pada efek syariah berpendapatan tetap, minimum 0 persen dan maksimum 20 persen pada setara kas dan/atau instrumen pasar uang syariah. Portofolio investasi reksadana ini ditempatkan pada obligasi pemerintah, berdasarkan fund fact sheet per September 2019.

Reksadana ini memiliki dana kelolaan Rp54,88 miliar per September 2019.


Sumber : Bareksa

4. Reksa Dana Syariah Majoris Sukuk Negara Indonesia

Reksadana pendapatan tetap Reksa Dana Syariah Majoris Sukuk Negara Indonesia bertujuan meningkatkan tingkat pertumbuhan nilai Investasi yang optimal dan stabil melalui penempatan utamanya pada efek syariah berpendapatan tetap, termasuk Sukuk, dalam jangka menengah dan panjang serta dengan risiko yang terukur, berdasarkan prinsip syariah di pasar modal.

Kebijakan Investasi reksadana ini minimum 80 persen dan maksimum 100 persen pada efek syariah berpendapatan tetap, minimum 0 persen dan maksimum 20 persen pada instrumen pasar uang syariah.

Portofolio investasi reksadana ini berdasarkan fund fact sheet per September 2019 ialah Surat Berharga Syariah Negara Seri PBS011, Surat Berharga Syariah Negara Seri PBS012, Surat Berharga Syariah Negara Seri PBS019 dan Surat Berharga Syariah Negara Seri PBS022.

Nilai dana kelolaan reksadana ini per September 2019 mencapai Rp363,3 miliar.


Sumber : Bareksa

5. TRIM Syariah Saham

Tujuan investasi reksadana saham TRIM Syariah Saham untuk mempertahankan investasi awal dan memperoleh pertumbuhan nilai investasi yang optimal dalam jangka panjang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah di pasar modal melalui investasi dalam efek syariah yang tercantum dalam Daftar Efek Syariah yang ditetapkan oleh Bapepam dan LK dan/atau pihak lain yang diakui oleh BAPEPAM dan LK.

Kebijakan investasi reksadana ini minimum 80 persen dan maksimum 100 persen pada efek bersifat ekuitas, minimum 5 persen dan maksimum 20 persen pada efek bersifat utang, serta minimum 0 persen dan maksimum 20 persen pada instrumen pasar uang.

Top holding portofolio investasi reksadana ini berdasarkan fund fact sheet per September 2019 ialah PT Astra International Tbk (ASII), PT Excelcomindo Pratama, SBSN Seri PBS022, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Nilai dana kelolaan reksadana ini Rp76,22 miliar.


Sumber : Bareksa

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER