ORI016 Vs. Reksadana Pasar Uang, Mana yang Cocok buat Kamu?

Kedua produk yang tersedia di Bareksa ini cocok bagi investor dengan profil risiko rendah
Rabu, 16 Oktober 2019 11:25:19 WIB Hanum Kusuma Dewi
Image
Buat investor yang mencari produk dengan risiko rendah dan tenor pendek, ORI bisa menjadi alternatif selain reksadana pasar uang, yang juga stabil dan risikonya rendah.

Bareksa.com - Bagi masyarakat pemodal (investor), tersedia produk investasi dengan risiko rendah yang bisa dipilih dan dibeli secara online. Ada surat berharga negara (SBN) untuk investor individu atau ritel yang diterbitkan oleh negara, sementara ada juga reksadana jenis pasar uang yang dikelola oleh manajer investasi. Pilih mana?

Saat ini, pemerintah sedang menawarkan instrumen surat utang yang khusus untuk investor ritel berjenis Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI016, tidak hanya untuk pembiayaan anggaran tetapi juga menarik minat masyarakat untuk berpartisipasi dalam investasi yang mendukung negara. Masa penawaran produk investasi yang dijamin negara ini pada 2-24 Oktober 2019.

Kementerian Keuangan menetapkan tingkat kupon (bunga) atau imbal hasil ORI016 sebesar 6,8 persen per tahun (fixed rate) hingga jatuh tempo tiga tahun lagi (15 Oktober 2022). Seri terbaru ini adalah yang pertama dijual secara online melalui mitra distribusi, termasuk Bareksa.

Baca juga: Cara Hitung Kupon ORI016 per Unit

Setelah masa penawaran, ORI016 bisa dijual di pasar sekunder setelah masa tunggu (holding period) hingga pembayaran kupon perdana pada 15 Desember 2019. Investor yang membeli ORI016 di Bareksa, bisa menjual kembali melalui Bareksa dengan mendapatkan potensi kenaikan harga (capital gain).

Sementara itu, reksadana adalah kumpulan dana investor yang dikelola oleh manajer investasi untuk dibelikan aset keuangan seperti saham, obligasi dan pasar uang. Reksadana jenis pasar uang mayoritas asetnya adalah deposito berjangka dan surat utang dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun.

Buat investor yang mencari produk dengan risiko rendah dan tenor pendek, ORI bisa menjadi alternatif selain reksadana pasar uang, yang juga stabil dan risikonya rendah. Bagaimana perbandingan antara ORI dan reksadana pasar uang?

Imbal Hasil (Return)

Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa besaran kupon ORI016 sebesar 6,8 persen per tahun. Namun, karena dikenai pajak kupon obligasi sebesar 15 persen, maka imbal hasil bersih yang dapat diterima nasabah menjadi 5,78 persen per tahun.

Baca juga: Taruh Rp10 Juta di ORI016 dan Deposito Bank, Mana Lebih Untung?

Perlu diingat, kupon ORI016 sifatnya tetap (fixed), sehingga tidak akan naik ataupun turun hingga jatuh tempo meskipun suku bunga acuan berubah. Namun, ORI016 bisa dijual di pasar sekunder dengan harga yang lebih tinggi daripada harga pembelian, sehingga investor mendapatkan potensi capital gain.

Tabel Top 10 Reksadana Pasar Uang Return Tertinggi Bareksa Setahun (per 15 Oktober 2019)

Sumber: Bareksa.com

Sementara itu, imbal hasil (return) reksadana pasar uang tidak dikenakan pajak atau potongan lagi sehingga yang diterima oleh investor sudah bersih. Sebagai contoh, top 10 reksadana pasar uang dengan return tertinggi setahun terakhir bisa memberikan keuntungan 6,6 persen hingga 7,24 persen bersih tanpa dipotong pajak lagi.

Likuiditas

Likuiditas adalah seberapa cepat suatu instrumen dicairkan atau dijadikan uang tunai (cash). ORI016 adalah instrumen yang bisa diperdagangkan (tradable) sehingga investor bisa menjualnya di pasar sekunder bila butuh dana darurat. Namun, investor harus menunggu hingga pembayaran kupon perdana.

Mekanisme penjualan ORI016 bisa dilakukan melalui Bareksa, untuk investor yang membeli melalui Bareksa. Besaran ORI016 yang bisa dijual harus dalam hitungan unit (kelipatan Rp1 juta saat pembelian perdana).

Di sisi lain, reksadana dana pasar uang dapat dicairkan kapan saja dan berapa saja (tergantung ketentuan masing-masing produk) saat kita membutuhkan dana darurat. Prosesnya memakan waktu maksimal 7 hari kerja setelah instruksi penjualan (T+7).

Jaminan Pemerintah

Satu hal yang menarik dari ORI016 adalah adanya jaminan 100 persen untuk pokok maupun kuponnya dari pemerintah. Investor yang memegang hingga jatuh tempo (3 tahun) tidak perlu takut uang pokoknya hilang atau berkurang.

Sementara itu, reksadana pasar uang tidak dijamin oleh pemerintah. Nilainya bisa naik dan turun sesuai dengan keadaan pasar. Akan tetapi, reksadana adalah produk investasi resmi yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sehingga aman dan uang investor tidak bisa dibawa kabur oleh manajer investasi ataupun agen penjual.


Kesimpulannya, kita sebagai investor dalam membeli atau memutuskan untuk mengalokasikan aset investasi tidak hanya membandingkan return yang didapat, tetapi juga harus tahu dan disiplin atas keputusan investasi yang akan diambil nantinya.

Namun yang perlu ditekankan ialah, kedua produk yang tersedia di Bareksa ini cocok bagi investor dengan profil risiko rendah (risk averse), tinggal disesuaikan saja dengan kebutuhan masing-masing.

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di ORI016? Segera daftar di sbn.bareksa.com sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP. Baca panduannya di sini.

Bagi yang sudah pernah membeli SBR atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di sbn.bareksa.com untuk memesan SBN seri berikutnya.

Bila sudah memiliki akun Bareksa untuk reksadana sebelumnya, segera lengkapi data Anda berupa NPWP dan rekening bank yang dimiliki.

Kalau belum punya NPWP, tapi mau beli SBN? Kita juga bisa meminjam NPWP punya orang tua atau suami.

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.

 

 



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER