Benarkah Hemat Pangkal Kaya? Ini Hasilnya Nabung Rp200.000 di Reksadana 10 Tahun

Konsisten menahan diri dari godaan hidup mewah dapat membuat saldo di dalam tabungan meningkat
Selasa, 15 Oktober 2019 16:32:43 WIB Arief Budiman
Image
Ilustrasi investor milenial yang disiplin berinvestasi di reksadana, meskipun hanya Rp200.000 per bulan (shutterstock)

Bareksa.com - Kita tentu akrab dengan kalimat yang berbunyi : "Hemat Pangkal Kaya". Melalui kalimat tersebut, dapat kita artikan bahwa kunci kekayaan terletak pada kemampuan seseorang dalam menahan godaan melakukan pengeluaran. Namun, benarkah demikian?

Katakanlah seorang milenial yang biasa makan siang di restoran telah mengganti kebiasaannya menjadi lebih sering membawa bekal dari rumah. Dengan begitu, mereka memiliki sisa uang lebih banyak di bank. Sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit.

Memang benar, konsisten menahan diri dari godaan hidup mewah dapat membuat saldo di dalam tabungan meningkat secara pasti. Tetapi, apakah uang yang disimpan sejak dini masih memiliki nilai yang sama sepuluh tahun lagi?

Secara jumlah, uang tersebut memang bertambah. Tetapi inflasi membuat nilainya tidak sama lagi. Jadi, jika hari ini milenial membutuhkan anggaran Rp2 juta untuk makan sebulan, sepuluh tahun lagi, mereka membutuhkan dua kali lipat (atau lebih) dari anggaran sebelumnya untuk memperoleh jenis makanan serupa.

Dari ilustrasi tersebut, dapat kita simpulkan bahwa berhemat belum tentu menjadikan kita kaya. Melakukan konsumsi tidak melebihi kemampuan finansial memang menjadi cara agar seseorang bisa tetap menabung. Tetapi, apakah menabung di bank dapat membuat uang berkembang sejalan dengan inflasi? Tentu tidak. Investasi adalah kunci.

Sama seperti menabung, investasi pada dasarnya menunda seseorang untuk melakukan konsumsi hari ini untuk digunakan di masa depan. Bedanya, kesempatan yang diberikan investasi jauh lebih besar.

Dengan menyisihkan Rp50.000 dari konsumsi setiap minggu, kita sudah bisa mengumpulkan uang Rp200.000 setiap bulan dan mampu membeli satu produk reksadana yang paling sesuai dengan kebutuhan kita.

Uang kita akan dikelola oleh manajer investasi berpengalaman dengan tujuan mendapat imbal hasil yang lebih tinggi daripada hanya menyimpan di bank.

Simulasi Reksadana


Sumber: Bareksa

Sebagai gambaran, kinerja reksadana saham dalam 10 tahun terakhir menunjukkan hasil sangat memuaskan. Berdasarkan data reksadana saham yang dijual di Bareksa, 5 produk reksadana saham dengan return tertinggi jika dirata-ratakan memberikan imbal hasil 135,64 persen dalam 10 tahun terakhir atau 13,56 persen per tahun.

Jika kita asumsikan return tersebut untuk investasi reksadana saham senilai Rp200.000 secara rutin setiap bulan selama 10 tahun ke depan, maka hasilnya akan tampak sebagai berikut :


Sumber: Bareksa

Dengan menggunakan Kalkulator Investasi Bareksa, maka seorang milenial yang menyisihkan uang Rp200.000 setiap bulan yang kemudian ditabung di reksadana selama 10 tahun, nilainya terkumpul menjadi Rp49,53 juta.

Dengan dana tersebut, bisa kita gunakan untuk kebutuhan-kebutuhan penting seperti menambah uang muka pembelian rumah, tambahan biaya menikah, modal usaha kecil-kecilan bahkan hingga biaya naik haji.

Sangat menarik bukan? Dengan hal sederhana yang dilakukan dengan sedikit menekan pengeluaran dan rutin berinvestasi di reksadana, maka kita akan memiliki simpanan yang cukup besar di masa yang akan datang

Jadi, bagaimana? Masih ingin menggantungkan hidup pada tabungan konvensional?

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Reksadana saham adalah reksadana yang mayoritas aset dalam portofolionya adalah instrumen aset saham atau efek ekuitas. Reksadana jenis ini berisiko berfluktuasi dalam jangka pendek tetapi berpotensi tumbuh dalam jangka panjang.

Maka dari itu, reksadana saham yang agresif disarankan untuk investor dengan profil risiko tinggi dan untuk investasi jangka panjang. Demi kenyamanan berinvestasi, pastikan dulu tujuan keuangan dan profil risiko Anda.

(KA01/AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER