Asing Kuasai Saham Indonesia Rp1.905,39 Triliun, Reksadana Kontributor Terbesar

Sementara kepemilikan lokal masih dikuasai korporasi
Selasa, 15 Oktober 2019 10:29:51 WIB Issa Almawadi
Image
Seorang karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/6). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Bareksa.com – Reksadana menjadi jenis pemegang efek terbesar kategori asing di pasar saham Indonesia. Mengutip data komposisi kepemilikan efek (rupiah) yang tercatat di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang dipublikasikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per 13 September 2019, reksadana menggenggam saham di Indonesia hingga Rp455,38 triliun.

Nilai kepemilikan reksadana asing di pasar saham Indonesia naik tipis 2,88 persen dari posisi 28 Desember 2018 Rp442,62 triliun.

Meski begitu, reksadana asing masih jauh mengalahkan korporasi asing maupun institusi keuangan asing dalam hal nilai kepemilikan efek saham. Pada periode yang sama, korporasi asing hanya mencatat kepemilikan Rp344,54 triliun, sementara institusi keuangan asing punya kepemilikan Rp349,86 triliun.

Secara total, asing menguasai Rp1.905,39 triliun saham di Indonesia atau naik 2,57 persen dari posisi 28 Desember 2018 yang sebesar Rp1.857,54 triliun.

Komposisi Kepemilikan Efek (Rupiah) oleh Asing Tercatat di KSEI

Sumber: OJK

Berbeda dengan asing, pemegang saham terbesar di Indonesia masih dikuasai korporasi dengan nilai Rp917,22 triliun, kemudian disusul individu Rp417,54 triliun dan asuransi Rp190,55 triliun. Reksadana sendiri hanya menggenggam kepemilikan Rp170,95 triliun.

Secara total kepemilikan lokal pada saham di Indonesia mencapai Rp1.851,42 triliun.

Meski begitu, sepanjang tahun ini hingga 14 Oktober 2019, investor lokal masih menguasai transaksi saham di Indonesia. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi investor lokal mencapai Rp1.217 triliun dengan transaksi investor asing Rp580,8 triliun.

Adapun investor asing masih membukukan net buy Rp50,29 triliun.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito. Sementara itu, reksadana syariah hanya bisa berinvestasi pada efek yang masuk dalam pengelolaan secara syariah.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Simak ulasan tips untuk memaksimalkan keuntungan berinvestasi di reksadana : Tips Menabung di Reksadana Agar Tujuan Investasi Dapat Tercapai

(AM)

***

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER