Dana Kelolaan Reksadana Pendapatan Tetap Naik Kencang, Ini 5 Produk AUM Terbesar

Secara year to date dana kelolaan reksadana pendapatan tetap tumbuh 8,5 persen pada September 2019
Kamis, 10 Oktober 2019 13:43:14 WIB Arief Budiman
Image
Ilustrasi investor sedang merencanakan investasinya di reksadana pendapatan tetap (shutterstock)

Bareksa.com - Industri reksadana di Indonesia kembali menunjukkan pertumbuhan pada bulan September 2019. Hal tersebut tercermin dari meningkatnya nilai dana keloaan (asset under management/AUM).

Mengutip data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), AUM industri reksadana tercatat Rp540,91 triliun per September 2019, meningkat 0,47 persen dibandingkan bulan sebelumnya atau Agustus 2019 yang sebesar Rp538,39 triliun.


Sumber: OJK

Pertumbuhan yang dicatakan pada bulan September 2019, merupakan kenaikan yang keempat kali beruntun setelah pada Maret hingga Mei 2019 sempat mengalami penurunan.

Sementara itu, jika dibandingkan dengan posisi akhir tahun lalu Rp507,09 triliun, maka hingga September 2019 AUM industri reksadana tanah air telah tumbuh 6,67 persen.


Sumber: OJK

Jika dilihat berdasarkan jenisnya, per September 2019 reksadana pendapatan tetap menjadi jenis reksadana dengan nilai AUM terbesar ketiga, yakni mencapai Rp115,87 triliun atau setara dengan 21,42 persen dari total keseluruhan AUM industri.

Secara bulanan AUM reksadana pendapatan tetap pada September 2019 naik 1,7 persen dibandingkan Agustus 2018 yang sebesar Rp113,91 triliun. Secara year to date, atau dibandingkan akhir Desember 2018 yang sebesar Rp106,73 triliun, maka AUM reksadana pendapatan tetap per September 2019 naik 8,44 persen.


Sumber : Bareksa: Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report September 2019

Dari total AUM reksadana pendapatan tetap yang sebesar Rp115,87 triliun, produk reksadana pendapatan tetap mana saja yang mencatatkan dana kelolaan terbesar per September 2019?

Top 5 Reksadana Pendapatan Tetap Dana Kelolaan Terbesar per September 2019


Sumber: OJK, diolah Bareksa

Mengacu pada data tersebut, saat ini terdapat 5 produk reksadana pendapatan tetap dengan AUM terbesar.

Produk reksadana Danamas Stabil yang dikelola oleh PT Sinarmas Asset Management menjadi produk reksadana pendapatan tetap dengan AUM terbesar yakni mencapai Rp7,37 triliun atau setara dengan 6,36 persen dari total AUM reksadana pendapatan tetap Rp115,87 triliun.

Berikutnya di urutan kedua Eastspring IDR Fixed Income Fund yang dikelola oleh PT Eastspring Investments Indonesia dengan AUM Rp6,64 triliun (5,73 persen), kemudian di urutan ketiga ABF Indonesia Bond Index Fund yang dikelola oleh PT Bahana TCW Investment Management dengan AUM Rp4,39 triliun (3,79 persen).

Lalu di urutan keempat Manulife Dana Tetap Utama yang dikelola oleh PT Manulife Aset Manajemen Indonesia dengan AUM Rp4,06 triliun (3,5 persen), dan di urutan kelima Setiabudi Dana Obligasi Unggulan yang dikelola oleh PT Setiabudi Investment Management dengan AUM Rp1,85 triliun (1,6 persen).

Sebagai informasi, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Reksadana pendapatan tetap adalah jenis reksadana yang menginvestasikan sekurang-kurangnya 80 persen dari asetnya dalam bentuk efek utang atau obligasi. Obligasi atau surat utang ini bisa yang diterbitkan oleh perusahaan (korporasi) maupun obligasi pemerintah.

Tujuannya untuk menghasilkan tingkat pengembalian yang stabil. Risikonya relatif lebih besar daripada reksadana pasar uang tetapi lebih moderat dibandingkan saham sehingga cocok untuk jangka waktu 1 sampai 3 tahun.

Karena itu, reksadana ini cocok untuk investor bertipe konservatif (risk averse), yaitu tipikal investor yang lebih menyukai instrumen investasi yang aman dan takut jika pokok investasi (modal awal) akan berkurang. Selain itu, tipe investor ini juga merasa nyaman dengan instrumen investasi yang imbal hasilnya tidak terlalu besar tetapi bergerak stabil.

Sebagian isi artikel ini merupakan cuplikan dari laporan bulanan Industri reksadana Bareksa: Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report September 2019. Untuk berlangganan laporan ini silakan hubungi marketing@bareksa.com (cc: data@bareksa.com).

(KA01/AM)

***

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui Reksa Dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui Reksa Dana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER