Perbandingan Obligasi Negara dan Korporasi, Ini Keuntungan dan Risikonya

Penerbit obligasi korporasi adalah perusahaan, sementara penerbitkan obligasi pemerintah adalah pemerintah
Jumat, 13 September 2019 11:29:52 WIB Arief Budiman
Image
Ilustrasi perempuan investor yang berinvestasi di obligasi negara dan korporasi (shutterstock)

Bareksa.com - Saat ini, berbagai instrumen investasi semakin banyak ragamnya, dan salah satu yang mulai banyak diminati para investor adalah obligasi. Bagi yang mulai berminat untuk investasi pada instrumen obligasi, maka kamu harus tahu bahwa ada dua jenis obligasi yang paling sering diterbitkan. Dua jenis obligasi itu yakni obligasi pemerintah dan obligasi korporasi.

Dari dua jenis tersebut, pengertian yang paling sederhana bisa dilihat dari siapa penerbitnya. Penerbit obligasi korporasi adalah perusahaan, sementara penerbitkan obligasi pemerintah adalah pemerintah.

Sementara menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Obligasi adalah surat utang jangka menengah maupun jangka panjang yang dapat diperjualbelikan. Obligasi berisi janji dari pihak yang menerbitkan efek untuk membayar imbalan berupa bunga (kupon) pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada akhir waktu yang telah ditentukan, kepada pihak pembeli obligasi tersebut.

Obligasi merupakan salah satu investasi efek berpendapatan tetap yang bertujuan untuk memberikan tingkat pertumbuhan nilai investasi yang relatif stabil dengan risiko yang relatif lebih stabil juga, dibandingkan dengan saham.

Obligasi pemerintah, yaitu obligasi dalam bentuk Surat Utang Negara yang diterbitkan oleh Pemerintah RI. Pemerintah menerbitkan obligasi dengan kupon tetap (seri FR- Fixed Rate), obligasi dengan kupon variable (seri VR –Variable Rate) dan obligasi dengan prinsip syariah/ Sukuk Negara.

Obligasi korporasi, yaitu obligasi berupa surat utang yang diterbitkan oleh korporasi Indonesia baik BUMN maupun korporasi lainnya. Sama seperti obligasi pemerintah, obligasi korporasi terbagi atas obligasi dengan kupon tetap, obligasi dengan kupon variabel dan obligasi dengan prinsip syariah. Ada Obligasi Korporasi yang telah diperingkat atau ada yang tidak diperingkat.

Keuntungan Membeli Efek Bersifat Utang

Mengutip website Bursa Efek Indonesia, setidaknya ada empat keuntungan yang bisa kamu dapatkan dengan berinvestasi pada instrumen obligasi alias efek bersifat utang, antara lain :

• Mendapatkan kupon/fee/nisbah secara periodik dari efek bersifat utang yang dibeli. Pada umumnya tingkat kupon/fee/nisbah berada di atas bunga Bank Indonesia (BI Rate).
• Memperoleh capital gain dari penjualan efek bersifat utang di pasar sekunder.
• Memiliki risiko yang relatif lebih rendah dibandingkan instrumen lain seperti saham, di mana pergerakan harga saham lebih berfluktuatif dibandingkan harga efek bersifat utang. Pada efek bersifat utang yang diterbitkan oleh pemerintah dapat dikatakan sebagai instrumen yang bebas risiko.
• Banyak pilihan seri efek bersifat utang yang dapat dipilih oleh investor di pasar sekunder.  

Kenali Risiko

Satu hal yang perlu diingat, nahwa setiap investasi tentu saja punya risikonya masing-masing. Begitu juga jika kamu berinvestasi baik di obligasi pemerintah maupun obligasi korporasi. Risiko yang ada ini pun biasanya akan sejalan dengan return yang bisa kamu dapatkan.

Sekadar informasi, obligasi korporasi memiliki peringkat risiko yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan obligasi pemerintah. Risiko ini tergantung pada jenis perusahaan, kondisi pasar dan pemerintahan yang digunakan sebagai pembanding dan peringkat perusahaan penerbit.

Risiko ini dapat dihitung dengan menggunakan analisis secara luas, guna menetapkan perbedaan imbal hasil dengan obligasi pemerintah yang bebas risiko.

Sementara, obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia dijamin dalam Undang – Undang No.24 Tahun 2002 Tentang Surat Utang Negara. Dalam Undang–Undang tersebut, dinyatakan bahwa Pemerintah Republik Indonesia menjamin pembayaran bunga dan pokoknya sesuai dengan masa berlakunya.

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

SBR008 hanya bisa dipesan selama masa penawaran 5-19 September 2019. Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi SBN? Segera daftar di sbn.bareksa.com sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP. Baca panduannya di sini.

Bagi yang sudah pernah membeli SBR atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di sbn.bareksa.com untuk memesan SBN seri berikutnya.

Bila sudah memiliki akun Bareksa untuk reksadana sebelumnya, segera lengkapi data Anda berupa NPWP dan rekening bank yang dimiliki.

Kalau belum punya NPWP, tapi mau beli SBN? Kita juga bisa meminjam NPWP punya orang tua atau suami.

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.

(KA01/AM)

 



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER