Hindari Gagal Berangkat, Ini 4 Tips Nabung Umroh

Bareksa Umroh menawarkan cara menabung paling efisien dengan lima keuntungan
Senin, 09 September 2019 17:53:28 WIB Hanum Kusuma Dewi
Image
Jemaah umat Islam melakukan ibadah haji umroh di depan Kabah di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi. (Sumber Shutterstock)

Bareksa.com - Melakukan perjalanan ke Tanah Suci untuk beribadah umroh sekaligus menapaki kisah Nabi Ibrahim menjadi impian bagi umat Muslim. Namun, melakukan perjalanan ke Mekkah, Arab Saudi untuk umroh memerlukan biaya yang tidak sedikit bagi umat yang berangkat dari Indonesia.

Berkaitan dengan dana umroh, Kementerian Agama telah menetapkan besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Umrah Referensi (BPIU Referensi) sebesar Rp20 juta. Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Agama No. 221 tahun 2018 tentang BPIU Referensi.

Begitu kita melihat harga paket umroh tersebut, kebanyakan dari kita pasti akan bilang angkanya terlalu besar. Bahkan, ada yang malah mengurungkan niat untuk berangkat ke Rumah Allah.

Bila memang berniat pergi umroh, pasti ada jalan. Salah satunya adalah dengan menabung. Ini tips dan trik menabung umroh agar bisa mewujudkan impian untuk pergi ke Tanah Suci.

1. Tentukan Jangka Waktu

Kita sudah tahu kisaran jumlah uang yang ingin dikumpulkan, lantas kita bisa perkirakan berapa lama kita mampu menabung. Jangka waktu ini tentu disesuaikan dengan jumlah uang yang bisa kita sisihkan secara rutin.

Misalkan kita mampu mengumpulkan Rp1 juta atau sekitar Rp34.000 per hari. Maka, secara kasar kita perlu sekitar 24 bulan atau dua tahun untuk mengumpulkan uang.

2. Pilih Instrumen Menabung

Setelah mengetahui jumlah uang dan jangka waktunya, kita bisa memilih instrumen atau wadah untuk mengumpulkan dana kita. Instrumen ini penting untuk memaksimalkan uang kita.

Selama ini, kebanyakan orang hanya mengetahui produk tabungan atau deposito bank, selain celengan untuk menyimpan uang. Padahal, kini sudah ada produk investasi, seperti reksadana yang bisa digunakan untuk memaksimalkan imbal hasil uang kita.

Reksadana adalah kumpulan dana dari masyarakat pemodal (investor) yang dikelola oleh manajer investasi untuk dimasukkan dalam berbagai aset investasi seperti saham, obligasi dan deposito. Reksadana adalah produk investasi resmi yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Khusus tujuan kita yang ingin melakukan ibadah umrah, tentu kita ingin investasi yang halal dan sesuai dengan syariah Islam. Reksadana syariah bisa menjadi jawaban karena hanya dapat berinvestasi di aset keuangan yang sesuai dengan kaidah dan prinsip syariah. Reksadana syariah sudah mendapatkan fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Reksadana syariah bisa memberikan keuntungan atau imbal hasil (return) yang sesuai prinsip Islami. Keuntungan tersebut datang karena pertumbuhan nilai dari aset-aset yang ada di dalam reksadana syariah.

Menabung di reksadana syariah ini berbeda dengan menabung di bank, yang terkena potongan biaya administrasi bulanan dan pajak. Reksadana syariah menawarkan potensi keuntungan yang halal dan lebih tinggi bila dibandingkan dengan menabung di rekening atau deposito bank.

3. Disiplin

Kalau sudah menetapkan hati untuk berangkat umrah, kita juga harus disiplin berikhtiar dalam mengumpulkan uangnya. Hal ini penting agar rencana kita bisa terwujud dalam jangka waktu seperti kita tetapkan di awal.

Misalnya, kita sudah menetapkan mau menyisihkan Rp1 juta per bulan tiap tanggal 1, maka kita sebaiknya tidak melewatkan waktu untuk menabung tersebut. Uang ini sebaiknya sudah disisihkan di awal bulan atau segera setelah kita menerima gaji bulanan agar tidak terpakai hal-hal lain.

4. Menggunakan Platform Bareksa Umroh

Bareksa Umroh menawarkan cara menabung paling efisien dengan lima keuntungan, yakni aman, halal, serba online, terpadu dan terpercaya. Dengan menggunakan Bareksa Umroh, insyaallah niat kita untuk berangkat umroh terwujud sesuai dengan rencana.

Di Bareksa Umroh, kita bisa memilih rencana menabung reksadana berdasarkan harga paket real yang berlaku saat ini. Kemudian setiap bulan, kita akan mendapatkan notifikasi atau pengingat untuk melakukan penambahan dana (top up) reksadana kita sesuai rencana.

Setelah dana kita terkumpul sesuai dengan perencanaan yang kita pilih, kita bisa mencairkan reksadana untuk membeli paket. Semua ini dilakukan tanpa harus pindah platform atau aplikasi.

Karena selama menabung reksadana, dana kita disimpan reksadana di bank kustodian yang diawasi OJK, maka uang kita aman. Hal ini tentu bisa menghindari kasus uang dibawa kabur oleh biro perjalanan atau pihak tidak bertanggung jawab.

Selain itu, biro perjalanan (travel agent) yang bekerja sama dengan Bareksa Umroh telah memiliki reputasi yang baik. Dalam hal ini, mitra travel agent pertama Bareksa Umroh adalah Al-Qadri Umrah dan Haji yang telah berpengalaman mengelola perjalanan ibadah haji khusus dan umrah sejak tahun 1976.

Nah, itulah empat tips penting dalam mengumpulkan biaya perjalanan umroh. Ayo tetapkan hati untuk beribadah dan rencanakan perjalanan umroh dengan menabung reksadana di Bareksa Umroh.

* * *

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.

 



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER