Berawal dari Modal Rp100 Ribu Bisa Umroh, Ini Caranya

Nabung reksadana syariah di Bareksa Umroh sangat fleksibel sesuai kemampuan kita
Jumat, 06 September 2019 14:45:33 WIB Hanum Kusuma Dewi
Image
Salah satu cara untuk memampukan diri secara material adalah dengan menabung. Kini sudah ada reksadana syariah sebagai wadah menabung yang aman, halal dan lebih menguntungkan daripada di rekening dan deposito bank.

Bareksa.com - Bagi umat muslim, umroh adalah berkunjung ke kota Mekkah, Arab Saudi, untuk melaksanakan ibadah dengan ketentuan dan tata cara tertentu. Ibadah ini juga sering disebut sebagai haji kecil, karena mirip dengan pelaksanaan ibadah haji.

Kalau ditanya tentang keinginan pergi umroh, tentu kita yang beragama Islam pasti mengiyakan. Hanya saja, kendala biaya sering jadi alasan. Sebagai gambaran, panduan biaya umroh termurah menurut Kementerian Agama sebesar Rp20 juta.

Memang, umroh dan haji adalah ibadah yang ditujukan bagi yang mampu, baik secara fisik, mental dan material. Untuk menjadi mampu, kita harus mau dan memampukan diri kita agar bisa 'diundang' ke Tanah Suci.

Salah satu cara untuk memampukan diri secara material adalah dengan menabung. Kini sudah ada reksadana syariah sebagai wadah menabung yang aman, halal dan lebih menguntungkan daripada di rekening dan deposito bank.

Untuk lebih memudahkan lagi dalam menyiapkan biaya umroh ini, kita bisa menabung melalui Bareksa Umroh yang menggunakan reksadana syariah. Ada lima keuntungan dari Bareksa Umroh, yakni aman, halal, serba online, terpadu dan terpercaya.

Di Bareksa Umroh, kita bisa memilih rencana menabung reksadana berdasarkan harga paket real yang berlaku saat ini. Tersedia rencana berdasarkan paket umroh termurah mulai dari Rp20 jutaan, untuk tipe Promo.

Lantas, dengan modal Rp100.000 saja apakah kita bisa mulai rencana umroh?

Tentu bisa, rencana yang ada di Bareksa Umroh sangat fleksibel, baik dari sisi dana maupun periode. Rencana ini tidak mengikat pada pembelian paket, tetapi hanya menggunakan harga paket terkini sebagai acuan.

Misalkan, kita pilih Rencana Promo seharga Rp20,2 juta. Kemudian kita pilih jumlah peserta dan tipe kamar yang diinginkan, sehingga muncul estimasi total biaya Rp20,2 juta.

Bila kita geser pointer hijau, maka periode bisa menyesuaikan hingga 24 bulan. Lalu, tampil perkiraan dana per bulan Rp841.667. Walaupun angka tersebut lebih besar dari modal awal kita, kita biarkan saja, lalu kita lanjutkan Pilih Reksadana.

Kita bisa memilih reksadana yang tampil di halaman selanjutnya. Atau, kita bisa memilih reksadana lainnya dengan meng-klik bagian tersebut.

Setelah kita memilih salah satu reksadana, akan muncul detail dari reksadana tersebut, mulai dari nama, manajer investasi hingga biaya penjualan.

Pada bagian Nilai Pembelian Bersih, kita bisa mengedit angkanya. Menurut rencana, dana yang perlu disetor adalah Rp841.667, tetapi kita bisa mengeditnya menjadi Rp100.000.

Lalu, kita bisa unduh prospektus dan fund fact sheet reksadana tersebut. Jangan lupa juga untuk membaca syarat dan ketentuan (disclaimer) sebelum melanjutkan transaksi.

Selanjutnya, akan tampil nomor rekening dan panduan untuk pembayaran. Kita bisa melakukan pembayaran sesuai dengan instruksi tertera dan lakukan konfirmasi.

Bila sudah membayar, kita foto/capture bukti transfer kita lalu kita upload bukti pembayaran tersebut. Konfirmasi pembayaran ini bisa dilakukan dengan mengakses menu Bareksaku, Tab Order dan klik Konfirmasi Pembayaran.

Segera setelah transaksi tersebut diproses, kita bisa melihat status order tersebut menjadi approved di menu Bareksaku, Tab Order. Namun, reksadana tidak langsung masuk ke dalam portofolio, karena menunggu penghitungan nilai aktiva bersih (NAB) harian yang dilakukan pada sore hari.

Bila kita menyelesaikan proses pembelian dan pembayaran sebelum pukul 13.00 WIB, maka transaksi kita akan menggunakan NAB hari ini, dan bisa dilihat pada keesokan hari. Namun, bila proses setelah pukul 13.00 WIB, transaksi akan menggunakan NAB besok, dan bisa dilihat dalam portofolio lusa.

Perlu diingat, rencana yang ada di Bareksa Umroh tidak mengikat dengan harga paket karena itu hanya perkiraan (estimasi). Jangka waktu juga tidak mengikat karena kita bisa mengatur sendiri dana per bulan sesuai kemampuan.

Kalau kita melewati jangka waktu, atau lebih cepat dari rencana, tidak akan dikenakan pinalti. Justru, semakin lama menabung reksadana, semakin besar potensi imbal hasil yang didapat.

Ada potensi imbal hasil?

Ya, karena uang kita ditaruh di reksadana syariah yang berpotensi memberi imbal hasil lebih tinggi daripada deposito. Reksadana adalah investasi resmi yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Selain itu, reksadana syariah halal karena dikelola berdasarkan prinsip-prinsip Islami dan sudah mendapatkan fatwa halal dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

Nah, kalau uang kita di reksadana syariah sudah mencapai target, kita bisa menyelesaikan rencana dan membeli paket dengan dana tersebut tanpa pindah platform. Cukup mudah bukan?

Ayo buat rencanamu sekarang, daftar segera di Bareksa Umroh. Kalau belum punya akun Bareksa, baca panduan daftarnya di sini ya.

* * *

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER