Agar Keuangan Tak "Sehoror" KKN Desa Penari, Investasi Reksadana Sejak Dini

Dengan nabung reksadana rutin jangka panjang kita berpotensi mendapat imbal hasil maksimal
Rabu, 04 September 2019 14:19:57 WIB Arief Budiman
Image
Untuk kebutuhan jangka panjang, reksadana saham bisa dipilih karena memiliki potensi untuk memberikan hasil yang cukup tinggi secara historis. Namun, perlu diketahui juga semakin tinggi potensi keuntungan, risiko fluktuasi nilai investasi juga semakin besar (high risk high return). (shutterstock)

Bareksa.com - Akhir-akhir ini, sedang marak cerita tentang program KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang biasa dilaksanakan bagi mahasiswa semester akhir oleh setiap kampus, seiring viralnya kisah horor KKN Desa Penari yang mengemparkan jagat maya hingga sempat menjadi trending topic di laman Twitter beberapa hari lalu.

Cerita horor memang sangat digemari masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan. Entah itu kisah fiksi ataupun memang kenyataan. Biasanya masyarakat yang suka mengonsumsi horor sebagian besar adalah mahasiswa. Film horor biasanya dijadikan hiburan akhir pekan dari ingar bingar perkuliahan.

Di dalam cerita KKN Desa Penari yang ditulis oleh akun Twitter @SimpleM81378523 tersebut ada 6 mahasiswa yaitu Nur, Widya, Ayu, Bima, Anton dan Wahyu. Nur mengaku kerap merasakan hal aneh baik saat survei lokasi hingga pada saat melaksanakan program di desa yang diduga berlokasi di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur itu.

Deskripsi yang dibawakan oleh penulis membuat orang selalu penasaran untuk mengetahui bagaimana akhir cerita, yang bisa dibilang sangat tragis. Menariknya cerita yang diklaim berdasarkan kisah nyata tersebut juga sempat dibahas oleh sejumlah influencer, termasuk Raditya Dika.

Agar Keuangan Tak Sehoror KKN Desa Penari

 

Kisah KKN Desa Penari memang meninggalkan kesan horor yang cukup menakutkan bagi para mahasiswa yang melakukan praktek di desa terpencil di tengah hutan. Namun, ada hal “horor” lain yang juga sebaiknya ditakutkan oleh para mahasiswa, yakni terkait kondisi keuangan mereka.

Sebagai seorang mahasiswa, apalagi ketika harus menjalani pendidikan yang jauh dari orang tua, tentunya dituntut untuk belajar hidup mandiri dalam hal apapun. Namun, pada kenyataanya untuk menjalani hidup mandiri terkadang cukup sulit untuk dilakukan. Kesan mandiri inipun masih terasa setengah-setengah, ketika secara finansialpun ternyata masih menerima kiriman uang dari orang tua.

Satu hal yang seringkali terjadi, seseorang tidak bisa mengontrol dirinya untuk membeli atau menggunakan uangnya dengan bijak. Uang tersebut dimanfaatkan untuk melakukan hal-hal di luar kontrol, tanpa menyadari bahwa uang yang digunakannya merupakan uang hasil jerih payah orang tuanya.

Pastinya, sebagai seorang mahasiswa yang baik, kamu bukan salah satunya, kan? Mahasiswa adalah sosok yang dianggap cerdas dan bijaksana. Tentunya “cerdas dan bijaksana” tersebut bukan hanya dalam hal intelektual saja, tapi juga penerapannya dalam keseharian.

Para mahasiswa sebaiknya tidak mengikuti gaya hidup mewah yang akan membuat dirinya menjadi seorang yang boros. Untuk itu, kamu perlu menghindari dirimu dari sifat yang merugikan ini dan mulai berpikir untuk melakukan investasi.

Mendengar kata investasi, mungkin sebagian besar mahasiswa yang masih bergantung pada orang tua mereka merasa ragu. Pasalnya, mereka menganggap butuh modal besar sedangkan mereka sendiri saja belum mandiri secara finansial.  

Namun, sekarang sudah ada jenis investasi di pasar keuangan yang membutuhkan modal tidak besar, yaitu di produk reksadana. Hanya dengan modal minimal Rp100.000 saja, mahasiswa sudah bisa menikmati potensi keuntungan berinvestasi sekaligus belajar untuk menata keuangannya di masa depan.

Simulasi Reksadana

Nah, para mahasiswa ini memiliki harapan waktu yang panjang untuk berinvestasi hingga mencapai tujuan keuangan. Misalnya, dia ingin membeli rumah, menikah atau melanjutkan studinya dalam jangka waktu panjang (di atas lima tahun).

Untuk kebutuhan jangka panjang ini, reksadana saham bisa dipilih karena memiliki potensi untuk memberikan hasil yang cukup tinggi secara historis. Namun, perlu diketahui juga semakin tinggi potensi keuntungan, risiko fluktuasi nilai investasi juga semakin besar (high risk high return).

Mari kita simulasikan investasi reksadana di salah satu produk reksadana saham terbaik yang tersedia di Bareksa, yakni Sucorinvest Equity Fund yang dikelola oleh PT Sucorinvest Asset Management. Andaikan kita secara rutin berinvestasi Rp100.000 tiap bulan selama 5 tahun terakhir (2 September 2014-2 September 2019) di produk reksadana saham ini, bagaimana hasilnya?


 
Sumber: Bareksa

Berdasarkan simulasi investasi Bareksa, seperti terlihat di dalam grafik, uang pokok yang kita kumpulkan selama 5 tahun sebesar Rp6,10 juta (garis hijau). Akan tetapi, setelah dihitung dengan imbal hasil investasi, uang kita bisa bertumbuh menjadi Rp9,08 juta (garis abu-abu). Artinya, atau ada keuntungan sebesar 48,90 persen yang setara Rp2,98 juta dalam lima tahun terakhir.

Sumber: Bareksa

Sementara itu, dibandingkan dengan menabung di rekening bank, uang pokok kita hanya tumbuh menjadi Rp6,43 juta. Itupun belum dipotong pajak dan administrasi bulanan.

Bisa dibayangkan kan, betapa menguntungkannya berinvestasi reksadana. Apalagi bila investasi ini dilakukan sejak dini dan secara rutin.

Mengapa reksadana bisa untung?

Reksadana adalah kumpulan dana investor yang dikelola manajer investasi untuk dimasukkan ke dalam aset-aset keuangan, seperti saham, obligasi dan pasar uang. Reksadana mendapatkan keuntungan dari pertumbuhan nilai aset-aset di dalamnya.

Reksadana bisa menjadi pilihan investasi buat masyarakat awam dan pemula yang tidak punya banyak waktu untuk memantau aset-aset mereka. Sebab, sudah ada manajer investasi yang mengelolanya secara profesional.

Tidak perlu takut uang dibawa kabur oleh oknum tidak bertanggung jawab, reksadana aman karena uangnya disimpan di Bank Kustodian dan tidak dipegang langsung oleh manajer investasi atau agen penjual seperti Bareksa. Reksadana juga produk investasi resmi yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Dalam contoh simulasi ini, reksadana yang digunakan adalah reksadana jenis saham yang mayoritas aset dalam portofolionya adalah saham atau efek ekuitas. Reksadana jenis ini berisiko berfluktuasi dalam jangka pendek tetapi berpotensi tumbuh dalam jangka panjang.

Maka dari itu, reksadana saham yang agresif disarankan untuk investor dengan profil risiko tinggi dan untuk investasi jangka panjang. Demi kenyamanan berinvestasi, pastikan dulu tujuan keuangan dan profil risiko kamu.

Ayo mulai berinvestasi sedini mungkin agar kamu masa depan keuanganmu tidak “sehoror” KKN Desa Penari dan bisa segera mencapai tujuan keuanganmu!

(KA01/hm)

* * *

Ingin berinvestasi di reksadana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.

 



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER