OJK Dukung Inisiasi Pengembangan Reksadana Syariah Macam Bareksa Umroh

Bareksa Umroh melayani rencana simpanan di reksadana syariah untuk pembiayaan perjalanan ibadah umroh
Senin, 29 Juli 2019 09:54:37 WIB Issa Almawadi
Image
Arfi Hatim, Direktur Pembinaan Umrah dan Haji Kementerian Agama (ke-2 kanan), Kepala Bagian Direktorat Pasar Modal Syariah OJK, Dien Sukmarini (ke-2 kiri) saat acara peluncuran Bareksa Umroh di Jakarta (Bareksa/AM)

Bareksa.com – Kehadiran platform Bareksa Umroh yang menawarkan layanan rencana simpanan di reksadana syariah untuk membiayai perjalanan ibadah umroh, menjadi warna tersendiri di industri reksadana. Artinya, industri reksadana bisa berkembang menyesuaikan kebutuhan masyarakat.

Dalam menyediakan tabungan umroh ini, PT Bareksa Portal Investasi, yang mengoperasikan marketplace investasi terintegrasi Bareksa.com bekerja sama dengan mitra biro perjalanan umroh dan haji yang telah memiliki reputasi dan pengalaman di bidangnya.

Mitra travel agent pertama Bareksa Umroh adalah Al-Qadri Umrah dan Haji yang telah berpengalaman mengelola perjalanan ibadah haji khusus dan umroh sejak tahun 1976.

Di sisi lain, reksadana syariah memiliki potensi besar di negara dengan populasi Muslim terbesar ini. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juni 2019, nilai dana kelolaan (asset under management/AUM) industri reksadana syariah di Indonesia telah mencapai Rp33,06 triliun. Angka ini merupakan pertumbuhan lebih dari dua kali lipat dibandingkan Rp14,91 triliun pada akhir 2016.

OJK juga mencatat, jumlah reksadana syariah yang beredar di Indonesia saat ini sebanyak 256 produk per Juni 2019. Jumlah itu meningkat pesat dibandingkan dengan 136 produk pada akhir 2016.

Menanggapi kehadiran Bareksa Umroh, Direktur Pasar Modal Syariah OJK Fadilah Kartikasasi menuturkan OJK sangat mendukung inisiasi dari program-program semacam Bareksa Umroh.

“Karena itu akan menambah keragaman pilihan bagi investor sesuai dengan prioritas tujuan yang ingin dicapai dari investasinya,” ujar Fadilah kepada Bareksa, Senin, 29 Juli 2019.

Fadilah juga bilang, OJK selalu mendorong semua pihak (tidak hanya Aperd fintech) untuk selalu kreatif dalam pengembangan produk maupun layanan di pasar modal syariah.

Selain itu, Fadilah mengungkapkan, OJK tengah melakukan kajian roadmap untuk pengembangan selanjutnya.

“Prosesnya belum selesai, masih dalam tahap diskusi dan meminta masukan dari pelaku. Kalau Bareksa punya usulan silahkan disampaikan,” imbuh Fadilah.

Seperti diketahui, Bareksa Umroh tak hanya mendapat dukungan OJK saja. Kementerian Agama juga menyambut baik kehadiran Bareksa Umroh.

Direktur Pembinaan Umrah dan Haji Kementerian Agama Arfi Hatim berharap, Bareksa Umroh bisa membantu mengedukasi para jemaah agar tidak menjadi korban penipuan. Selain itu, memastikan layanan yang diberikan kepada jemaah terjamin mulai dari keberangkatan hingga pulang kembali ke Tanah Air.

"Yang menjadi perhatian pemerintah adalah calon jemaah dan jemaah dapat terlindungi dengan baik selama perjalanan dan dalam melakukan ibadah umrah. Mereka juga mendapatkan kemudahan dan kualitas pelayanan terbaik dalam perjalanan sehingga dapat menunaikan ibadah dengan khusuk," jelasnya.

Untuk diketahui, PT Bareksa Portal Investasi (Bareksa), yang mengoperasikan marketplace investasi terintegrasi Bareksa.com, pada 10 Juli 2019 secara resmi telah meluncurkan Bareksa Umroh, platform yang menawarkan layanan rencana simpanan di reksa dana syariah untuk membiayai perjalanan ibadah umrah. Informasi selengkapnya mengenai Bareksa Umroh klik tautan ini

***

Ingin berinvestasi di reksa dana?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksa dana, klik tautan ini
- Pilih reksa dana, klik tautan ini
- Belajar reksa dana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.

 



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER